Tattwa, Kedudukan, dan Perbedaannya
Pulau Bali pernah mengalami musibah besar di mana rakyatnya melarat karena bencana alam yang sambung menyambung, tanaman pangan selalu rusak karena diserang hama, dan wabah penyakit menjalar cepat mematikan manusia dan binatang peliharaan. Read more » Palinggih Hyang Kompiang, Kawitan, Paibon, Padarmaan
Sebuah Bangunan Suci Karya Jenius Maha Rsi
Meru adalah salah satu bentuk niyasa berupa bangunan suci stana Ida Bhatara (manifestasi Ida Sanghyang Widhi Wasa) yang dalam tradisi beragama Hindu di Bali disebut pelinggih. Bangunan meru terdiri dari tiga bagian, yaitu:
- Bagian pertama adalah pondamen atau bebaturan dibuat dari bahan batu, semen, paras, batu-bata, dengan ornamen yang disebut karang gajah, karang paksi, dan karang bun.
- Bagian kedua, di atas bebaturan ada gedong yang biasanya dibuat dari bahan kayu atau pasangan batu.
- Bagian ketiga atap atau kereb yang bertumpang-tumpang, dibuat dari bahan kayu dan ijuk. Terkadang atap bertumpang ini dibuat pula dari bahan seng, genting, atau semen-beton. Read more » Meru
Penggunaan “pedagingan” pada pelinggih-pelinggih atau bentuk-bentuk niyasa di suatu Pura atau Sanggah Pamerajan diatur dalam Lontar Bhuwana Tattwa Maha Rsi Markandheya, Gong Besi, dan Sanghyang Aji Swamandala.
Jika bangunan-bangunan itu tidak diberi pedagingan maka dalam Sanghyang Aji Swamandala disebutkan: Read more » Pedagingan
Padmasana merupakan singgasana bagi Sanghyang Widhi. Dia adalah yang tertinggi dan yang paling tinggi, yang terbesar dan yang paling besar. Alam Semesta Raya, dengan bintang-bintang, matahari, bulan, bumi, dan seluruh makhluk yang ada di dalamnya, diciptakan dan dikuasai oleh-Nya.
Kepada-Nya-lah sekarang roh kita menghadap untuk memohon berkah karunia berupa suatu kemampuan agar diperkenankan memuaskan para Dewa serta memohonkan ampun para Pitri yang sudah berada di Alam Dewata, mulai dan tingkat bawah sampai ke tingkat paling atas, dan khususnya para Pitri yang melinggih di Pura tempat kita memuja. Read more » Padmasana dan Pitri
1. Sanggah Pamerajan dibedakan menjadi 3:
- Sanggah Pamerajan Alit (milik satu keluarga kecil)
- Sanggah Pamerajan Dadia (milik satu soroh terdiri dari beberapa ‘purus’/ garis keturunan)
- Sanggah Pamerajan Panti (milik satu soroh terdiri dari beberapa Dadia dari lokasi Desa yang sama) Read more » Sanggah Pamerajan – Seri II
|
|
Recent Comments