Dang Acarya

Kalau ditelusuri Sejarah Bali, ternyata di sekitar abad 11 – 14 para Sulinggih/ Maha Rsi tugasnya lebih banyak sebagai ‘Acarya’, yaitu memberikan dharma wacana, berkeliling ke desa-desa, bahkan tanpa diundang.

Beliau berinisiatif sendiri mengumpulkan umat untuk diajak berbincang-bincang tentang dharma. Bukti sejarah, adanya pura-pura: Pulaki, Ponjok Batu, Rambut Siwi, Peti Tenget, Sakenan, dan lain-lain sebagai penghormatan/ pemujaan kepada Ida Danghyang Nirartha karena di tempat-tempat itu beliau pernah ‘mondok’ memberikan dharma wacana.

Itu dilakukan setelah beliau mendapat pengalaman pahit, punah/ merosotnya Hindu di Jatim. Untuk mempertahankan Bali tetap Hindu, maka beliau menjadi Acarya, sehingga bergelar pula ‘Dang Acarya’.

Sekarang, sejarah terulang, Bali menghadapi ‘serangan’ gencar. Maka para Sulinggih mohon turun gunung, jangan ada ‘gap – communication’ dengan umat, baik karena bahasa, tata-krama, anggah-ungguh, dan lain-lain.

Umat juga jangan segan-segan/ malu-malu/ ewuh-pakewuh, menghubungi Sulinggih, tatap langsung, via telepon, via internet, dan lain-lain.

Published by

Bhagawan Dwija

Bhagawan Dwija dari Geria Tamansari Lingga, Singaraja, lahir di Singaraja tanggal 13 Maret 1945. Pendidikan dimulai di Sekolah Rakyat No. 1 Singaraja, dilanjutkan ke SMP No. 1 Singaraja, SMEA Singaraja, FE UniBraw Malang, Sekolah Kader Pimpinan I BRI Jakarta, Univ. of Phillippines, Los Banos, dan SESPIBANK Jakarta.

9 thoughts on “Dang Acarya”

  1. 1
    Gede Agustapa says:

    saya suka artikel ini.

  2. 2
    I Gde Agus Mahartika says:

    Suksma atas Wejangannya, semoga semuanya selalu diberikan keselamatan , Budi pekerti dan Pemikiran yg Dharma untuk mencapai Kedamaian bagi semuanya tanpa mengurangi rasa hormat kepada semua Warna dan Unsur yg ada di Alam Semesta ( Jagadita ya Caiti Dharma ) Astungkara

  3. 3
    Komang Armawan says:

    Artikel yang sangat inspiratif dan motivatif. Semoga semua sulinggih yang ada baik di Bali maupun luar Bali punya pemikiran dan spirit yang sama dengan Ratu Bhagawan sehingga Hindu bangkit kembali dan ajaran Weda menyebar keseluruh pelosok negeri

  4. 4
  5. 5
    ikm says:

    om swasti astu

    kemungkinan ada beberapa kawan saya yang tertarik masuk hindu.tetapi terbentur masalah soroh/kasta. dan mereka berpikir jika masuk hindu akam tetap tersisih karena tidak ada soroh/kasta untuk mereka. mohon solusinya/pencerahannya

    om santi santi santi

    • 5.1

      Om Swastyastu,

      Kasta stelsel sudah tidak eksis lagi di Bali. Berbicara Hindu tentu tidak dalam pandangan sempit hanya Bali saja.

      Om Santih, santih, santih, Om

  6. 6
    De'Oka says:

    like diz…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *