Bagaimana Menetapkan Hari Nyepi

“Nyepi” kita ketahui sebagai hari raya, tahun baru umat Hindu di Indonesia. Namun tidak banyak yang mengetahui bagaimana caranya menetapkan hari raya Nyepi, atau lebih tepat Sistem kalender apa yang digunakan untuk menetapkan tahun baru itu.

Sistem kalender yang digunakan adalah “Kalender Saka-Bali”. Kalender Saka menggunakan Tahun Saka, yakni penetapan sistem kalender oleh Raja Kaniska I dari Dinasti Kusana, India Selatan pada 21 Maret 79 Masehi. Read more » Bagaimana Menetapkan Hari Nyepi

Nyepi Agar Tetap Ajeg

Nyepi meliputi aspek menyeluruh dari Trihita Karana (parhyangan, pawongan, palemahan). Oleh karena itu rangkaian acara penyepian berurutan sebagai berikut:

1. Melasti: Mala (keletehan) – Asti (dilebur/ dibuang) maka umat Hindu melasti ke laut.

Laut adalah sumber tirta amertha kamandalu, yaitu mengandung ‘sapta-gangga’ (laut India sebagai muara dari 7 sungai suci di India: Gangga, Sindu, Saraswati, Yamuna, Kaveri, Sarayu, dan Godavari). Read more » Nyepi Agar Tetap Ajeg

Tahun Saka dan Hari Raya Nyepi

Astronomi (Ilmu perbintangan) yang menjadi patokan perhitungan untuk hari-minggu-bulan-tahun bagi umat manusia sebenarnya sudah dikenal di India sekitar 12.000 tahun Sebelum Masehi (SM). Dari India astronomi ini menyebar ke benua Eropa dan Asia.

Weda yang diwahyukan sekitar 3000 tahun SM disebut sebagai Weda Sruti. Sifat-sifat kebenaran Weda Sruti menurut para Maha Rsi adalah:

  1. Pratiyaksa (dapat dirasakan/ diamati),
  2. Adhiyatmika (dapat dipikirkan/ direnungkan), dan
  3. Paroksa (dapat dipelajari/ didiskusikan). Read more » Tahun Saka dan Hari Raya Nyepi

Nyepi Untuk Dunia

Di Konferensi UNFCCC ybl di Nusa Dua, kami yang tergabung dalam Kolaborasi Bali Climate Change sempat menyentak sidang dengan kejutan, selanjutnya membuat banyak peserta bertanya-tanya “What is Nyepi?” dan “How can you do that?”

Sentakan pertama, di gerbang entrance, kami membagi-bagikan brosur Nyepi yang sudah dikemas berbahasa Inggris dengan terminology baru “The Silent Day” Read more » Nyepi Untuk Dunia

Nyepi for The World

The silent day, A way to anticipate global warming

Balinese used to celebrate the Saka New Year. The Saka year is 78 years behind the Gregorian because it was created in 78 AD to mark the crowning of King Kaniska 1 of the Kusana Dynasty, in India. The Saka calendar found its way to Bali through the spread of Hinduism from India to Indonesia and eventually Bali.

For Balinese, Nyepi is a day of silence and non activity to welcome the New Year. On Nyepi, Balinese are suggested to refrain from lighting fire, working, feeding the senses, and travelling or getting out of the house. Read more » Nyepi for The World

Makna Nyepi dan Pengembangan Kebersamaan Umat

Banyak kalangan lain melihat keunikan tersendiri bagi umat Hindu Nusantara merayakan Tahun Barunya. Umat lain merayakannya dengan kemeriahan, pesta makan-minum, pakaian baru, dan sebagainya.

Umat Hindu, justru di Tahun Baru Saka yang jatuh pada “Penanggal Ping Pisan Sasih Kadasa” menurut sistem kalender Hindu Nusantara, yaitu di saat “Uttarayana” (hari pertama matahari dari katulistiwa menuju ke garis peredaran di lintang utara), merayakannya dengan sepi yang kemudian bernama “Nyepi” artinya membuat suasana hening: Read more » Makna Nyepi dan Pengembangan Kebersamaan Umat

Nyepi vs The Silent Day

Short article from UNFCCC – Bali 2007

Dalam sidang-sidang UNFCCC, terminology ‘Nyepi’ tidak diterima oleh peserta, tetapi disetujui ‘The Silent Day’ (TSD) yakni tgl 21 Maret setiap tahun.

Memang sejak awal saya juga sudah hati-hati, karena memang benar antara Nyepi dengan TSD beda. Nyepi dalam rangka tahun baru saka di Bali berkaitan dengan agama Hindu, ritual, tattwa, dan susila. Read more » Nyepi vs The Silent Day

Page 1 of 212