Angka 108 merupakan angka keramat bagi pemeluk Hindu di mana:
1. 1+0+8 = 9 berkaitan dengan pangider-ider Dewata Nawa Sangga (sembilan Dewa yang menyangga bumi dari arah mata angin) Read more » 108
|
||||
|
Angka 108 merupakan angka keramat bagi pemeluk Hindu di mana: 1. 1+0+8 = 9 berkaitan dengan pangider-ider Dewata Nawa Sangga (sembilan Dewa yang menyangga bumi dari arah mata angin) Read more » 108 Ada keluhan yang “lucu” dari salah seorang rekan, katanya nanti kalau mati lalu menjelma lagi apakah akan jadi orang Bali (yang minoritas, ditekan), mendingan jadi orang Amerika? (yang makmur, tetapi diteror oleh Osama bin Laden). Akhirnya ya takut juga jadi orang Amerika. Jawaban saya: MAKANYA JANGAN LAHIR KEMBALI MENJADI MAKHLUK APA PUN. Read more » Jangan Lahir Kembali Untuk orang yang meninggal dunia penjelasannya lebih lengkap, mengacu pada Lontar Catur Cuntaka, dan Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu sebagai berikut: 1. Bila sudah lama meninggal (lebih dari 42 hari sejak dikubur), lalu akan dibuatkan upacara Pitra Yadnya, maka cuntaka mulai sejak upacara Mejauman, sampai Ngaben. Read more » Cuntaka dan Mawinten Saya ingin menjelaskan tentang Dana Punia, namun jika ada yang sudah memahami tentang hal ini saya minta maaf, ibarat “nasikin segarane” (memberi garam ke laut). 1. Bhakti Marga, adalah salah satu jalan menuju Hyang Widhi dengan memuja-Nya secara tulus ikhlas. Mereka yang melakukan dengan baik disebut Bhakta. Bhakti ada dua kelompok besar yaitu: Para Bhakti dan Apara Bhakti. Para artinya utama, sehingga Para Bhakti disebut sebagai cara memuja Hyang Widhi yang utama (nomor satu), sedangkan Apara Bhakti adalah cara memuja Hyang Widhi yang tidak utama (nomor dua). Para Bhakti sulit dilaksanakan tanpa Apara Bhakti, demikian sebaliknya. Read more » Dana Punia Bahwa Tuhan (Sanghyang Widhi/ Brahman) telah menciptakan Panca Mahabhuta (alam semesta yang terdiri dari 5 unsur, yaitu:
Ada pertanyaan dari teman-teman tentang Manawa Dharmasastra atau Manu Dharmasastra. Saya kutipkan kalimat dari Buku Parasara Dharmasastra (wedasmerti untuk kaliyuga) oleh Wayan Maswinara, penerbit Paramita 1999, pada halaman 2 – 3. Menurut ajaran Hindu, masa atau jaman ini dibagi menjadi 4 yuga atau siklus, dan setiap samhita diperuntukkan bagi setiap yuga. Read more » Manu dan Parasara Dharmasastra Hakekat kerawuhan hendaknya ditinjau dari logika berdasarkan Sastra Agama. Apakah mungkin Ida Sanghyang Widhi Wasa melalui Bethara-Bethari manifestasi-Nya mewujudkan bentuk diri memasuki badan atau suksma seseorang? Bukankah Beliau “Acintya” tidak dapat dibayangkan, dipikirkan, apalagi dilihat dengan mata atau didengar suaranya? Hanya Maha Rsi tertentu di jaman Weda saja yang dapat menerima wahyu-wahyu-Nya. Read more » Kerawuhan |
||||
|
Copyright © 2013 Stiti Dharma Online - All Rights Reserved. |
||||
Recent Comments