Welcome to Stiti Dharma Online Guestbook. You can comment to our site as you want. Hope it is a usefull comment not spam. Thanks!
|
||||
|
Guestbook :: Page 1
GuestbookWelcome to Stiti Dharma Online Guestbook. You can comment to our site as you want. Hope it is a usefull comment not spam. Thanks! 293 comments to GuestbookLeave a Reply Cancel reply |
Read & Think ItBecause of a great love, one is courageous. Lao Tzu
Ask Bhagawan Dwija
Facebook: Bhagawan Dwija mengharap Anda turut berpartisipasi medana punia melalui rekening: 0088-01-019616-50-7 atas nama Ida Pdt Sri Bagawan DWNS pada BRI Cabang Singaraja. Dana punia Anda akan digunakan untuk membina umat sedharma berupa pencetakan/mengcopy buku-buku Agama Hindu, dll Any comment you make here, will be routed directly to his email. So if there is question in there, he will reply you. Features
Moon Cycle
Recent Comments
Top Comments
Recent Trackbacks
Daily Hits
Monthly Hits
Top Hits
Who's Online25 visitors online now |
|||
|
Copyright © 2013 Stiti Dharma Online - All Rights Reserved. |
||||
om swastiastu
kalau boleh tahu apa arti dari mimpi dan didalam mimpi itu di suruh pusung rambut kayak pedanda gitu ??
suksma
om shanti,shanti,shanti om
Om Swastyastu,
Akan kehilangan benda/sesuatu
Om Santih, santih, santih, Om
Om Swastyastu,
Ratu Bhagawan, suatu saat titiang bermimpi sembahyang di suatu Pura dan saat selesai sembahyang Ida Pedanda menuliskan Ongkara ke dahi titiang. Napi sujatine niki? Suksma,
Om Santhi, Santhi, Santhi Om
Om Swastyastu,
Nalar dari kanda-pat yang suci. Anda sebaiknya menekuni ajaran agama lebih giat lagi.
Om Santih, santih, santih, Om
Om Swastyastu, Terkait takep tangan saat melakukan sembah, Ida Bhgawan telah menjawab bahwa Ibu jari sejajar kening jika menyembah Widi, Dewa, Pitara dan Bhuta. Nah jika menyembah Rsi dan manusia, sejajar apa posisi ibu jari? om shantih, shantih, shanti Om
Om Swastyastu Ida Hyang Bhagawan
Titiang jagi metaken,akhir2 ini semua keluarga ( tiang,bapak maupun ibu tiang selalu bermimpi buruk)
Misalnay ibu tiang bermimpi digigit anjing dan juga di gigit tawon.Apakah makna dari mimpi itu? Dan ternyata beberapa hari setelah mimpi tsb,ibu saya jatuh sakit. Tapi sblum sakit ibu saya sempat bermimpi bahwa ada orang yg memberitahukan untuk berobat dengan boreh beras cekuh dgn bangle merah,lalu orang tsb juga memberitahukan untuk berobat ke Jalan SaaB NO 3,tApi kami tidak mrngerti akan mimpi itu. Kebetulan di depan gang kami ada pelinggih /tugu.kami berasumsi bahwa orang di mimpi itu adalah perwujudan dari yg melinggih di tugu itu. Karena dulu bapak saya sempat menyarankan untuk menbangun pelinggih tsb,karena bnyk kejadian aneh di gang kami,dan setelah tugu itu didirikan tdk ada lagi kejadian aneh2 itu.
Suksma Hyang Bhagawan atas waktunya.
Om Swastyastu,
Kemungkinan tanah pekarangan anda termasuk kategori “karang panes” Perlu upacara mecaru. Pelinggih didepan gang itu bernama Indrablaka. Perlu sesajen yang rutin, terutama di hari tilem dan kajeng keliwon.
Om Santih, santih, santih, Om
Om Swatyastu Ratu Bhagawan….
Saya ingin menanyakan arti mimpi….Beberapa waktu yg lalu saya bermimpi melihat wanita yg sangat dekat dengan saya…berpakaian long dress merah muda dengan menggendong bayi mendekati memeluk dan mencium pipi saya…
Menurut Ratu Bhagawan apa makna mimpi saya tersebut?
Suksme,,,semoga sehat,bahagia dan damai selalu…
Om Swastyastu,
Anda akan mendapat malu atau dipermalukan didepan orang banyak
Om santih, santih, santih, Om
Om Swastyastu,
Untuk menghormati (bukan nyembah) Rsi, ucapkan “Om Swastyastu” dimana tangan dikatupkan dan berada di posisi dada/uluhati.
Untuk menyembah ortu yang masih hidup = menghormati Rsi, tetapi si anak duduk di lantai dihadapan ortu yang berdiri/duduk di korsi.
