QUESTION:
Jika pindah rumah (masuk rumah baru yang habis direnovasi) dan akan membangun sebuah pelinggih padmasari. Untuk hal tersebut sedang mempersiapkan beberapa tahapan upacara yang akan dilakukan sekaligus.
- Ngeruwak (padma sari)
- Caru ayam brumbun
- Nasarin
- Pemelaspasan (padmasari & rumah)
- Memakuh rumah (apakah ini perlu, karena rumah dinas ?)
Catatan:
- Rumah yang ditempati adalah rumah dinas perusahaan
- Upacara puniki akan diambil pada saat purnama yang akan datang sekaligus
Pertanyaannya:
- Apakah bisa upacara ini diambil sekaligus
- Kalau boleh apakah cukup carunya eka sata saja, yang mewakili semua tahapan upacara di atas
- Apakah dudon upacara seperti di atas sudah benar
- Upacara pemakuhan kalau dibaca di Panca Yadnya, menggunakan caru ayam putih, apakah ini bisa diwakili oleh caru ayam brumbun saja.
ANSWER:
1. Bisa
2. Boleh
3. Urutan upacara:
- Memangguh dengan guling bebek, banten pejati. Maknanya: mohon ijin menggunakan tanah pekarangan
- Memirak: guling bebek itu direcah-recah dibuatkan 5 tanding, lalu di haturkan di atas tanah pekarangan pada 5 penjuru: timur, selatan, barat, utara, tengah.
- Mecaru: ayam brunbun, dengan urip 33
- Ngeruak, mulang batu dasar, mlaspas (bila sudah selesai bangunannya)
- Mendak Ida Bhatara, distanakan di sebuah daksina lingga
- Ngaturang ayaban/ banten
- Muspa
4. Boleh, asal uripnya 33, artinya: kekeletan ayam brunbun, sate dan rames/ lawar merah/ putih, masing-masing 33 buah (walaupun kecil-kecil), serta uang logam 33 biji.

OM Swasti Astu. Ida Pedande Bhagawan Dwija, Saya ingin membangun pelinggih namun masih binggung apakah harus membangun Padmasari atau Sangah Surya, kebetulan jarak rumah orang tua saya dengan tempat tinggal saya hanya berjarak kurang lebih 10Km,
Om Swastyastu,
Bangunlah Padmasari
Om Santih, santih, santih, Om
Singgih Panditasane wangiang tityang ring manah.
Om Suastyastu
Saya mohon pencerahan sbb :
Padmasari sane patut tur becik di pekarangan rumah yang bagaimana?.
Apakah bisa melakukan perubahan piodalan di pemerajan karena pemerajan akan dipindah dari sebelumnya dibawah menjadi diatas (efisiensi lahan yg ada) dan piodalan sebelumnya bersamaan dengan piodalan di Pura Desa di kampung saya dan piodalan di Pura Paibon istri saya.
Suksma
Om Santih Santih Santih Om
Om Swastyastu,
1. Disetiap pekarangan rumah, sebaiknya tidk lebih rendah dari jalan raya.
2. Bisa
Om Santih, santih, santih, Om
Numpang tanya kalo boleh nanya makna dari bentuk pelinggih padmasari itu sendiri kira kira apa……????Balessssssss….!!!
Cari di web ini artikel tt Padmasana
tiang mau beli rumah baru, isi rumah tersebut ada sanggah ,bale daja ,bale delod ,jineng,penunnggung karang .menurut orang tua jineng harus di bongkar apa benar musti seperti itu .Kalau beli rumah seperti saya ini tahapan upacarnya bagaimana ? karena saya ingin menuntun sangah saya yg lama ke rumah baru saya .Perlu di ketahui rumah yg saya beli bekas rumah orang.Trus masalah penunggun karang yg mepet ke tembok rumah apakah boleh ?
1. Jineng tidak perlu dibongkar
2. Sedahan karang jangan mepet ke tembok, paling sedikit ambil jarak sekitar 75 cm
kalau mau buat pura bagaimana prosedur awalnya ?
tempat yang bagus di bagian mana ?
menghadap kemana?
OM SUASTI ASTU. TYNG INGIN TANYA MEMAKUH PATEH TEKEN MELASPAS ALIT ? DUMUN APUN CUMA MEURIP MEMAKUH ORTI CENIK, YENING PELINGGIH SAMPUN MEPEDAGING PEKARANGAN SAMPUN NGANCAKBINGIN ULAM BEBEK NAPI MALIH SANE TIOSAN, SUKSMA
Om Swastyastu,
Memakuh adalah rangkaian dari melaspas. Tujuan memakuh adalah menyatukan bangunan dari pondamen, tiang/tembok dan atap secara di niskala.
Om Santih, santih, santih, Om
Om Swastyastu,
Lihat di web ini artikel tt Padmasana
Om Santih, santih, santih, Om
Om Suastiastu,
Mohon pencerahan dari Ida Pedande Bhagawan Dwija,
Saya saat ini menempati rumah dinas, di rumah ini saya sdh membangun sebuah padmasari, dan sebuah turus slumbung, karena rmh ini dekat dengan sungai.
Yang ingin saya tanyakan,
1. Apakah di setiap rumah, walaupun itu rumah dinas perlu ada sedehan karang/penunggun karang?
2. Jika perlu, apa yg harus saya lakukan? Apakah cukup dg Turus Slumbung saja? Banten untuk upakara itu apa saja?
Sebab, di areal rumah dinas, sudah terdapat padmasana dan penunggun karang….
Sekian, pertanyaan dari saya, dimohon pencerahan dari Ida Bhagawan…
Om Santih, Santih, Santih, Om
Om Swastyastu,
1. Ya perlu, tetapi karena rumah dinas, kan tidak ditempati seumur hidup ? Jadi bangunnya cukup dengan turus lumbung dari bahan turus kayu dapdap, rongnya pakai anyaman bambu dan atapnya pakai lalang.ijuk. Nanti kalau tidak tinggal disana lagi, turus lumbung boleh di pralina.
2. Bantennya : pejati dengan segehan alit. Di tiap kaki turus lumbung tanamkan masing-masing kwangen dengan jinah 11 keteng. Setiap 6 bulan kwangen itu diganti dengan yang baru.
3. Kalau sudah ada, ya tidak perlu lagi membuat yang baru atau turus lumbung lagi.
Om Santih, santih, santih, Om
Om Suastiastu,
Melanjutkan pertanyaan sebelumnya, karena saya telah mendirikan turus lumbung sejak 1 bulan yg lalu, tetapi di tiap kaki.nya belum ditanamkan kwangen jinah 11 kepeng.
Yang saya tanyakan :
1. Apakah ada pengaruh/resiko, jika tidak di tanamkan kwangen tsb?
2. Karena turus lumbung tsb sdh didirikan sejak 1 bln lalu dan belum ditanamkan kwangen, apakah saat ini turus lumbung tsb bs ditanamkan dg kwangen baru? Apakah ada banten lain utk itu?
3. Jika di areal rumah” dinas tsb. sdh ada padmasana dan penunggun karang, berarti di rmh dinas yg kami tempati tdk perlu lagi mendirikan penunggun karang?
Sekian dan terima kasih atas petunjuk dari Ida Bhagawan
Om Santih, Santih, Santih, Om
Om Swastyastu,
1. Ya, bisa diduduki oleh sang bhuta cuil, bukan Ida Bhatara, seperti pengalaman Ida Maha Rsi Markandeya ketika mula-mula datang di Bali.
2. Ya sebaiknya disempurnakan, buatkan banten caru ekasata saja
3. Betul
Om Santih, santih, santih, Om