Guling Pemapag Pada Upacara Tiga Bulanan

QUESTION:

  1. Napi suksman tur falsafah guling pemapag ring upacara tiga bulanan.
  2. Napi wenten suksman bebangkit sareng guling bebangkit; napi falsafahne.
  3. Napi kasuksman Pinandita sedurung nganteb mangda ngajeng sedah/ tampinan.
  4. Napi suksman adigama lan dewagama pada: pamangku waktu nganteb, dan pamangku dengan para pejabat yang datang sembahyang.
  5. Napi hubungan antara banten jejanganan waktu manusa yadnya dengan sok cegceg pada pengabenan.

ANSWER:

1. Guling pemapag pada upacara tiga bulanan bertujuan untuk mapag/ mendak Ida Sanghyang Rare Kumara agar berstana/ melingga menjaga si-bayi. Sanghyang Rare Kumara adalah putra Bethara Siwa yang ditakdirkan tetap kecil dan diberi tugas menjaga bayi.

Bila ada bayi yang tidak diupacarai dengan banten pemapag maka Sanghyang Kumara boleh mengganggu bayi itu sehingga menangis berkepanjangan atau dibuat sakit-sakitan.

Sebaliknya bila Sanghyang Kumara menjaga bayi maka bayi akan diajak bercanda sehingga sering bayi tertawa-tawa atau senyum-senyum sendiri. Inilah penugrahan Bethara Siwa.

2. Guling Bebangkit adalah bagian dari banten bebangkit. Banten bebangkit ada dua macam, yaitu bebangkit yang menggunakan guling babi, dan bebangkit yang menggunakan guling bebek.

Keduanya sama, yaitu persembahan yang utamanya ditujukan kepada Bethara Gana, manifestasi Hyang Widhi yang menjaga keselamatan umat manusia.

3. Pinandita/ Pandita ngajeng sedah sebelum atau setelah nganteb/ muput boleh-boleh saja, tidak harus demikian. Namun beliau yang ngajeng sedah itu ingin mengkonsentrasikan pikiran ke hadapan Tri Sakti: Brahma, Wisnu, Siwa.

Simbol yang ada di dalam sedah: Brahma = Gambir, Wisnu = Base, Siwa = Apuh; sedangkan Buah, bisa menjadi simbol Wisnu, bisa menjadi simbol Brahma.

4. Adhigama dalam Bahasa Kawi berarti: pendapatan, pengetahuan, pelajaran, agem-ageman yang utama; sedangkan Dewagama berarti: pertimbangan untuk Dewa-Dewa, atau agem-ageman untuk pemujaan Para Dewa.

Kaitannya dengan pertanyaan di atas, bahwa seorang Jero Mangku yang sedang bertugas nganteb banten lebih mengutamakan pelaksanaan tugasnya memuja para Dewa dan memandang tamu/ pejabat yang datang ke Pura sama dengan para pemedek lainnya yang ngaturang sembah ke hadapan Dewa-Dewa.

5. Tetandingan Sok Cegceg pada pitra yadnya terdiri dari bahan-bahan mentah seperti isi daksina, ditambah peras cacahan (penyeneng) 1 tanding dengan uang kepeng 33 biji.

Tetandingan Jejanganan di sor waktu upacara Bajang Colong: kekayonan, jaja janganan, pelas gender, pelas gambang, pelas gong, nasi megleng, nasi celepuk, nasi bangkal, nasi pempatan, nasi peteluan, nasi bulan, nasi matanai, nasi yanglalah, jangan pusuh, jangan nangka, jangan gedang, lebeng matah, tulung 2, gandek 2, raka-raka, sampian bunter, sate janganan lengkap, ketipat cakra, jaja dedari-linggih linggihan-saraswati, rerasmenan, kulit peras, taledan megonjer, dll.

Sok Cegceg dihaturkan kepada Kanda-Pat yang menemani Sang Manjing (layon), yaitu: Sang Suratma, Sang Jogormanik, Sang Mahakala, Sang Dorakala; Jejanganan dihaturkan kepada Kanda-Pat yang menemani I Jiwa (rare) pada usia tiga bulan, yaitu: Sang Anggapati, Sang Prajapati, Sang Banaspati, Sang Banaspati Raja.

Jadi kesimpulannya bahwa ada perbedaan di tetandingan, tetapi ada kesamaan di tujuan sebagai berikut: Jejanganan untuk Kanda-Pat di waktu manusia berusia tiga bulan; Sok Cegceg untuk Kanda-Pat di saat manusia yang sama meninggal dunia.

Nama-nama Kanda-Pat berubah-ubah sesuai dengan tingkat umur manusia dan kelanjutan perjalanan Atma setelah meninggal dunia. Misalnya, Ari-ari berubah nama, ketika belum lahir bernama Karen – Anta, lalu setelah lahir bernama: Ariari – I Mekair – Sang Anggapati – Sang Sida Sakti – Sang Podgala – lalu setelah meninggal bernama Sang Suratma.

Kelak bilamana Atma sudah suci, bersatu dengan Brahman, maka Kanda-Pat itu bersatu pula dan berganti nama menjadi: Siwa (dari Sang Suratma), Sada Siwa, Parama Siwa, Sunia Siwa.

3 comments to Guling Pemapag Pada Upacara Tiga Bulanan

  • 1
    wiguna says:

    OM Swastyastu Ida Bhagawan, apakah yg dimaksud dgn guling itu guling penyepihan, dan dimana diletakan guling tersebut di mrajan atau dimn, setelah apa ngemargiang guling penyepihan tsb, suksma

  • 2
    wiguna says:

    OM Swastyastu Ida Bhagawan, apakah yg dimaksud dgn guling itu guling penyepihan, dan dimana diletakan guling tersebut di mrajan atau dimn, setelah apa ngemargiang guling penyepihan tsb,suksma

  • 3

    Hey very nice website!! Guy .. Beautiful .. Wonderful .. I’ll bookmark your web site and take
    the feeds additionally? I’m glad to find numerous helpful
    info here in the publish, we need work out extra techniques
    on this regard, thank you for sharing. . . . . .

    Here is my blog; how do i buy silver

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>