QUESTION:
Bagaimana hubungan antara Arya Kubun Tubuh, Arya Kloping, Arya … , karena semua mengambil nama dari pohon kelapa
ANSWER:
1. Penggunaan nama ‘kelapa’ dimulai dari ‘kumpi’-nya Airlangga atau anak dari Sire Aryeng Kepakisan (Jenggolo). Ketika istrinya hamil dia bermimpi bahwa bertepatan dengan kelahiran bayinya akan tumbuh sebuah kelapa yang besar di pamerajannya.
Oleh karena itu anaknya itu dinamakan Pangeran Nyuh Aya, selanjutnya anak Pangeran Nyuh Aya diberi nama Kiyai Kloping.
2. Setelah terjadi perdamaian pada perang saudara antara Jenggolo dengan Kediri, maka keturunan Kediri juga menggunakan nama-nama kelapa misalnya: Kiyai Kelapodiana, Kiyai Lurah Kubon Tubuh, dll.
Sebagai suatu tanda bahwa mereka bersaudara, dengan leluhur satu: Airlangga.
3. Babad Kawitan lainnya ada di koleksi saya, tetapi sulit dipostingkan karena sebagian masih berupa lontar, dan sebagian berupa buku tebal. Kalau mau ke Geria bisa saya bantu.

Osa..mohon pencerahan Hyang Bhagawan tentang Silsilah dari Arya Petandakan. Bolehkan saya mendapatkan copy dari Buku/Lontar dari Arya Petandakan? Bagaimana caranya saya mendapatkannya? Mohon kiranya Hyang Bhagawan berkenan membukakan tabir dari keluarga kami ini…sebelumnya saya haturkan banyak terima kasih, Om Santih Santih Santih Om.
@made darma: Airlangga mempunyai putra/i 4 orang : Sridewi Kili Endang Suci, Sri Jayabhaya, Sri Jayasabha, Sira Arya Buru; Sri Jayasabha mempunyai putra : Sira Aryeng Kediri; mempunyai putra Sira Aryeng Kepakisan; mempunyai putra Pangeran Nyuh Aya dan Pangeran Asak; Pangeran Nyuh Aya mempunyai putra/i : Winihayu Adi,Kiyai Petandakan, Kiyai Satra, Kiyai Akah, Kiyai Cacaran, Kiyai Pelangan, Kiyai Kloping, dan Kiyai Anggan. Kiyai Petandakan mempunyai putra : Gusti Batan Jeruk, Gusti Bebengan, Gusti Tusan, Gusti Gunung Nangka. Gusti Tusan mempunyai putra : Gusti Wayahan Waringin, Gusti Anakania, Gusti Dauh Alang, Gusti Tauka; Gusti Gunung Nangka mempunyai putra : Gusti Banjar Genteng, Gusti Mambal, Gusti Kapal, Gusti Brasela, Gusti Sebetan. Lebih jauh, baca Lontar Babad Arya di Gedong Kirtiya, Singaraja, atau membeli terjemahannya di toko buku.
tiang wenten petaken……
awal terjadi kawitan arye????????
ainggih sukseme
Di zaman kejayaan Majapahit sejak tahun 1334 M, pegawai kerajaan disebut “tanda” yang diberi gelar sesuai dengan jabatannya. Tanda terbagi menjadi 3 golongan yaitu : rakrian, arya, dang acarya. Golongan arya terdiri dari 8 orang : Arya Patipati, Arya Wangsaprana, Arya Jayapati, Arya Rajaparakrama, Arya Suradhiraja, Arya Rajadhikara, Arya Dewaraja, Arya Dhiraja. Namun konstelasi ini ternyata tidak konsisten berlaku di daerah-daerah jajahan Majapahit. Di Bali, gelar Arya diberikan kepada para panglima-panglima perang yang turut membantu Gajahmada menaklukan Bali antara lain : Arya Damar, Arya Kenceng, Arya Kutawaringin, Arya Sentong dan Arya Belog. Selain itu gelar Arya juga digunakan oleh keturunan Aryeng dan Nararya. Untuk diketahui, ada perbedaan antara Arya, Nararya, dan Aryeng. Arya, penjelasannya seperti tersebut diatas. Nararya adalah titel bekas Raja yang ditundukkan oleh Majapahir, misalnya di ex kerajaan Kediri, semua keturunan Sri Jayakatwang disebut Nararya. Para ex pejabat bawahan Raja dari kerajaan yang terjajah Majapahit diberi gelar Aryeng atau Sira Aryeng.
Kalau ditanyakan gelar Arya sebagai kawitan, maka perlu dimengerti dahulu istilah “Kawitan” yakni dari “wit” artinya asal mula. Jadi asal mula para Arya di Bali ditarik garis setelah bali dijajah Majapahit, sehingga beliau adalah kelima Arya tersebut diatas, ditambah yang datang belakangan misalnya Arya Gajahpara, Arya Getas, dll.
Mohon informasi silsilah Arya Petandakan ke generasi berikutnya, apakah ada yang ke Lombok yang bernama I Gusti Nyoman Dangin Pengsong? Terimakasih atas informasinya.
Saya belum/tidak menemukan catatan tentang beliau.
Om Swastyastu… mohon pencerahan dari Hyang Bhagawan! Menurut orang tua saya, keluarga kami termasuk soroh Arya Nyuh Aya, saya diminta untuk sembahyang ke Pura Dalem Tugu setiap ada Puja wali. Yang membuat saya bingung, setahu saya Pura Dalem tugu adalah pura kawitan soroh arya kubun tubuh, sedangkan saya soroh Arya Nyuh Aya. tolong diberi penjelasan dimana letak pura kawitan soroh Arya Nyuh Aya?
Om Swastyastu,
Pangeran Nyuh Aya adalah putra dari Sira Aryeng Kepakisan. Oleh karena itu, sembahyang Kawitan yang tepat adalah di Pura Kawitan Arya Kepakisan di Dukuh, Gelgel, Klungkung.
Om Santih, santih, santih, Om
mohon pencrahan.sang begawan,di desa saya,ada sebagian warga kuta waringin pindah ke kawitan kubon tubuh,ap itu di perbolehkan??? trus warga kuta waringin,sebagian gusti,sebagian enggak,,,ap sbenarnya,kasta kuta waringin,???
Om Swastyastu,
Silsilah Arya Kutawaringin sebagai berikut : Erlangga – Sri Jayabhaya – Siwa Wandira – Jaya Waringin – Arya Kutawandira – Arya Kutawaringin. Arya Kutawaringin mempunyai putra 4 :
1. Kiyai Kubon Tubuh
2. Kiyai Parembu
3. Kiyai Candi
4. Gusti Ayu Midar
Jadi “pindah kawitan” akhirnya juga sama saja, karena tetap menyembah leluhur seperti yang dikemukakan diatas.
Bahwa ada sebagian preti sentana beliau yang tetap manggeh menggunakan titel Gusti dan ada juga yang tidak, mungkin dari perjalanan sejarah leluhur dalam kurun waktu ratusan tahun, misalnya nyineb wangsa, kesepekang, dll.
Om Santih, santih, santih, Om
Mohon penjelasan Hyang Bhagawan…. menanggapi permohonan pak wata… Hyang Bhagawan menyarankan ke Pura Kawitan Kepakisan di Dukuh Gelgel….. Bagaimana dengan Pura Kawitan Arya Kepakisan (Arya Nyuh Aya) yang ada di Banjar Sidayu Nyuhaya, Desa Takmung, Kec. Banjarangkan, Kab. Klungkung…….Bukankah Pura Dalem Agung di Dukuh didirikan oleh Arya Nginte (Putra Pangeran Made Asak) …Suksme…
Om Swastyastu,
Ada perbedaan data dan informasi yang saya peroleh. Maka saya akan menanyakan hal ini kepada tetua atau pengurus warga. Bila informasi diperoleh akan saya sampaikan kepada anda.
Om Santih, santih, santih, Om
Sebelumnya titiang mohon maaf majeng ring Bhagawan, apa yang titiang sampaikan hanya sebatas berbagi informasi, mudah2an dapat dipakai sebagai referensi bila ada pertanyaan yang menyangkut Sejarah Arya Kepakisan dan Pura Kawitan…Sebuah buku yang bahannya dikumpulkan oleh I Gusti Agung Gede Rai Manguwangsa, dari Puri Kaleran Selat-Sangeh, Abiansemal-Badung sangat jelas diulas tentang Arya Kepakisan. Dalam buku tersebut tertulis
”Kesuen-suen sesampune para arya tedun ring Bali, wenten pebalik (pembrontak) ring desa-desa. Ida Bethara Arya Kepakisan sane keutus Sri Aji Majapahit, nampih Ida Dalem Ktut Sri Kresna Kepakisan ring Bali, pinaka Patih Agung. Ida kairing olih wesya tiga sanak minekadi : Si Tan Kaur, Si Tan Kober, Si Tan Mundur, maka pamucuk ngrejek para pebalik saking kulon ngantos ke wetan desa-desa : Kedampal, Bonyoh, Belong, Ban, Datah. Setedune ring Bali, pengawit Ida mapuri ring Nyuhaya. Nika mawinan Ida mapesengan Arya Nyuhaya”
Selanjutnya perlu diketahui tentang sejarah Pura Dalem Agung (Penataran) di Br. Dukuh Gelgel, sejarah ini dikutip juga dari bahan yg dikumpulkan oleh I Gusti Agung Gede Rai Manguwangsa, dari Puri Kaleran Selat-Sangeh, Abiansemal-Badung :
“Sedaweg pebalik Patih Agung Krian Batanjeruk marep ring Delem, Ida Kriyan Dauh sane nampih Ida Dalem. Kesah saking Kapal mairingan bala paweh Ki Patih Tua, ngrejek meseh Dalem jantos lilih, Kriyan Batanjeruk keni kesedayang. Irika Kriyan Dauh keadegang Patih Agung ngentosin Kriyan Batanjeruk, kapesengin Kriyan Nginte, Nginte Ida Dalem, teler mapuri ring Karang Kepatihan Gelgel, tan mewali malih ke Kapal.
Maka cihna Ida tan ngalaliang paswecan Ida Bhatara, raris Ida mekarya Parahyangan Pengastawan ring Ida Bhatara ring Dalem Dukuh Kapal. Pegenahnyane pateh kadi genah Pura Dalem Dukuh Kapal. Ring tepining Tukad Ageng nyanding Taru Waringin kasingidan prakanggen Ida Bhatara. Pujawali Piodalan matehin kadi Piodalan Ida Bhatara ring Pura Sada Kapal : rahina Tumpek Kuningan tunggil nem sasih”.
Jadi cukup jelas bahwa Arya Kepakisan tiada lain juga disebut Arya Nyuh Aya, dan Pura Dalem Agung (Penataran) di Br Dukuh Gelgel bukanlah Pura Kawitan. Karena titiang juga sempat mengadakan investigasi ke Br Dukuh Gelgel, bahwa seluruh keturunan Arya Kepakisan disana Pura Kawitannya ada di Br. Sidayu Nyuhaya, Desa Takmung, Kec. Banjarangkan, Klungkung. Dan Kawitan titiang juga di Pura Kawitan Arya Kepakisan (Arya Nyuh Aya) di Banjar Sidayu Nyuhaya, yang sudah diwarisi secara turun temurun.
Salam dari Titiang Keturunan Arya Kepakisan di Culik,Karangasem
Om Swastyastu,
Sumber saya adalah Buku : Silsilah orang suci dan orang besar di Bali, oleh Sri Reshi Anandakusuma, CV Kayumas Agung, cetakan ke-2/2004. Pada halaman 62 tertulis bahwa Arya Kepakisan berputra dua orang :
1. Gusti Asak
2. Gusti Nyuhaya
Sedangkan di Babad Arya disebutkan bahwa putra-Putra Nararya Kepakisan adalah :
1. Pangeran Nyuhaya
2. Pangeran Asak
Perbedaannya tentang nama gelar dan urutan kelahirannya, namun kedua sumber itu sama menyebutkan bahwa Pangeran Nyuhaya adalah putra dari Nararya/Arya Kepakisan. Mari kita mencari lagi sumber lain.
Terima kasih atas infonya itu
Om Santih, santih, santih, Om
Bolehkah tiang menelpun bhagawan?dan tiang jagi tangkil ring geria bhagawan.
Om Swastyastu,
Boleh nelpon saya di HP 081-338-423-720 Bila ingin ketemu saya, nelpon dulu bikin janji karena saya sering keluar daerah.
Om Santih, santih, santih, Om
Ratu bhagawan disanggah dadia titiang dibangun tahun 1993,duaning durung mendem pedagingan ngantos mangkin napi wenten bhisame yening sanggah nenten mendem pedangingan?ring jajaran sanggah dadia tiang wenten sanggar agung rong lime,napi sanggar agung punike? Ring jajaran titiang wantah:
1.kemulan turus lumbung dapdap rong siki
2.surya
3.sanggar agung rong lime.
4.gedong sari meprucut.
5.gedong catu.
6.pesaren
7.seluang.
8.taksu.
9.peraneman.
Napi patut wantah asapunike.titiang mohon penjelasan saking bhagawan.titiang merage alit dados bingung,minekadi penglingsir titiang takenin sami nenten uning,ampure banget yening iwang titiang matur.suksma.Ratu bhagawan disanggah dadia titiang dibangun tahun 1993,duaning durung mendem pedagingan ngantos mangkin napi wenten bhisame yening sanggah nenten mendem pedangingan?ring jajaran sanggah dadia tiang wenten sanggar agung rong lime,napi sanggar agung punike? Ring jajaran titiang wantah:
1.kemulan turus lumbung dapdap rong siki
2.surya
3.sanggar agung rong lime.
4.gedong sari meprucut.
5.gedong catu.
6.pesaren
7.seluang.
8.taksu.
9.peraneman.
Napi patut wantah asapunike.titiang mohon penjelasan saking bhagawan.titiang merage alit dados bingung,minekadi penglingsir titiang takenin sami nenten uning,ampure banget yening iwang titiang matur.suksma.
Om Swastyastu,
1.Pelinggih Ida Bhatara sane sampun permanen patut medaging papendeman panca datu (akah), pedagingan ring madya lan orti, ulap-ulap ring duwur. Upacara mendem pedagingan punika kawentenang ritatkala Ngenteg Linggih.
2. Sanggar Agung sane uningin tiang wantah paling akeh me rong 3
3. Akeh lan genah pelinggih-pelinggih manut sekadi dresta sane sampun ketami saking riin. Yening mekarya pura/pamerajan anyar, wawu nganggen pedoman saking lontar-lontar minekadi : gong besi, sanghyang aji swamandala, lan dewa-tattwa, miwah sane lian-lianan.
Om Santih, santih, santih, Om