Upacara Tiga Bulanan dilaksanakan pada saat bayi berusia 105 hari atau tiga bulan menurut perhitungan Kalender Bali, yaitu 3 x 35 hari = 105 hari. Tujuannya adalah:
- Berterima kasih kepada “nyama bajang” atas bantuannya menjaga si-bayi sewaktu masih di dalam kandungan dan karena tugasnya sudah selesai, memohon nyama bajang kembali ke tempatnya masing-masing. Read more » Tiga Bulanan
Fungsi Pelangkiran:
1. Untuk anak yang baru lahir sampai diupacarai 3 bulan, maka dibuatkan pelangkiran dari ulatan lidi/ ibus yang dinamakan berbentuk bulat, digantungkan di atas tempat tidur bayi.
Itu adalah stana Sanghyang Kumara, putra Bhatara Siwa yang ditugasi ngemban para bayi. Read more » Sekilas Fungsi Pelangkiran
Upacara untuk memohon Tirtha Wasuh Pada yang merupakan berkah para Dewa kepada seluruh masyarakat pemuja, dilakukan sepenuhnya oleh Pemangku Pura. Pelaksanaannya, tahap demi tahap adalah sebagai berikut:
1. Menyucikan Sajen-sajen
Untuk menyucikan sajen-sajen sehingga patut dipersembahkan kehadapan para Dewa, Pemangku memerlukan air suci yang disebut Tirtha Pengeresik Banten. Read more » Kamandalu: Tirtha Wasuh Pada Berkah Dewata
Saya sudah lama berpikir bahwa banten-banten yang digunakan dalam ritual/ upacara di Bali itu: terlalu banyak, terlalu mahal, terlalu sulit, dan … sia-sia. Kalau banyak, mahal, dan sulit tidak perlu dijelaskan karena rekan-rekan sudah mengerti.
Tetapi yang saya berani katakan sia-sia karena: Read more » Banten Yang Banyak, Mahal, Sulit, dan … Sia-Sia
Om Swastyastu. Buku ini di-punia-kan kepada umat Hindu di mana pun berada, sebagai sebuah Jnyana-Yadnya dari kami, dengan harapan dapat digunakan di saat bersembahyang baik dalam rangka suatu upacara tertentu maupun dalam kehidupan sehari-hari. Read more » Doa Sehari-Hari Menurut Hindu
1. Mebija yang benar (menurut Weda Parikrama):
- Ubun-ubun: Om Ing Isana ya namah
- Sela-sela alis: Om Tang Tat Purusha ya namah
- Pangkal tenggorokan: Om Ang Agora ya namah Read more » Mebija dan Muspa
1. PENDAHULUAN
Pengabenan Swasta Agni adalah pengabenan sederhana dengan biaya rendah yang sangat dianjurkan kepada masyarakat dewasa ini.
Dalam menyelenggarakan upacara yadnya dikenal ada tiga tingkatan upacara, yaitu: Utama, Madya, dan Kanista; masing-masing tingkatan itu dibagi lagi menjadi tiga tingkatan sehingga menjadi: Kanistaning Utama, Madyaning Utama, dan Utamaning Utama, demikian seterusnya sehingga sebenarnya seluruh tingkatan itu menjadi sembilan. Read more » Upacara Pengabenan Swasta Agni Nandang Mantri
|
|
Recent Comments