Ask Bhagawan Dwija

thumbs bhagawan Ask Bhagawan DwijaAny private or public question about Hinduism aspects? Whatever lightweight or heavyweight level of the question(s), DO NOT HESITATE, just meet him online.

Facebook: click here
Yahoo Mail: bhagawan.dwija@yahoo.com

Bhagawan Dwija mengharap Anda turut berpartisipasi medana punia melalui rekening: 0088-01-019616-50-7 atas nama Ida Pdt Sri Bagawan DWNS pada BRI Cabang Singaraja. Dana punia Anda akan digunakan untuk membina umat sedharma berupa pencetakan/mengcopy buku-buku Agama Hindu, dll

Any comment you make here, will be routed directly to his email.  So if there is question in there, he will reply you.

164 comments to Ask Bhagawan Dwija

  • 81
    kt wiadnyana says:

    Om Swastyastu…Hyang Bhagawan tyang mau langsung saja bercerita,ty punya ipar yg sebelumnya beragama islam dan mau masuk hindu setelah menikah dgn kakak ty.Sekarang ini dia sudah meninggal karena sakit cancer,sebelum meninggal atas permintaannya,dia minta dikubur didekat ibunya dijawa yg beragama islam dan diapun dikubur dan diupacarai secara islam.Pertanyaan ty upacara apa yang harus kami lakukan,apakah boleh dia diaben/diupacarai secara hindu? tyang mohon penjelasan Hyang Bhagawan…matur sukssma !

  • 82
    I Wayan Sumerta says:

    Om Swastyastu!

    Apa ada doa untuk Galungan?
    Is there a specialö prayer for Gaqlungan?

    Om Shanti, Shanti, Shanti, Om!

  • 83
    I Putu Suweta says:

    Om Suastiastu ratu Bhagawan. Yan dados tian nunas Babad dukuh Segening. Mangda wenten gambel tiang. Suksma. Om Shanti shanti shanti Om.

  • 84
    Wayan Kartana says:

    Om Suati Astu Singgih Begawan
    Titiang Wayan Kartana nunasang indik ruwatan sapuh leger. Titiang ngewacen ring internet salah satu yang wajib melaksanakan upacara sapuh leger inggih punika:
    1.Sane embasa ring wuku wayang, wit saking rahine Redite rawuh ring Saniscara Keliwon Wayang, muah jadma embas ring seananing Wuku Tumpek.

    2. Sane kasenguh jadma sukerta inggih punika ( Jadma Melik )inggih punika:Telaga Apit Pancoran ( laki – perempuan – laki )

    Napi patut salah satu sane ngelaksanaayang upacara sapuh leger kadi ring ukur nike

    napi wenten batasan umur ngelaksanakan upacara sapuh leger

    Inggih wantah amunika sane tunasang titiang suksma Ratu Singgih Begawan

    Om Shanti Shanti Shanti Om

  • 85
    ketut says:

    OM swastiastu ratu bhagawan

    tiang satu rumah empat kk,dulu ada misan suami tiang pinjam areal untuk garasi mobil dimana itu adalah bagian mertua,saat bapak mertua tiang minta karna dipakai awalnya dia mau kasih,tp ibunya dia gak mau jadi dia jg gak kasih,kami malas ngomong lagi jadi masalah tp jika gak minta itu bagian mertua dan dia jg sudah punya tp di pakai warung,akhirnya keluarga kami di diami( puik )
    sy jg dengar ibunya punya ilmu hitam,tp tiang di liputi rasa sangat benci karna mereka otoriter ,maunya sy iklaskan tp rasa benci selalu ada,yg tiang tanyakan,haruskah kami bicarakan tp dia gak mau komunikasi,bagaimana solusinya?apa yg sy harus lakukan untuk menenangkan diri dan rasa benci?

