Catur Marga (empat jalan – menuju kepada-Nya):
- Bhakti Marga
- Karma Marga
- Jnyana Marga
- Raja/ Yoga Marga
adalah ‘jalan’ atau upaya menghubungkan atman dengan brahman sehingga ada ‘kedekatan’ untuk tujuan kemuliaan atman, dengan harapan semoga jika tiba saatnya kita wafat, atman dapat bersatu dengan brahman. Dengan kata lain, untuk mencapai moksah, yakni tujuan hidup tertinggi dari catur purushartha (dharma, artha, kama, moksa).
Tidak ada orang yang menjalankan catur marga itu sendiri-sendiri atau terpisah-pisah, karena satu sama lainnya berkaitan. Perincian menjadi empat itu hanyalah untuk mengukur dan memilih ‘bobot’ jalan yang mana yang bisa diutamakan, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Misalnya seorang yang kurang pengetahuan agama-nya, mungkin dengan mengutamakan bhakti marga dan karma marga saja, ditambah pengetahuan minim (misalnya) rajin melakukan trisandya (termasuk jnyana marga) dan asana (termasuk yoga marga). Bobotnya adalah bhakti marga.
Tetapi seorang wiku tentu bobotnya pada jnyana marga dan yoga marga, walaupun bhakti marga yang menjadi dasar dan karma marga tidak juga ditinggalkan.
Kesimpulannya: keempat marga itu dilaksanakan bersama-sama, namun pemilihan mana yang utama tergantung dari kemampuan individu. Inilah salah satu contoh ‘kebesaran Agama Hindu’ yang membedakannya dengan agama-agama lain yang dogmatis.

Recent Comments