Untuk menghormati orang yang lebih tua = menghormati Rsi
Kenapa demikian, karena sembah-sembah itu berhubungan dengan kesakralan kepala manusia (Hindu-Bali) dimana di ubun-ubun adalah siwadwara (sivadvar)yakni “tempat” keluar/masuknya atma ketika sebagai janin atau ketika meninggal dunia. Siva-dvar artinya “pintu Siwa = Atman = Tuhan”
Om Santih, santih, santih, Om
Titiang sampun taen mecaru ring pekarangan,mecaru amanca sampun kaping kalih…
juga di pelinggih tsb sudah diadakan odalan tiap buda kliwon matal
Om Swastyastu,
Yening sampun jangkep ngaturang aci sekadi punika, napi ye malih sane ngeranayang. Indayang malih metaken ring lelingsir sane wikan, menawi wenten kabrebehan lianan, minakadi ring manusa, ring dewa, ring bhuta, lan ring leluhur.
Om Santih, santih, santih, Om
Om swastiastu Ratu Bhagawan….
Tiyang mau bertanya mengenai mebayuh oton :
1. Apakah makna dari pelaksanaan mebayuh oton ?
2. Berapa kali seharusnya dilaksanakan…? Karena tiyang pernah diberitahu ada yang harus dilakukan beberapa kali tergantung kelahiran dan harus berturut-turut diotonan berikutnya…?
3. Siapa yang muput upacaranya…?
4. Dimana harusnya diadakan upacara mebayuh ini…?
4. Apakah banten upacaranya berbeda2x satu orang dengan yang lainnya…?
5. Terakhir kali tiyang mebayuh di salah satu Griya di Gianyar, kemudian diberitahukan ada sesangi sane numadi berupa rantasan saperadeg yang harus tiyang haturkan di sanggah kemulan tiyang pada saat piodalan. Apa yang dimaksud rantasan saperadeg itu..?
Mohon bimbingan Ratu… Matur Suksema…
Om Shanti Shanti Shanti Om…..
Om Swastyastu,
1. Mebayuh artinya meneduhkan. Yakni upaya/permohonan agar hal-hal negatif yang meliputi sifat, prilaku, perjalanan nasib, dapat dikurangi atau dihilangkan. Pembawaan sejak lahir itu terdiri dari :
a. Karmawasana di kehidupan yang lampau
b. Pengaruh posisi trilingga (bulan, bintang, matahari) ketika lahir
c. Pengaruh prilaku ayah, ibu, saudara, dan lingkungan
Maoton artinya merayakan hari kelahiran menurut pawukon.
2. Sekali saja, tetapi yang benar, tepat dan mantap.
3. Sulinggih
4. Bermacam-macam, menurut petunjuk Lontar Jyotisha
5. Ya berbeda menurut kelahiran : wuku, saptawara, pancawara
6. Rantasan saperadeg = kampuh = pakaian baru (adat Bali) satu stel.
Om Santih, santih, santih, Om
Om Swastiastu,
Ratu Bhagawan sane banget suciang titiang, tiang matur suksma banget , duaning napi sane kesulitan tiang sane katulis ring web site puniki sampun kecawis olih ratu bhagawan, mangkin wenten sane tiang tanyakan :
1. saya punya rumah dengan posisi berada di sebelah timur jalan menuju merajan dan sebelah barat dari jalan merajan tersebut adalah rumah kakak saya, dan rumah yang saya tempati belum ada dapur dan kamar mandinya , paadahal masih ada lahan kosong di utara dan selatan bangunan rumah, sampai saat ini untuk mandi dan dapur tiang gunakan bangunan di barat ( megat pemedal merajan ),menurut orang tua ( tidak boleh megat pemedal sanggah utk masak dan mandi ) apakah seperti itu ato apa akibatnya jika terus itu dilakukan ?
2. jika ada rejeki saya kepingin membuat dapur dan kamar mandi , apakah bisa kamar mandi dan dapur dibangun diatas satu pondasi ( satu atap), dan sebaiknya dibangun disebelah utara rumah atau di selatan rumah (posisi merajan ada paling selatan)?
suksma aturang titiang,
om santih, santih, santih ,om
Om Swastyastu,
Benar kata ortu itu. Jadi sebaiknya membangun dapur dan kamar mandi di pekarangan/rumah sendiri bergabung satu atap dengan rumah induk. Itu namanya rumah “jejawaan” asal kata “jawa” = “jaba” artinya “diluar” maksudnya diluar aturan lontar asta kosala-kosali. Jadi boleh saja seperti rumah-tumah modern zaman sekarang.
Om Santih, santih, santih, Om