  • 86
    wiryanta says:

    Om Swastyastu
    tyang mohon petujuk dari bhagawan tentang kapan dewasa ayu untuk pembuatan sangggah pemerajan alit?
    apakah boleh kalo tyang hanya membuat dasarnya dulu saja dan akan tyang lanjutkan beberapa bulan kemudian?
    matur suksma dahat tyang ngaturang

    Om Santih,Santih ,Santih Om

  • 87
    Ratna says:

    Om Swastiastu,

    1. Titiang dan keluarga menempati rumah baru BTN,pelinggih yang ada adalah padmasari dan tugu karang saja yg kami buat dalam satu tempat/halaman yg sama cuma padmasarinya lebih tinggi dari tugu karang,apakah boleh seperti itu, mengingat sudah diplaspas dan dicaru juga?

    2. apakah boleh ngayat Hyang Betara Guru dari padmasari tsb?

    3. Tiang juga membuat pelangkiran di dapur, kalau tiang sembahyang disana, apakah sdh bisa mencakup semua Betara yang ada di dapur (misalnya tanpa maturan lagi di tempat beras atau kompor dll) – ngaturang canang/banten hanya di pelangkirannya saja?

    4.Apakah harus membuat pelinggih apit lawang?

    tiang mohon bantuan Ratu Bhagawan untuk penjelasan diatas.
    Suksma

  • 88
    ketut says:

    om swastiastu

    ratu bhagawan saya ingin menanyakan karma dari bebohong dan mengambil milik orang lain??

    suksma

    • 88.1

      Om Swastyastu,

      Berbohong atau “Moha” dan mengambil milik orang lain atau “Mamandung” adalah dua larangan yang termasuk dalam Sadripu dan Kayika Parisudha (perbuatan yang sepatutnya dihindari untuk menjaga kesucian diri). Jadi keduanya adalah dosa. Jangan melakukan seperti itu. Kalau menemukan orang lain yang berbuat, nasihati dia agar tidak melakukannya.

      Om Santih, santih, santih, Om

      • ketut says:

        om swastiastu ratu bhagawan,

        yg di bohongi adalah keluarga saya dulu dia bilang pinjam,saat kami minta dia bilang tidak ada bilang pinjam,sampai masalahnya rumit dan kami keluarga pasrahkan dan ikhlaskan saja pada tuhan,dan dia tidak mau mengembalikanya ,tp sampai saat ini saya belum melihat karma yang dia dapatkan,saya sangat percaya dengan adanya tuhan dan termasuk rajin sembahyang dan beragama,tapi secara real saya dirugikan oleh dia,saya butuh sekali bimbingan dan nasehat karena saya merasa mulai hilang kepercayaan..

        suksma,om santi,santi,santi om

        • Om Swastyastu,

          Jangan cepat putus asa, karena berbagai kejadian di dunia ini diketahui Oleh-Nya. Dia adalah hakim yang maha mulia, maha adil dan bijaksana. Dan jangan lupa bahwa Tuhan bekerja dengan/secara rahasia artinya kita manusia tidak akan tahu apa yang akan terjadi dimasa y.a.d. Jangankan lagi seminggu, sebulan, setahun. Yang akan terjadi di detik yang akan datang saja kita tidak tahu. Maka itulah kebesaran Tuhan, yang dalam agama Hindu kita di Bali dinamakan Asta Aiswarya, atau delapan kekuasaan Tuhan (Sanghyang Widhi) yakni :
          1. Anima = sangat halus
          2. Laghima = sangat ringan
          3. Mahima = sangat besar
          4. Prapti = menjangkau segala tempat
          5. Isitwa = melebihi segalanya
          6. Prakamya = berkehendak mutlak
          7. Wasitwa = sangat berkuasa
          8. Kamawasayitwa = kodrati, tak dapat berubah

          Dasar pelajaran kerohanian kita adalah : Ingin dekat kepada-Nya, sebab kalau dekat dengan-Nya kita akan selalu mendapatkan kebahagiaan, keamanan/perlindungan, ketentraman, kesejahteraan, yang dalam agama Hindu-Bali disebut : mokhsartam jagaditaya ca iti dharmah.

