Any private or public question about Hinduism aspects? Whatever lightweight or heavyweight level of the question(s), DO NOT HESITATE, just meet him online.
Facebook:
Yahoo Mail: bhagawan.dwija@yahoo.com
Bhagawan Dwija mengharap Anda turut berpartisipasi medana punia melalui rekening: 0088-01-019616-50-7 atas nama Ida Pdt Sri Bagawan DWNS pada BRI Cabang Singaraja. Dana punia Anda akan digunakan untuk membina umat sedharma berupa pencetakan/mengcopy buku-buku Agama Hindu, dll
Any comment you make here, will be routed directly to his email. So if there is question in there, he will reply you.

Om Swastiastu…. ratu, saya mau tanya. sekarang saya buat usaha dagang. nama tempat usaha saya itu belum ada. saya rencana beri nama SURYA AMERTA. apakah menurut Ratu nama itu bagus? karena saya bingung apakah merta atau amerta yang bermakna anugrah,atau kehidupan.
Om Swastyastu,
Yang benar : Amertha. Sebab : mertha = kematian; a-mertha = tidak mati = hidup/kehidupan.
Tentang “Surya” :
Dalam lontar Siwagama, disebutkan bahwa Bhatara Siwa (Tuhan YME) dalam kedudukan-Nya sebagai guru mempunyai murid. Salah seorang murid yang paling pandai adalah Bhatara Surya. Oleh karena itu Bhatara Surya diutus ke madyapada (bumi) untuk mewakili Bhatara Siwa sebagai sumber energi untuk kehidupan mahluk dan alam semesta. Selain itu Bhatara Surya juga diberikan kewenangan sebagai “saksi-agung”. Oleh karena itu Bhatara Surya juga dinamakan Siwa-Raditya.
Jadi penggunaan nama Surya Amertha bagi usaha anda, bagus sekali, mudah-mudahan usahanya berjalan lancar, langgeng dan menguntungkan. Namun jangan lupa untuk mendekatkan diri kepada-Nya : rajin sembahyang dan meyajnya.
Om Awignamastu namo sidham
om swastiastu,,,
banten sesayut lewat raja bira seperti apa?? mohon penjelasan isinya,
Om Swastyastu,
Mungkin itu nama lokal. Dalam lontar belum saya temukan. Coba ditanyakan kepada tetua setempat.
Om Santih, santih, santih, Om
Om Swastiastu..
1.Tiang dian, astungkara sdh dianugrahi 1 putra, lahir tgl 28 Juli 2011. Oleh seorang penasihat spiritual, disarankan menggunakan nama “I Putu Deepa Mahesa Prawiratama”, yang sebelumna kami beri nama “I Putu Arsya Deepa Avhatara”.
saya berkeyakinan, bahwa namaadalah doa,Bagaimana arti nama putra saya tersebut?
2. saya sedang aktif dalam Bali Peduli ASI, mengkampanyekan agar ibu2 di bali kembali menyusui dan memberikan ASI exclusive untuk putra/putri, yang saya yakini sebagai makanan terbaik unt bayi dari Hyang Widhi. namun dlm prosesna, byk ibu2 yg saya temui masih meragukan ASI dan memilih susu formula. mohon dipaparkan penjelasan ttg ASI dan ibu menyusui menurut Weda.
Suksma…
Om Shantih Santih Santih Om
Om Swastyastu,
1. Nama tidak mempengaruhi nasib/perjalanan hidup dikemudian hari dari si anak. Namun, benar, dengan nama ortu mengharapkan agar anak menjadi suputra. Pemberian nama memang hak prerogatif ortu, namun perlu juga mempertimbangkan pandangan masyarakat, dan jangan sampai dikemudian hari si anak justru merasa malu menggunakan nama yang hebat karena kehidupannya tidak sesuai dengan nama hebat itu. Jadi nama sebaiknya yang biasa-biasa saja. Dan nama yang populer adalah nama yang singkat dan mudah diingat. Contohnya saya sendiri, nama (Bhiseka) adalah : Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi. Ternyata ini menyulitkan orang lain :
1. Sulit mengucapkan/memanggil/menulis/mengeja
2. Sulit diingat
3. Menyulitkan Pak Camat membuat KTP
4. Menyulitkan Imigrasi membuat paspor
5. Tidak populer
Maka atas perkenan Nabe, bhiseka itu bolehlah sebagai nama kebesaran, tetapi untuk keperluan administrasi dan panggilan sehari-hari digunakan nama singkat : Bhagawan Dwija.
