Ada bermacam-macam bahan untuk ‘Japamala’ (Japa = menyebutkan nama Tuhan/ Sanghyang Widhi berkali-kali; mala = biji; = biji yang digunakan untuk menghitung penyebutan nama Tuhan berkali-kali) namun di masyarakat umumnya dikenal dengan nama ‘ganitri’, yaitu: (menurut Kalika Purana)
- Yang paling utama terbuat dari jalinan rumput kusa (ilalang) yakni dibuat bulat-bulat lalu dirangkai dengan benang, atau dari buah tulasi, atau dari buah rudraksa, dan kayu cendana memberi manfaat tiada terhingga. (biasanya digunakan oleh Sulinggih Siwa)
- Dari buah putrajiwa untuk memohon keturunan/ anak
- Dari kristal untuk semua keinginan
- Dari batu koral untuk kekayaan
- Dari salagrama (batu hitam) memberi manfaat 1.000 x (biasanya digunakan oleh Sulinggah Bujangga Waisnawa dalam memuja Wisnu)
- Dari permata memberi manfat 10.000 x (biasanya digunakan oleh Sulinggih Bodha)
- Dari mutiara memberi manfaat 100.000 x
- Dari emas memberi manfaat 1.000.000 x
- Dari gading gajah untuk penyembah Ganesa
Benang yang digunakan untuk merangkai ‘mala’ sebaiknya berwarna 4, yaitu: putih, merah, kuning dan hitam, terbuat dari katun. Usahakan berbentuk ekor sapi (lemas) bila dilingkarkan.
‘Mala’ disucikan dengan ‘pancagavya’, yaitu campuran cairan: susu, madu, gehi, gula, dan air.
Jumlah biji mala adalah 108, atau 54, atau 27. Ada meru (biji yang lebih besar bentuknya segitiga) sebagai pembatas, dan jika menggunakan, jangan melewati meru, tetapi kembali lagi.
Menggunakan japamala: lingkarkan di jari tengah kanan, hitung melalui ujung jempol tangan kanan, sementara telunjuk kanan lurus. Tangan kiri mendekap dada.
Para Sulinggih di Bali melakukan japa dengan japamala setelah melakukan ‘ngili atma’ dan setelah menggunakan bhusana agung, sebelum memercikkan tirta suci pelukatan. Mantra yang digunakan: gayatri, tryambhakam, dan catur dasa siwa (bagi Sulinggih Siwa).

om swasti astu.
tiang saking singaraja pacang metaken indik napi sane mewaste ancamana,proksana lan kawigunan benang suci?
suksme kirang langkung tiang nunas geng rna sinampura
om shanti shanti shanti om
Om Swastiastu
Mantra apa yg sebaiknya diucapkan untuk Japamala, apa benar Mantra Gayatri Bait pertama diulang sampai 108 atau ada mantra yang lainnya. Mohon Petunjuk via email aja energiotak@gmail.com ( Edi Susilo Mijen Semarang )
Om Santi Santi Santi Om
Om Swastyastu,
Berjapa dengan berbagai mantra, menurut tujuan/niat.Lihat di blog ini.
Om Santih, santih, santih, Om
Om Suastiastu, apa boleh saat melakukan japamala mengebut nama dewa/dewi yang lain selain bait gayatri mantra?
@Luh Gede Soearningsih: Boleh, misalnya Siwa, Ganesa, Durga, namun ikuti mantram-mantram khusus yang ditujukan kepada Dewa-Dewa tersebut. Lihat di blog ini.
om swastyatu, apa beda dari mantra gayatri dengan siwa gayatri?
Sama
Om Swsti Astu,Sebaiknya bagaimana tata cara yang benar orang berjapa, sebelum berjapa apa yang harus dilakukan apa ada mantram khusu atau …..??
1. Mandi/membersihkan diri (gunakan mantra-mantra mandi, berkumur, dll pada web ini : Doa sehari-hari)
2. Siapkan dupa, bunga, banten/canang, air bersih, bija, dll sarana sembahyang
3. Duduk dengan sikap padmasana atau bersila biasa, punggung tegak lurus/jangan bungkuk
4. Atur pernafasan
5. Pegang ganitri/japamala dengan tangan kanan, telunjuk lurus, biji-biji japa mala dipegang dengan ibu jari dan jari tengah.
6. Setiap selesai satu bait, lentikkan/tarik satu biji ganitri kearah dalam
7. Demikian seterusnya menurut kemampuan anda, apakah 108 x, 54 x, 27 x, 9 x
OM Swastyastu,
Bolehkan mengucapkan gayatri mantra di tempat tidur atau waktu di perjalanan? Terima kasih
Om Swastyastu,
Boleh, tapi jangan terlalu keras, nanti ditonton orang.
Om Santih, santih, santih, Om
Om swastyastu
saya mau tanya, apa bacaan doa sebelum kita melakukan japamala(ganitri) dan apa doa sesudah kita melakukan japamala (ganitri) tolong bantuannya.makasih.