Melaspas Bangunan Kecil

QUESTION:

Bagaimana melaspas bangunan kecil?

ANSWER:

Upacara dan upakara yang alit/ sederhana sebagai berikut:

1. Caru dengan nasi Panca Warna: putih, merah, kuning, hitam, dan brunbun (campuran keempat warna itu). Nasi diwarnai dengan pewarna seperti membuat kuwe.

Letakkan urutan warna itu dari kiri memutar/ melingkar ke kanan, di mana warna brunbun di tengah-tengah. Letakkan di atasnya irisan isen, jahe, dan bawang merah. Diisi juga sedikit arak dan berem (anggur merah).

Semuanya letakkan dia tas daun pisang, dialasi piring, di mana nasi warna putih di arah timur. Caru ditaruh di bawah (di lantai bangunan), dihaturkan kepada Bhuta (alam semesta).

2. Banten (upakara): pengurip-urip, banyuawang, dan prayascita. Bila ini sulit membuat, pakai canang sari saja dengan dupa.

3. Setelah banten dihaturkan, sapu tiang-tiang bangunan/ sebagian atap dengan air laut. Alat penyapunya: daun ilalang dan daun dap-dap.

Air laut adalah symbol dari Sapta Gangga. Bila anda punya air asli dari Sungai Gangga, bisa gunakan itu, sangat bagus. Bila sulit mencari ilalang dan daun dap-dap, gunakan bunga gemitir atau bunga lain.

4. Semua tiang di-torek dengan cat berwarna: merah, putih, hitam berurutan dari atas ke bawah (torehannya kecil-kecil saja)

5. Tirta mohonkan di Padmasari yang ada di rumah, atau di pelangkiran kamar suci anda. Tirta disiratkan ke bangunan baru itu.

6. Puja, gunakan bahasa biasa saja, pokoknya anda mohon kepada Hyang Widhi agar bangunan disucikan yaitu bahan-bahannya “dihidupkan/ diurip” agar tidak “ngeletehin” kita.

7. Setelah itu anda sembahyang seperti biasa.

    5 comments to Melaspas Bangunan Kecil

    • 1
      wayan dibali says:

      Nawegang Ratu Pranda tityang jagi metaken.
      1. Napi sarana upacara sane alit/niste anggen mlaspas Padmasari?
      2. Sapunapi proses/urutan pelaksanaannya?
      3. Napi dados tityang preragan/kepala keluarga nguningang/ngantebang?
      Ingih asapunika tunas tityang. matur suksma.

      • 1.1

        Om Swastyastu,

        1. Sampun wenten kaunggahang ring artikel tiange : Padmasana
        2. Pateh, cingaken ring artikel punika
        3. Dados sakewanten nunas tirta-tirta ring Ida Sulinggih

        Om santih, santih, santih, Om

    • 2
      nyoman suma argawa says:

      Om Suastyastu, titiang ngelungsur sistimatika penganteb pemelaspas topeng lan mantramnyane, matur sukasema.

      Om santi santi santi Om

      • 2.1

        Om Swastyastu,

        Terlalu rumit dan sempit kalau dijelaskan detailnya di ruangan ini. Kalau berminat bisa beli buku saya yang berjudul : “Pedoman Dasar Kepemangkuan” Di buku ini sudah lengkap seperti apa yang dibutuhkan . Tebalnya 180 halaman, harganya Rp.100.000,–. kirimkan ke rekening saya di BRI, danberikan alamat pos yang lengkap.

        Om Santih, santih, santih, Om

    • 3
      Wardana Astawa says:

      OM Swastiastu, Ratu Sri Bhagawan, mohon saya diberikan pendalaman mengenai isi Sarasamuscaya sloka 262 tentang pembagian penghasilan (pendapatan), kalau dikaitkan dengan kewajiban sebagai umat Hindu melaksanakan Panca Yadnya, dll agar tidak sampai berutang melaksanakannya. Suksma OM santi, Santi, Santi OM

    Leave a Reply

      

      

      

    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>