Kuningan

QUESTION:

1. Pada Hari Raya Galungan, kapan penjor dipasang dan kapan pula dicabutnya?
2. Mohon penjelasan juga seputar pelaksanaan Hari Raya Kuningan.

    ANSWER:

    1. Penjor mulai ditancapkan sejak hari Penampahan Galungan dan baru dicabut pada hari Buda, Kliwon, Pahang.

    Jadi pada hari Kuningan, penjor itu tetap digunakan dan banten pejati yang ada di sanggah cucuk penjor diganti dengan yang baru, serta ditambah hiasan jejahitan tamiang.

    Usahakan membuat tamiang, karena bahan-bahannya sangat mudah dicari, yaitu daun kelapa muda (busung) dan kembang berwarna merah. Tamiang adalah symbol penolak adharma/ mala.

    2. Tumpeng kuningan memang berwarna kuning. Mempersiapkan sarana upacara bisa diatur waktunya, kalau paginya sibuk, ya malam sebelumnya kan bisa. Ini hanya masalah manajemen saja.

    Di Hari Kuningan jangan sembahyang lewat jam 12 karena puncak energi dan vibrasi ada pada tengah hari. Selain itu Kuningan kan hari Sabtu, saya kira hampir semua kantor/ tempat kerja tutup di hari Sabtu.

    Jadi tidak ada alasan untuk tidak merayakan atau sembahyang di Hari Kuningan. Jika toh anda harus kerja di hari Sabtu, sembahyang Kuningan tidak lebih dari 15 menit. Bisa pagi-pagi sebelum ke tempat kerja.

    9 comments to Kuningan

    • 1
      manik says:

      mohon dijelaskan lebih rinci tentang banten sambutan dihari kuningan.

      • 1.1

        Om Swastyastu,

        Banten Wuku Kuningan :

        1. Redite : ditujukan kepada Hyang Pramesti Guru : sodaan,canang genten, segehan cacahan.

        2. Soma : ditujukan kepada Hyang Pramesti Guru dan Sang Bhuta Dungulan : sodaan, canang burat wangi, canang genten, segehan kepel.

        3. Saniscara : ditujukan kepada Hyang Pramesti Guru : tebog dengan rerasmenan, jajan, raka-raka, tamiang, candiga, canang wangi, canang pasucian, sodaan, penek kuning dengan lauk kuning telur, segehan aperancak. Untuk tataban sekeluarga : sesayut prayascita luwih, penyeneng, penek kuning, guling bebek putih, segehan kuning.

        Upacara no. 3 agar dilakukan sebelum jam 12 siang, karena Ida Bhatara, Dewa-Dewi, Roh leluhur menerima persembahan itu seiring dengan perjalanan surya dari terbit hingga bajeging surya, dimana disaat itu energi (rajas) untuk mempertahankan dharma bervibrasi dengan kuat, sedangkan setelah jam 12 vibrasi itu melemah, karena alam sudah dikuasai oleh tamasik.

        Om Santih, santih, santih, Om

    • 2
      Eka Sulantara says:

      Om Swastiastu. Suksma, berguna banget

    • 3
      arisseptiari says:

      apakah banten selangi yg berisi nasi kuning dan lauk dan daun daunan itu harus di isi di dalam banten sodan pd saat kuningan?

    • 4
      bagus says:

      apa sih makna dan arti dari bahan2 sanggah cucuk

      • 4.1

        Om Swastyastu,

        1. Dibuat dari bambu sebagai symbol keberadan bhuwana agung yang diciptakan Sanghyang Widhi bagi kehidupan manusia
        2. Bentuk segitiga kerucut sebagai lambang trikaya parisuda, trihita karana, dan trimurti
        3. memakai penastaan arak-berem untuk lelabaan sang bhuta-kala
        4. banten pejati sebagai persembahan kepada ista dewata.

        Om Santih, santih, santih, Om

    • 5
      bunda samandha says:

      Om swastyastu, didesa saya setiap perayaan kuningan selalu maturan canang subuh2 dan dibatasi sampai dengan sebelum matahari terbit, krn setelah matahari terbit sampihan canang harus disurut dan diletakkan di jebag. Benarkah cara ini, dan bagaimana tata cara yg sebenarnya, terimakasih atas jawabannya :)

      • 5.1

        Om Swastyastu,

        Kalau tradisinya begitu ya baik juga, namun dalam Sundarigama disebutkan bahwa berupacara di hari Kuningan, jangan meliwati bajeging surya (dalam ukuran kita : jam 12 siang) dengan pengertian/ulasan sbb. :
        1. Makna Kuningan adalah mengadakan janji/pemberitahuan/nguningang baik kepada diri sendiri, maupun kepada Ida Sanghyang Parama Kawi, bahwa dalam kehidupan kita akan selalu berusaha memenangkan dharma dan mengalahkan adharma (antara lain bhuta dungulan, bhuta galungan dan bhuta amangkurat).
        2. Tekad itu perlu dikuatkan dengan persembahyangan disaat yang baik yakni sejak pagi hingga bajeging surya, karena disaat itulah energi bumi/alam semesta sedang kuat mendaki ke puncaknya (satwika dan rajasika). Sebaliknya liwat bajeging surya, energi itu akan menurun dan pada saat sanghyang surya mesineb (malam hari) adalah saatnya beristirahat (tamasika kala).

        Mengapa jarak hari antara galungan ke kuningan 10 hari ? Lihat di web ini artikel tt kewajiban kita memuja Sanghyang Widhi dalam 9 malam yang disebut “nawa-ratri” ( nawa = 9, ratri = malam) Kenapa 9 ? Karena pangider-ider Dewata Nawa Sanggha manifestasi-Nya(secara horizontal dan vertical) adalah 9. Malam pertama (manis Galungan memuja Ishwara, dst sampai Kuningan, terakhir memuja tri purusha : Siwa-Sadha Siwa – Parama Siwa)

        Om Santih, santih, santih, Om

    Leave a Reply

      

      

      

    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Subscribe without commenting