Manusia (siapapun) selalu mempunyai dua kekuatan/ kecenderungan sifat/ perilaku yang bertentangan:
- Asuri Sampad: sifat-sifat keraksasaan (negatif)
- Daiwi Sampad: sifat-sifat kedewataan (positif)
Kita fokus pada asuri sampad: Sifat ini akan tumbuh berkembang dengan subur bila manusia tidak bisa mengendalikan pengaruh-pengaruh negatif dari Pancaindria:
- Dari pendengaran: sabda tanmatra
- Dari penglihatan: rupa tanmatra
- Dari penciuman: ganda tanmatra
- Dari lidah: rasa tanmatra
- Dari kulit dan kelamin: sparsa tanmatra
Panca tanmatra inilah (antara lain) yang membungkus roh/ atma sehingga ia jauh berbeda dengan brahman. Dari panca tanmatra itu, kuncinya adalah rasa tanmatra (nomor 4).
Artinya bila kita bisa mengendalikan keinginan-keinginan pada kenikmatan lidah (makan) maka keinginan-keinginan/ nafsu lain:
- ingin dipuji (sabda tanmatra)
- ingin menikmati yang kelihatan indah (misalnya wanita cantik – rupa tanmatra)
- ingin mencium yang wangi (tubuh wanita dengan aroma khas = ganda tanmatra)
- ingin berhubungan kelamin yang tak wajar – sparsa tanmatra)
Itu sebagai ‘contoh-contoh’ tanmatra yang negatif. Oleh karena itu ‘upawasa’ atau berpuasa sangat dianjurkan bagi pemeluk Hindu, karena siapa yang mampu mengendalikan rasa tanmatra, maka keempat tanmatra lainnya akan mudah dikendalikan.
Oleh karena itu ‘mungkin’ agama lain juga ‘meniru’ Hindu (karena Hindu adalah agama tertua di dunia), maka mereka juga menganjurkan/ mewajibkan umatnya berpuasa di hari-hari tertentu.

Recent Comments