Pengorbanan Diri

QUESTION:

Membaca pertanyaan di SARAD No. 13 Januari 2001, bertajuk “Ngaben dan Penyederhanaan”, saya jadi ikut tergelitik, di mana dalam pertanyaan itu, disinggung mengenai pemotongan hewan kurban, yang dinyatakan mengikuti ajaran Tantra.

Dan dalam bahasa yang masih memakai “konon” di zaman Budha, seorang siddha membuktikan tak satu pun roh hewan kurban itu bisa meningkat. Bahkan binatang itu tak rela dipotong. Continue reading Pengorbanan Diri

Meludah di Pura

Meludah di Pura itu dilarang, termasuk kencing, “metenges” membuat Pura “leteh” atau tidak suci. Siapa yang melihat ini mestinya melarang, jangan dibiarkan saja. Apa saja yang keluar dari badan manusia di Pura adalah “leteh” misalnya selain ludah, kencing, ingus, juga: darah, keringat, air susu.

Makanya ibu-ibu jangan menyusui anak di pura apalagi di Utama Mandala. Di Madya Mandala saja tidak boleh. Hal-hal itu dibolehkan di Nista Mandala. Itulah gunanya ada ruangan-ruangan: nista, madya dan utama mandala, agar secara bertahap kita mensucikan diri sebelum masuk ke Pura. Continue reading Meludah di Pura

Upacara Pawiwahan yang Efisien dan Efektif

QUESTION:

Bagaimana pelaksanaan upacara pawiwahan yang efisien dan efektif pada pasangan pengantin dengan rumah yang berjauhan.

ANSWER:

Untuk menghemat waktu, biaya transportasi, dan biaya konsumsi, pengantin yang masing-masing berjauhan rumahnya, dapat melaksanakan rangkaian upacara pawiwahan selesai dalam sehari dengan urutan sebagai berikut (setelah acara meminang): Continue reading Upacara Pawiwahan yang Efisien dan Efektif

Kelahiran Wuku Wayang (Salah Wetu)

QUESTION:

Tyang termasuk yang lahir pada wuku wayang, biarpun bukan saat tumpek wayang. Juga sudah beberapa kali Otonan dengan mengadakan Wayang. Mohon Ratu Bhagawan memberikan pencerahan untuk melengkapi pengetahuan: