1. India
India benar diakui sebagai tempat di mana Veda diwahyukan oleh-Nya yakni di lembah 7 buah sungai suci dan kepada 7 orang Maha Rsi. Namun Veda diwahyukan tidak sekaligus, dalam rentang waktu yang berbeda, mencapai ribuan tahun.
Mengapa demikian? Karena Veda diwahyukan sejalan dengan perkembangan nalar/ pola pikir umat manusia. Oleh karena itu masing-masing Maha Rsi menyebarkan agama ‘Hindu’ kepada pengikutnya di perguruannya sehinga lama kelamaan terbentuklah sekte-sekte agama Hindu yang masing-masing mempunyai tafsir berbeda tentang ke-Tuhanan. Misalnya, sekte Vaisnawa menyatakan bahwa Tuhan adalah Visnu, sedangkan sekte Saiwa menyatakan bahwa Tuhan adalah Siva, dan lain-lain.
India pernah dijajah oleh suku bangsa Mughal (Moghul) yang beragama Islam sehingga budaya Islam dalam agama Hindu diadaptasi. Contoh: bentuk-bentuk mandir yang menyerupai Masjid. Contoh lain: dibangunnya sebuah masjid besar di bekas istana kelahiran Sri Krishna (lihat artikel Tirtayatra di Tanah Bharata).
Pertentangan Hindu – Islam di India kuat sejak dulu, sampai-sampai Gandhi sendiri gagal menjaga kesatuan India sehingga lahirlah Negara India dan Pakistan
2. Nepal
Sampai akhir ini (sebelum Raja digulingkan), Nepal adalah satu-satunya Negara dengan bentuk Monarki yang beragama Hindu. Nepal tidak pernah dijajah Moghul, sehingga tidak ada bekas-bekas percampuran budaya Hindu – Islam. Bentuk Nyatapol menyerupai di Bali, dalam artian, persembahyangan dilakukan di bawah langit, tidak di bawah kubah seperti Mandir.
3. Indonesia
Agama Hindu yang datang ke Indonesia adalah dari sekte Siwa-Siddhanta yang dikembangkan oleh perguruan Agastya dari Madya Pradesh. Di Indonesia (Jawa Tengah – Timur) agama ini bercampur dengan agama Budha dari sekte Mahayana, sehingga disebut sebagai Siwa-Budha (Siwa Bodha).
Menjelang keruntuhan Majapahit, agama ini menyebar ke Bali dan bercampur dengan kepercayan local dan beberapa sekte Hindu lainnya misalnya: Brahma, Visnu, Saiwa, Linggayat, Pasupataya, Bhairawa, Sora, dll. Sehingga menjadikan Agama Hindu seperti sekarang yang kita lihat di Bali.
Walaupun Bali tetap menjunjung tinggi Veda sebagai kitab suci, namun tidak seluruh Veda itu. Dikenal dengan nama ‘Veda Sirah’ Dalam keseharian orang Bali lebih banyak mengenal Lontar sebagai kitab suci/ acuan kehidupan. Lontar digolongkan sebagai Nibanda yakni ‘resume-resume’ Veda.
Maka tradisi beragama Hindu di India dan di Bali sangat banyak perbedaannya.

bagus saja