Prajapati dan Mrajapati

Prajapati adalah ‘nama’ lain dari Sanghyang Widhi, di mana istilah itu terdiri dari dua kata bahasa kawi, yaitu: ‘praja’ artinya ‘kemanusiaan (manusia)’ dan ‘pati’ artinya ‘inti’ sehingga secara harfiah prajapati disimpulkan sebagai ‘inti manusia’, yaitu ‘atman’ (roh) yang sama dengan/ pecahan brahman (Sanghyang Widhi).

Mrajapati atau Merajapati terdiri dari dua kata bahasa Kawi (jawa kuno) di mana ‘meraja’ artinya ‘menjadi penguasa’ sedangkan ‘pati’ seperti penjelasan di atas artinya ‘roh’. Jadi ‘meraja pati’ artinya ‘penguasa roh’. Read more » Prajapati dan Mrajapati

Sekilas Sejarah dan Perkembangan Hindu

Sejarah dan Perkembangan Agama Hindu secara singkat dimulai sebagai berikut: Weda diperkirakan diwahyukan oleh Hyang Widhi sejak 2500 tahun sampai 1500 tahun Sebelum Masehi.

Weda tidak diwahyukan sekaligus, tetapi bertahap melalui jarak waktu sekitar 1000 tahun dan diterima oleh tujuh Maha Rsi (Sapta Rsi), yaitu: Grtsamada, Wiswamitra, Wamadewa, Atri, Bharadwaja, Wasista, dan Kanwa. Read more » Sekilas Sejarah dan Perkembangan Hindu

Sekilas Mudra

MUDRA seperti yang diuraikan dalam Buku Mudra’s on Bali karangan Kat Angelino, berasal dari kata “mud” yang berarti “membuat senang”. Dalam hal ini maksudnya adalah membuat senang para Dewata yang dipuja.

Mudra diwujudkan dalam sikap-sikap badan, sikap-sikap tangan, dan sikap-sikap jari ketika memuja. Read more » Sekilas Mudra

Dharma Yatra

Dharma Yatra adalah salah satu dari sad (enam) dharma, yaitu:

  1. Dharma Wacana: ceramah agama
  2. Dharma Tula: tanya jawab agama
  3. Dharma Gita: nyanyian agama
  4. Dharma Sadhana:merealisasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari
  5. Dharma Santi: pertemuan untuk saling memaafkan kesalahan masing-masing serta berjanji untuk tidak membuat kesalahan lagi di kemudian hari
  6. Dharma Yatra: bepergian/ perjalanan agama

Read more » Dharma Yatra

Kerawuhan

Hakekat kerawuhan hendaknya ditinjau dari logika berdasarkan Sastra Agama. Apakah mungkin Ida Sanghyang Widhi Wasa melalui Bethara-Bethari manifestasi-Nya mewujudkan bentuk diri memasuki badan atau suksma seseorang?

Bukankah Beliau “Acintya” tidak dapat dibayangkan, dipikirkan, apalagi dilihat dengan mata atau didengar suaranya? Hanya Maha Rsi tertentu di jaman Weda saja yang dapat menerima wahyu-wahyu-Nya. Read more » Kerawuhan

Cycle of Life

According to Hindu religious beliefs, after death, a soul passes into another body. During its tenure in the body, the soul is in torment. Consequently, the soul is always seeking to free itself from incarnation so that it can attain enlightenment or moksa.

Once enlightenment is achieved, both the body and soul can join their cosmic equivalents forever. Therefore, when a person dies, but its soul fails to achieve moksa, it will continue with the cycle of life through incarnations. Read more » Cycle of Life

Berupacara Dengan Biaya Murah

Upacara adalah salah satu dari tiga kerangka Agama Hindu. Dua lainnya adalah Tattwa dan Susila.

Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan bagaikan sebutir telur, Tattwa diibaratkan sebagai sari telur yang berwarna kuning, Susila diibaratkan sebagai putih telur, dan Upacara diibaratkan sebagai kulit telur. Read more » Berupacara Dengan Biaya Murah

Page 3 of 3112345102030...Last »