2. ASI dalam kitab suci Weda memang harus diberikan kepada si anak sebagai kewajiban suci seorang ibu. Lihat Manawa Dharmasastra V.164 : Wyabhicarattubhartuh stri loke prapnoti nindhyatam, srilayonim prapnoti papa, rogaisca pidayate. (Dengan melangar tugas-tugas sucinya terhadap suami dan anak, seorang istri adalah terhina dan setelah mati rohnya disiksa srigala sebagai ganjaran atas dosa-dosanya). Disamping itu asi adalah campuran antara air dan api (suhu panas/hangat dari ibu). Sedangkan unsur air dan api adalah alat pensucian yang utama. Jadi asi adalah sarana pensucian bagi si bayi. Lihat Manawa Dharmasastra V.113 : Apamagnesca samyogad dhaimam raupyam ca nirbabhau, tasmattayoh swayonyaiwa nirneko gunawattarah (Dari persatuan air dan api timbulah emas dan perak yang cemerlang. Oleh karena itu keduanya adalah sarana pembersihan yang utama)
Mengenai manfaat asi dari segi medis, tentu ibu sudah tahu.
Om Santih, santih, santih, Om
Om suastiastu ratu Bhagawan
Kenapa manusia harus memiliki ego?
kenapa manusia tidak dibekali budi (kebijaksanaan)saja….
sehingga bhuana agung dan bhuana alit akan berjalan sesuai ajaran agama?
Om Swastyastu,
Roh manusia sudah dibekali oleh Tuhan dengan tiga unsur : Ahamkara, Manas, dan Budhi. Ketiga unsur itu meresap kedalam sabdha, bayu, idep. Pada kedudukan bayu, ahamkara menerima sinyal-sinyal dari panca indria, lalu diteruskan kepada manas yang berkedududkan di idep. Manas berfungsi memberi pertimbangan kepada budhi yang juga berkedudukan di idep. Keputusan budhi diteruskan kepada ahamkara yang pelaksanaannya dilakukan oleh sabda dan bayu. Sabda dan bayu inilah yang mencerminkan apakah manusia itu dharma atau adharma. Tentu saja semua berpangkal dari budhi.
Mengenai ego, timbul karena adanya unsur sadripu di manusia : kama, lobha, kroda, mada, moha, matsarya. Sadripu bisa menjadi sadguna (baik) bila dikendalikan oleh daiwi sampad (naluri kedewataan) tetapi bila dikendalikan oleh asuri sampad (naluri keraksasaan),maka prilaku manusia cenderung menuju dosa.
Ego bisa baik, bisa buruk, seperti dijelaskan diatas. Ego yang baik menumbuhkan kreativitas.
Tuhan selalu mencipta dalam rwa-bhineda : dua hal yang saling berbeda, misalnya ada siang – ada malam, ada lelaki – ada perempuan, ada kebaikan – ada keburukan. Karena rwa bhineda menumbuhkan aktivitas, sama seperti mobil : ada rem ada gas. Bagaimana kalau dunia ini hanya diisi manusia lelaki saja ? atau sebaliknya hanya ada perempuan saja ? Bagaimana kalau dunia ini hanya ada siang, tidak pernah malam ? Bagaimana kalau manusia ini semuanya baik-baik saja, tidak ada kejahatan ? Bukankah kita tidak tahu apa itu jelek/jahat (adharma), kalau tidak berpedoman pada kebaikan (dharma) ?
Tinggal manusia yang menentukan : mau dharma apa adharma.
Om Santih, santih, santih, Om
Om Swastiastu,
titiang jagi metaken indik kepemangkuan.
napike samian pemangku dados ngambil sesontengan(ngotonin, mlaspas, tur sane lianan).?
yening dados, ring dije patutnyane belajar sesontengan punika?
Suksma
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Om Swastyastu,
1. Jero Mangku (sang eka jati) boleh nganteb banten-banten dengan pedudusan alit, artinya hanya menggunakan sebuah lis bu saja, atau arti lebih lugas, untuk banten suci saja. Selebihnya adalah wewenang pemuput Sulinggih.
2. Pelajaran ngilenang upacara/upakara, sesontengan, dll. boleh berpedoman pada buku : Kusumadewa. Banyak dijual di toko-toko buku.
Om Santih, santih, santih, Om
Om Swatyastu….
Perkenalkan nama tiang Made L. Frisan, lahir di Desa Pengotan, Bangli pada Sukra Manis 02 September 1983.
