Makna Otonan

QUESTION:

Mohon penjelasan mengenai makna otonan dan sahnya upacara pawiwahan.

ANSWER:

1. Otonan berasal dari kata “pawetuan”, yaitu peringatan hari lahir menurut tradisi beragama Hindu di Bali yang didasarkan pada: Sapta wara, Panca wara, dan Wuku. Menurut sistem kalender wuku, maka hari kelahiran itu akan berulang setiap enam bulan atau 6 x 35 hari = 210 hari.

Hari ulang tahun tidak dikenal dalam tradisi beragama Hindu di Bali, karena sistem kalendernya berbeda. Yang perlu diperingati adalah hari otonan, karena di hari itu kita memanjatkan puja kepada Sanghyang Widhi karena atas perkenan-Nya roh/ atma bisa menjelma kembali menjadi manusia, serta mohon keselamatan dan kesejahteraan dalam menempuh kehidupan.

2. Upacara pawiwahan yang dipimpin oleh para tetua Agama atau orang yang dituakan atau Jero Mangku, sudah syah. PHDI diundang sebagai saksi dalam upacara suddi-wadhani. Yang penting dalam upacara itu ada natab banten “beakala”, maka persyaratan “sukla-swanita” sudah dipenuhi. Selanjutnya akta perkawinan diselesaikan oleh Klian Banjar setempat.

3. Suatu ketika bila sempat pulang ke Bali, barulah “ngaturang piuning” di Sanggah Pamerajan.

    7 comments to Makna Otonan

    • 1
      kadek juniarta says:

      Saya sudah menikah 3 tahun dan istri saya memang hampir tidak pernah berbicara dengan ibu saya,walau kami tinggal satu atap,selama ini saya diam saja,dan kemarin saya tanyakan istri saya,kenapa?
      Dan jawabannya sangat mengejutkan,dulu waktu dia masih bujang,dia ke orang pintar mengantar mendiang ibunya yang sedang sakit,dan disitu dia ditanya hari lahir,dan dijelaskan disitu bahwa,dia di kasi tau oleh si orang pintar,bahwa kelak dia menikah tidak akan akur dengan mertua karena itu tegak otonannya.apa itu sugesti yang ditanamkan oleh si orang pintar atau itu memang benar.padahal pengakuan istri saya,dia ga ada niat seperti itu kepada mertuanya,tp setiap meliat ibu saya,dia selalu kesel,pengakuan istri saya,setiap dia sembahyang di sanggah,dia selalu memohon maaf telah berbuat salah kepada ibu saya,kenapa di dalam dirinya ada 2 han yang berbeda,apa karena sugesti orang pintar itu. Mohon bimbingannya,karena saat ini pikiran saya sangat kalut.berikut tegak oton istri saya yang saya ambil dari hari lahirnya dan saya sesuaikan dengan kalender digital.
      Minggu, 22 Mei 1988

      Redite Keliwon Tolu

      Penanggal 6 Sasih Sadha Çaka 1910

      DAFTAR WEWARAN

      Eka Wara :  

      Luang

      Dwi Wara :  

      Pepet

      Tri Wara :  

      Beteng

      Catur Wara :  

      Sri

      Panca Wara :  

      Keliwon

      Sad Wara :  

      Was

      Sapta Wara :  

      Redite

      Asta Wara :  

      Ludra

      Sanga Wara :  

      Tulus

      Dasa Wara :  

      Duka

      Purnama/tilem :  

      Penanggal 6

      Sasih :  

      Sadha

      Tahun Çaka :  

      1910

      Pratiti :  

      Saskara

      Ingkel Jejepan :  

      Wong

      Watek :  

      Buta-Uler

      Sapta + Panca :  

      Urip = 5 + 8

      Pararasan :  

      Laku Bintang

      Lintang :  

      Lawean

      Pancasuda :  

      Lebu Katiup Angin

      Ekajalaresi :  

      Kemertaan

      Wuku :  

      Tolu

      Ingkel Pandakan :  

      Taru

      Bethara :  

      Bayu

      Wewukon :  

      Basah Cenik

       

      Was Penganten

       

      Kala Pati

      Mohon dibalas ke email saya, matus suksma

      • 1.1
        Bhagawan Dwija says:

        @kadek juniarta: Oton atau hari kelahiran memang ada pengaruhnya kepada kerukunan seseorang terhadap orang lain. Masalah ini bisa diselesaikan dengan upacara metubah. Hubungi pedanda/sulinggih terdekat dan mohon kepada beliau untuk melakukan upacara metubah di saat oton istri anda. Yang metubah kedua-duanya : istri dan ibu.

    • 2
      jaya negara says:

      om swastyastu, dalam satu pekarangan, dimanan satu keluarga bertmpat tinggal, orang2 dibali menyebutnya dg sikut satak, ada merajan/sanggah yg berada ditimur laut dan penunggun karang di barat laut.
      Diceritan kakek tiange punya saudara laki2 satu2nya, (dua bersaudara). Dalam perkembangannya, mgkn terjadi selisihan paham shg saudara kakek tiange membuat mrajan / sanggah kecil di sebelah barat bale daje/meten. Perkembangan zaman, mrajan/sanggah yg disebelah timur sdh diupacarai dg mendem pedagingan sementara sanggah yg sebelah barat tdk pernah diupacarai hanya banten sehari hari. Yang ingin tiang tanyakan :
      1. Apakah boleh dlm satu pekarangan sikut satak dg satu pintu/pemesu ada dua mrajan/sanggah.
      2. Seumpama ada dua mrajan/sanggah dlm satu pekarangan dg satu pintu keluar/pemesu apakah ada upacara / banten pemisah /penyepih karang.
      3. Karena penunggun karang hanya satu apakah perlu mrajan/sanggah yg disebelah barat membuat penunggun karang lagi
      4. Menurut tiange lebih baik mrajan/sanggah tersebut disatukan, bagaimanakah prosesnya.
      Suksma, mohon dibalas ke email tiange
      om santih, santih, santih, om

    • 3
      Gd Edy Setiawan says:

      saya punya bapak sudah dua kali masuk rumah sakit yang pertama penyakit maag trus sembuh selang lagi beberapa bulan sakit lagi bawa kedokter dibilang penyakitnya batuginjal bawa saya kerumah sakit dioprasi trus sembuh selang lagi kira2 satu tahunan,sekarng kambuh lagi masih batu ginjal besok mau dibawa kerumah sakit akan lagi dioprasi. Pertanyaan saya : apakah yang menyebabkan bapak saya sakit2an ?? 1.apakah hari kelahirannya atau pekarang rumah saya??? 2.apakah ada yg lain menyebabkannya??? Suksma. mohon balas ke email saya!

    • 4
      karisma says:

      saya sudah dua kali otonan bertemu dengan rainan purnama, apakah ada dampak negativ dan positifnya otonan saat purnama?

    • 5

      Saya kelahiran saniscara kliwon wayang,,apakah saya termasuk orang melik??mohon penjelasannya!!!

    • 6

      Om Swastyastu,

      Belum tentu, lihat ciri-ciri khas di tubuh anda, dan gejala supra natural. Bila ia, mungkin anda tergolong orang melik. Namun kelahiran di Wuku Wayang, dinamakan “salah wetu” Jadi harus diupacarai dengan petubahan yang umumnya dikenal sebagai “nyapu leger”

      Om Santih, santih, santih, Om

    Leave a Reply

      

      

      

    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Subscribe without commenting