Satua Basa Beleleng: Mebalih Tipi

“Uli pidan ake sing pati demen mebalih tipi (TV) kerane acarane sing ade cocok amun kenoe” keto omong I Bulit di jengkuwunge nutur ajak timpalne madan I Degug. “Kuale jani ake ketagian mebalih berita ane tiap jam nto” terus iye nolih timpalne. “Adi keto ?” I Degug metakon. “Ba cai sing nawang kangin kauh, kene sube jeleme sing ngelah tipi, sing nawang berita hangat !”   Read more » Satua Basa Beleleng: Mebalih Tipi

Hindu di India, Nepal, dan Indonesia

1.    India

India benar diakui sebagai tempat di mana Veda diwahyukan oleh-Nya yakni di lembah 7 buah sungai suci dan kepada 7 orang Maha Rsi. Namun Veda diwahyukan tidak sekaligus, dalam rentang waktu yang berbeda, mencapai ribuan tahun. Read more » Hindu di India, Nepal, dan Indonesia

Not Religion but Sanatana Dharma

Someone once asked me :  “Are you a Hindu?”

I : Do you have some time ?
He : Why do you ask ?

I : If you are in a hurry, I will say that I am a Hindu. But if you have some time then I will say that I am not a Hindu.
He : You are trying to confuse me !

I : You see, my friend, there is no religion called Hindu religion. But what the majority of the people of Bali believe in is called Hinduism by people of other faiths. In reality, we in Bali do not have any concept of religion. There is no word in our vocabulary for religion. Read more » Not Religion but Sanatana Dharma

Bolehkah Kita Berbohong?

Berbohong adalah dosa bagi umat Hindu, karena dalam Trikaya Parisuda, pada wacika parisuda, umat Hindu diharuskan melaksanakan ‘satya wacana’, artinya satu kata, pikiran, dan perbuatan.

Tetapi tengoklah Bharata Yuda pada parwa ke-7 yang mengisahkan gugurnya Bhagawan Dorna. Di suatu hari ketika ia menjadi panglima perang di pihak Korawa, tak ada pendekar Pandawa yang bisa mengalahkannya. Sri Kresna menasihati Arjuna bahwa Bhagawan Dorna harus mati hari itu, karena bila tidak, esok Pandawa akan hancur lebur. Read more » Bolehkah Kita Berbohong?

Kebangkitan Nasional Berdasarkan Persatuan dan Kesatuan

Para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia telah merancang Lambang Negara: Garuda Pancasila, di mana kaki-kaki burung Garuda mencengkram kuat sebuah pita yang bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Lambang Negara itu mempunyai arti yang sangat dalam tentang cita-cita kemerdekaan di mana bangsa Indonesia diharapkan bangkit dari berbagai keterpurukan akibat penjajahan, menuju kepada Indonesia merdeka yang rakyatnya hidup makmur, berbahagia, toto tentrem kerto raharjo, gemah ripah loh jinawi, subur kang saro tinandur, murah kang sawo tinuku. Read more » Kebangkitan Nasional Berdasarkan Persatuan dan Kesatuan

Misteri Tragedi Puri Tarukan

Mudah-mudahan tiada halangan !

Permohonan ampun hamba kehadapan arwah para leluhur yang disemayamkan dalam wujud Ongkara dan selalu dipuja dengan hati suci. Dengan memuja dan memuji kebesaran Sanghyang Siwa semoga penulis terhindar dari segala kutukan, derita, cemar, duka-nestapa dan halangan lainnya. Mudah-mudahan tujuan hamba yang suci ini berhasil serta bebas dari dosa-dosa karena menguraikan ceritra leluhur dimasa lampau, semoga direstui sehingga mendapat kejayaan, keselamatan, keabadian, panjang usia, sampai dengan seluruh keluarga turun-temurun.

Pendahuluan

Berbhakti dan memuja roh leluhur adalah kewajiban kita sebagai pemeluk Agama Hindu (Bali), yang merupakan aplikasi panca srada dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih mantap dalam pemujaan, perlu mengenal dan menghayati sosok leluhur. Salah satu caranya dengan membaca dan mendalami babad kawitan. Read more » Misteri Tragedi Puri Tarukan

Page 1 of 712345...Last »