Mebija dan Muspa

1. Mebija yang benar (menurut Weda Parikrama):

  1. Ubun-ubun: Om Ing Isana ya namah
  2. Sela-sela alis: Om Tang Tat Purusha ya namah
  3. Pangkal tenggorokan: Om Ang Agora ya namah
  4. Bahu kanan: Om Bang Bamadewa ya namah
  5. Bahu kiri: Om Sang Sadiyojata ya namah
  6. Belakang leher (tengkuk): Om Hang Hrdaya ya namah
  7. Belakang telinga kanan: Om Hring Kaya Sirase ya namah
  8. Belakang telinga kiri: Om Rah Phat Astra ya namah
2. Memegang bunga atau kwangen tidak selalu di ujung jari tengah kanan dan kiri, tetapi juga di jari yang lain, misalnya kalau memakai kwangen, tentu tidak kuat kalau hanya dipegang di kedua ujung jari itu. Yang penting:
  1. Usahakan agar ujung bunga/ kwangen tidak melewati ubun-ubun (Siva dvar = Siwadware)
  2. Kedua telapak tangan menyatu (mencakup) sebagai simbol penyatuan ‘shakti’ dan ‘dharma’

22 comments to Mebija dan Muspa

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting