1. Mebija yang benar (menurut Weda Parikrama):
- Ubun-ubun: Om Ing Isana ya namah
- Sela-sela alis: Om Tang Tat Purusha ya namah
- Pangkal tenggorokan: Om Ang Agora ya namah
- Bahu kanan: Om Bang Bamadewa ya namah
- Bahu kiri: Om Sang Sadiyojata ya namah
- Belakang leher (tengkuk): Om Hang Hrdaya ya namah
- Belakang telinga kanan: Om Hring Kaya Sirase ya namah
- Belakang telinga kiri: Om Rah Phat Astra ya namah
- Usahakan agar ujung bunga/ kwangen tidak melewati ubun-ubun (Siva dvar = Siwadware)
- Kedua telapak tangan menyatu (mencakup) sebagai simbol penyatuan ‘shakti’ dan ‘dharma’

Om Swastiastu Singgih Bhagawan,
1. Seperti dalam sebuah Dharma Wacana yang pernah saya dengar oleh salah satu sulinggih, bahwa mebija cukup dilakukan di tiga tempat, yaitu : selaning lelata, dimakan dan di pangkal tenggorokan.
Bagaimana menurut singgih Bhagawan mengenai hal ini, mohon pencerahannya.
2. Apakah ada mantra untuk membuat bija ?
Suksma
Om Swastyastu,
1. Mebija yang lengkap : di ubun-ubun, dahi (sela-sela alis), pangkal leher, tengkuk, pelengan kiri-kanan.
2. OM IDHAM BHASMA PARA GUHYAM SARWA PAPA SARGA ROGA WINASAYA NAMAH SWAHA
ampura …. untuk informasi tentang tujuan metirte dan mebije ten wenten.
Om Swastiastu,
Singgih Bhagawan, kira-kira mana yang benar
Sarga Roga atau Sarwa roga dalam mantra
OM IDHAM BHASMA PARA GUHYAM SARWA PAPA SARGA ROGA WINASAYA NAMAH SWAHA
Suksma
Om Swastyastu,
OM IDHAM BHASMA PARA GUHYAM = Tuhan, bija/bhasma ini sangat rahasia
SARWA PAPA = semua kejahatan
SARWA ROGA = semua penderitaan
WINASA = dihancurkan
YA NAMAH SWAHA = demikianlah ada-Nya
Catatan tambahan :
Bija sebaiknya dicampur dengan toya asaban kayu cendana atau serbuk kayu cendana sehingga memenuhi syarat sebagai bhasma.
Sumber : Weda Parikarama
Om Santih, santih, santih, Om
Dahat suksma aturang titiang ring singgih bhagawan
Om Santih,santih,santih Om
om swastyastu.
mw tanya lagi, apa tujuan panca sembah termasuk metirta dan mebija bagawan? mohon pencerahannya :)
om santih,santih,santih om
Kihat artikel Cara Bersembahyang
bagaimana menurut begawan mengenain fenomena memakan daging sapi?
apa sih tujuan paca sembah termasuk metirta dan mebija ?? tolong dibantu :)
Lihat jawaban pada neny
om swastyastu
saya mw tanya bhagawan, apa tujuan panca sembah termasuk metirta dan mebija? mohon pencerahannya
om santih,santih,santih om
Om Swastyastu,
Sudah ada pada artikel Cara Bersembahyang. Cari di web ini.
Om santih, santih, santih, Om
Om Swastiastu,
saya sudah cari artikel Cara sembahyang, tapi tidak ada. mohon bantuannya
Om Swastyastu,
Judul artikel : Puja Trisandya dan Kramaning sembah. Coba dicari sekali lagi, atau lebih cepat liwat google nanti toh ketemunya di stitidharma online.
Om Santih, santih, santih, Om
om swastyastu,
tiang mau bertanya, apakah harus semua tempat yang disebutkan di atas harus diisi bija? karena pada umumnya bija hanya disematkan di ubun-ubun, dahi, dan pangkal tenggorokan…. apakah bija ( 3 biji ) yang di telan langsung tanpa di kunyah, ada fungsinya??
Om Swastyastu,
Petunjuk mebija diatas sesuai dengan Weda Parikrama. Tidak ada petunjuk untuk menelan bija. Kalau mebija seperti tradisi gugon tuwon, ada tujuan-tunjuan yang dilampaui, artinya doanya tidak lengkap.
Om Santih, santih, santih, Om
om swastyastu..
tiang mau nnya napi tujuan panca sembah termasuk metirta dan mebija??
tiang sudah cari di web ini tetapi tidak ada..
suksma
Om Swastyastu,
Tujuan panca/kramaning sembah :
1. Sembah puyung (kosong) : menyiapkan roh kita yang suci
2. Sembah dengan bunga putih : memuja Tuhan sebagai Siwa raditya
3. Sembah dengan bunga berwarna : memuja Tuhan sebagai ista-dewata (yang dihadirkan/dipuja saat itu)
4. Sembah dengan kwangen : memuja Tuhan sebagai pemberi anugrah
5. Sembah puyung (kosong) : memuja Tuhan sebagai yang tak terpikirkan, yang maha tinggi, yang maha gaib (sanghyang acintya)
Metirta :
1. Meketis di ubun-ubun (siwa-dwara) mohon kepada-Nya agar manacika kita di-parisudha
2. Meminum 3x mohon kepada-Nya agar wacika kita di-parisudha
3. Meraup 3x mohon kepada-Nya agar kayika kita di-parisudha
Mebija :
Meletakkan kekuatan magis Sanghyang Widhi di bagian-bagian tubuh kita yang sakral lihat artikel diatas.
Om Santih, santih, santih, Om