          Bagaimanakah caranya agar kita bisa dekat kepada-Nya dan sekaligus disayang oleh-Nya ? Jawabannya mudah, tetapi sulit dalam aplikasi keseharian : Laksanakan semua ajaran-ajaran-Nya yang sudah di wahyukan dalam kitab suci Weda.

          Spiritualis yang tekun sedikit demi sedikit akan diterangi hatinya dan akhirnya tidak ada masalah keduniawian apapun yang bisa menggodanya menjadi pemarah, pendendam, dan pendosa dalam wujud lainnya.

          Demikian halnya dalam kasus anda yang menjadi korban penipuan. Serahkan semuanya kepada Tuhan, karena Ia yang akan menyelesaikan melalui perangkat-perangkat hukum spiritual misalnya : karma-phala.

          Berbicara mengenai karma-phala, bahwa akibat (pahala-phala) dari perbuatan (karma) bisa dirasakan segera selama hidup, atau setelah kematian, atau setelah kelahiran kembali (re-inkarnasi).

          Om Santih, santih, santih, Om

          • ketut says:

            om swastiastu

            ingih suksma banget tiang, atas bimbinganya,
            sekarang saya merasa lebih baik,karena waktu lalu saya sempat kecewa
            segala cobaan ini membuat saya semakin dewasa dan lebih mendalami agama hindu
            tetapi kenapa semakin saya mendekatkan diri dengan tuhan saya merasa cobaan semakin berat??
            dan kadang2 saya takut untuk sembahyang dan mendekatkan diri
            ampurayang atas pertanyaan saya,
            suksma banget tiang atas bimbinganya
            om santhi,santhi,santhi om

  • 89

    Om Swastyastu,

    Maka dinamakanlah : Agama (=pegangan hidup), Igama (= pikiran yang selalu memuja-Nya), Ugama (=perbuatan yang selalu mengarah pada bhakti kepada-Nya)

    Semakin seseorang ingin meningkatkan kesucian rohani, maka ia akan diuji oleh-Nya. Bila tahan/lulus menghadapi ujian, pahalanya bagus dan sesuai dengan tahapan. Makin tinggi/kuat pendekatan kerohanian, makin berat ujiannya, dibarengi dengan makin besar pahala yang diterima.

    Sebaliknya mereka yang putus asa, dipandang sebagai tidak lulus ujian, maka ia akan tinggal ditempat atau bahkan makin jauh dari-Nya.

    Om Santih, santih, santih, Om

  • 90
    made says:

    om swastyastu,
    Ratu Bhagawan, mohon kesediannya memberikan referensi buku2 yg patut dibaca bagi umat kita, sebab dari beberapa buku yg saya beli hingga ratusan ribu harganya ternyata isinya mengecewakan karena hanya berupa propaganda sekte2 tertentu, dan bahkan terkesan sangat subjektif. Suksme
    Om Santih santih santih Om

    • 90.1

      Om Swastyastu,

      Berkaitan dengan penjelasan saya diatas, buku-buku yang patut dibaca/dipelajari oleh umat kita yang meyakini Agama Hindu menurut tradisi di Bali (Agama Hindu-Bali) antara lain :
      1. Buku Pendidikan Agama Hindu, untuk perguruan tinggi oleh : Drs. I Gusti Made Ngurah, dkk, penerbit Paramita, Surabaya, 1999
      2. Bhagawadgita oleh Prof. DR. I.B. Mantra
      3. Panca yadnya
      dan buku-buku lain yang diterbitkan oleh Pemerintah Propinsi Bali, Proyek Peningkatan Sarana dan Prasarana Kehidupan Beragama, Tersebar di 9 Kabupaten/Kota di Bali, terbit tahun 2000. Jenis buku-buku ini bisa didapatkan di :
      1. Pemda Propinsi Bali
      2. Perpustakaan Gedong Kirtya, di Singaraja

      Om Santih, santih, santih, Om

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting