APAN IKING DADI WWANG, UTTAMA JUGA YA, NIMITTANING MANGKANA, WENANG YA TUMULUNG AWAKNYA SANGKENG SANGSARA, MAKASADHANANG SUBHAKARMA, HINGANING KOTTAMANING DADI WWANG IKA. (SARASAMUSCCAYA, 4)
Atman yang menjelma menjadi manusia adalah sungguh utama, sebab ia akan dapat menolong dirinya dari keadaan sengsara (lahir dan mati berulang-ulang) dengan jalan berbuat baik; demikianlah keuntungannya dapat menjelma menjadi manusia. Read more » Satyam, Siwam, Sundaram Menuju Moksartham Jagadhita
Sejak jaman purba terdapat keyakinan bahwa air sungai Gangga itu mempunyai kekuatan melebur dosa dan kenodaan rohani dan jasmani.
Di dalam Veda-Veda, kemudian di dalam Mahabharata, mulai dan ceritera pertama sampai terakhir, kesucian dan sifat melebur dosa air sungai Gangga itu selalu disebut-sebut. Read more » Sungai Gangga
Kebenaran, adalah suatu pandangan dan nilai yang mula-mula bersifat subjektif karena bersumber dari diri masing-masing pribadi. Kualitasnya tergantung dari tingkat kemampuan dan kecerahan olah pikir yang didasari kecerdasan, kesehatan spiritual, dan nalar seseorang. Read more » Kebenaran
Minggu lalu saya muput ngaben seorang warga Hindu di Singaraja. Sang Lina ketika meninggal baru berusia 43 tahun, usia yang masih sangat produktif. Keluarganya menjelaskan sang lina meninggal karena menurut dokter ‘kekurangan gizi’ karena sang lina melakukan brata sebagai vegetarian terlalu ketat.
Ibunya sambil menangis cerita bahwa anaknya sangat patuh pada brata vegetarian, tidak pernah makan daging sejak SMP. Ada juga keluarga saya tinggal di Denpasar, dulunya bekerja di suatu BUMN, tetapi di usia muda, 35 tahun terpaksa diberhentikan bekerja karena matanya buta, dan telinganya tuli. Read more » Vegetarian
Dalam Lontar Tutur Kuturan, disebutkan bahwa ketika Ida Mpu Kuturan datang ke Bali, ada seekor manjangan (rusa) yang menghampiri beliau dan menawarkan diri untuk ditunggangi menuju Bali. Beliau ‘mendarat’ di Cekik.
Tempat itu bernama cekik karena Ida Mpu Kuturan agak keras memegang leher Manjangan itu, berdasar firasat bahwa beliau sudah sampai di Bali. Si Manjangan lalu turun ke bumi. Tempat itu sampai sekarang bernama hutan Cekik (pertigaan Negara – Singaraja). Read more » Mpu Kuturan dan Menjangan
Sampradaya, bila dilaksanakan sesuai dengan tujuannya, menurut beberapa upanisad, bertujuan baik, yakni mencerdaskan dan menguatkan pengetahuan spiritual para anggota kelompoknya sehingga mereka menjadi manusia yang taat melaksanakan ajaran agama.
Namun demikian, sampradaya bisa mengarah ke hal negatif bilamana dipimpin oleh rohaniawan yang mempunyai misi dan visi menyimpang, misalnya: Read more » Quo Vadis Sampradaya
Dalam Lontar Wrhaspati Tattwa disebutkan bahwa ketika keadaan kosong (dunia belum tercipta) hanya ada dua unsur halus yang merupakan kenyataan tertinggi, yaitu Cetana (unsur kesadaran) dan Acetana (unsur ketidaksadaran).
Cetana terbagi tiga: Parama Siwa (kesadaran tertinggi), Sada Siwa (kesadaran menengah), dan Siwa (kesadaran rendah). Read more » Sekilas Penciptaan Dunia
|
|
Recent Comments