QUESTION:
Ratu Bhagawan, 10 tahun terakhir ini keluarga kami sering sekali mengalami musibah, bahkan kami sekeluarga sampai kebingungan dan tidak habis pikir kenapa ini datang terus tanpa ada habisnya.
Seorang teman ada yang menyarankan agar kami ngaturang Guru piduka dan melukat, pertanyaan saya:
1. Apa sebenarnya makna dari banten Guru Piduka tersebut dan bagaimana prosesi pelaksanaanya
2. Kalau memungkinkan (karena jarak cukup jauh), saya berencana untuk melukat di Griya Lingga, bagaimana dengan banten penglukatannya, apakah harus kami bawa dari Tampaksiring atau sudah disiapkan di Griya?
3. Beberapa bulan lalu saya pernah mendiskusikan dengan ibu saya untuk melaksanakan upacara ngenteg linggih, menurut ibu saya itu baru boleh dilakukan setelah Alm Bapak saya diabenkan, benarkah demikian?
ANSWER:
Mengenai hal ini (sebab-sebab mala petaka) bisa karena banyak hal, sebaiknya datang ke Gerya, kita bisa konsultasi
1. Guru Piduka artinya permohonan maaf. Tetapi kalau belum tahu di mana kesalahannya (secara niskala), sulit juga menentukan ke mana harus meminta maaf, apakah masalah Dewa, masalah Pitara, atau masalah Manusa dan Bhuta.
2. Melukat dan metubah di Gerya biasa kami lakukan. Setiap hari bisa dilaksanakan.
3. Benar, sebaiknya Pitra Yadnya dahulu, barulah ngenteg linggih

karena suatu pemintaan seseorang,bahwa ia meminta untuk mengguraikan komponen banten guru piduka pertanyaan saya;
1.bagaimana cara membuat banten guru piduka tersebut?
2.komponen penyusun banten guru piduka itu sendiri apa?