QUESTION:
Pada saat membangun/ memperbaiki sanggah merajan biasanya dilakukan brata, seperti tidak menengok orang/ keluarga yang melakukan upacara pernikahan. Napi memang harus seperti itu? Sejauh mana brata yang semestinya dilakukan?
ANSWER:
Berata di kala membangun sanggah/ pura memang harus dilakukan, acuannya adalah Lontar Sanghyang Aji Swamandala. Dimulai saat mulai membangun sampai selesai upacara ngenteg linggih.
Namun demikian ketentuan ini dapat dibijaksanai, yaitu dengan mewajibkan ‘berata’ itu hanya kepada Jero Mangku atau ‘penglingsir’ di sanggah/ pura itu, tergantung dari besar-kecilnya pura.

Recent Comments