“Potong Gigi” Ceremony (Mepandes)

REFERENCE The references about Potong Gigi ceremony are Kala Pati Manuscript, Kala Tatwa Manuscript, Semaradana, and Sanghyang Yama. The Kala Pati states that Potong Gigi is the sign of the human status changing to be a holy human with good manner so that when he/ she dies, the spirit will be in unity with the … Continue reading “Potong Gigi” Ceremony (Mepandes)

Misteri Tragedi Puri Tarukan

Mudah-mudahan tiada halangan ! Permohonan ampun hamba kehadapan arwah para leluhur yang disemayamkan dalam wujud Ongkara dan selalu dipuja dengan hati suci. Dengan memuja dan memuji kebesaran Sanghyang Siwa semoga penulis terhindar dari segala kutukan, derita, cemar, duka-nestapa dan halangan lainnya. Mudah-mudahan tujuan hamba yang suci ini berhasil serta bebas dari dosa-dosa karena menguraikan ceritra … Continue reading Misteri Tragedi Puri Tarukan

Upacara Potong Gigi Bagi Orang Tua yang Sudah Meninggal

QUESTION: Apakah boleh orang tua yang sudah meninggal diadakan upacara mepandes/ potong gigi lagi, karena pada waktu masih hidup belum dilaksanakan upacara/ upakaranya. Pada zaman dahulu upacara pawiwahan tidak dijalankan secara tuntas menurut sastra agama, dalam arti tidak nunas ring Sanggah Kamulan/ Kawitan. Sang Ibu sudah meninggal, sudah di-aben, dan atma wedana; apakah boleh ditunas … Continue reading Upacara Potong Gigi Bagi Orang Tua yang Sudah Meninggal

Tirta Pangentas Bukan Oleh Sulinggih

QUESTION: 1. Dalam Lontar Yama Purana Tattwa dijelaskan bahwa yang boleh membuat tirta pangentas adalah Sulinggih; demikian pula yang pernah saya dengar dari beberapa Sulinggih. Namun di suatu Desa di Kecamatan Banjar ada seorang walaka yang membuat tirta pangentas di mana masyarakat percaya bahwa ia melakukan itu atas penugrahan seorang Sulinggih yang sudah newata. Apakah … Continue reading Tirta Pangentas Bukan Oleh Sulinggih