Tiang mau menanyakan tentang makna mantra yang tiang dapatkan di dalam mimpi sewaktu tiang masih muda dulu ketika
tiang masih duduk di bangku SMA. Sapuniki ceritanya :
Pada waktu itu tiang mimpi di keroyok orang-orang memakai baju hitam berterbangan di sekeliling tiang, pada saat genting itu
datanglah seorang kakek Tua berpakaian serba putih dan membawa tongkat, seketika itu dia menghempaskan tongkatnya ke tembok
dan munculah bait mantra ” Sura Nurhabhakti Sakti ” lalu tiang disuruh membaca mantra tersebut, hanya dalam sekejap orang-orang
yang berpakaian hitam itu lenyap semua setelah tiang membaca mantra tersebut.
Tiang mau menanyakan sejelas-jelasnya tentang makna dan Arti dari Mantra Tersebut. apakah bisa berguna untuk kehidupan tiang…..
Tiang mohon bantuanya. Suksma banget….
Om……. Shanti…….shanti…..shanti…..om
Om Swastyastu,
Sampai sekarang saya belum pernah membaca/menemukan mantra seperti itu. Coba saya cari-cari, kalau ketemu akan saya sampaikan.
Om Santih, santih, santih, Om
Inggih…..Tiang Tunggu Informasinya dari Ida Bhagawan
Matur Suksma…
Omswastiastu,titiang metaken indik banten piodalan ring pemrajan titiang,santukan ring pasemetonan titiang akeh durung uning indik upacara,napi patut ring piodalane ngangge gelarsange,guling,titiang nunas sane patut berdasarkan sastra.yen sane sampun2memargi titiang slalu ngangge guling lan gelarsange,napi patut ring odalan ngange gelarsange? odalan titiang ring pemerajan nuju 6 sasih.suksme ratu pandita,Om,shanti Shanti Shanti.
Osaa rtu bhagawan, tiang wenten takenang ring ratu antuk kabrebehan lan kapetengan tiang sekeluarge santukan wit mangkin durung panggihin tiang pemargi sane rahayu, saking 2005-mangkin tiang medue usha sllu jatuh,di keluarga kantun pateh ten usan2 polih mslh, tiap polih ptnjuk tiang sllu margiang dgn 1000%keyakinan…nanging ten wnten cihnan ipun, sering tiang mimpi rauhin nak lingsir brjubah putih,rambut panjang mwah makte tungked,tiang diajak mebakti ring pura2 paling sering ring pr dalem mwah prajepati lan rin puncak bukit, tiang jga sering rauhin rangde mwah barong, ring mimpi akeh pisan tiang kepaice duen Ide sesuhunan,taler polih tiang mimpi melayang diatas pelinggih 3 sakti penataran agung besakih sambil minta didoakan olih ortu tiange, daweng purname niki usan tiang bakti jm.12 malam ring pr dalem penglatan desa tiange, benjangne tiang rauhin nak lingsir lwt mimpi, ragane ngicen tiang peti wau tiang buka akeh medaging pis bolong arjuna,ciwa,krishna,nawa sange mwah akeh malih. Ampun tiang polih mewinten alit, tpi manah tiange kadi kosong,bingung,emosi labil kadang tiang kadi ten medue bayu jek lemes nike rasayang tiang, antuk punike tiang nglungsur sesuluh pemargi ring ratu napi sujatinyane dewek tiang puniki? Ngrereh karye ten polih2,mausahe jatuh kemanten,ring keluarga naler panes manten, mohon petunjuk ratu…minggih suksma.
om swastyastu ratu..
tiang candra mau bertanya.. tiang akhir2 ini selalu mimpi sembahyang ke pura dalem sareng pura besakih…napi arti mimpitiang nike ratu? jujur tiang takut ratu…
suksma..om santhi santhi santhi om
om swastiastu ratu bhagawan
tiang mau tanya masalah paumahan,
saya punya gudang ( di bali dikenal dengan ampek) dimana saya fungsikan hanya sebagai tempat menaruh peralatan upacara,dan tempat metanding,dan potong kain karna mertua saya penjahit,
yg saya tanyakan gudang ini tempatnya SEBELAH UTARA MERAJAN GEDE ( rumah),sudah ada tembok pembatas antara sanggah dan paumahan,dan tanah tempat gudang tiang nike agak tinggi setengah meter dari tanah merajan,dulu sebelum dibangun sudah mengudang pemangku ke lokasi dan di bolehkan hanya untuk gudang.
saya bertanya ke bhagawan hanya untuk meyakinkan diri saya saja??
dan satu lagi pertanyaan saya,bale dauh saya pengubugnya nempel ujungnya dengan ujung pengubug bale daje ,bolehkah?
suksma tiang banget