Menek Bajang

QUESTION:

  1. Apakah nama upacara menek bajang secara hindu? Upacara yang dilaksanakan oleh anak remaja yang baru meningkat dewasa, yang ditandai dengan menstruasi pertama bagi sang gadis (contohnya).
  2. Apakah upacara ini merupakan kelanjutan dari otonan, yang ada hubungannya dengan Kanda Pat kita yang sudah berganti nama?
  3. Apakah upacara ini harus dilaksanakan oleh umat Hindu?
  4. Jika ya, bagaimana dan apa yang harus dlakukan oleh mereka yang tidak sempat melaksanakannya?
  5. Dalam yadnya apakah upacara ini digolongkan?
  6. Bagaimana proses jalannya upacara ini?

ANSWER:

  1. Tanda-tanda anak kita sudah ‘menek kelih’: yang perempuan sudah haid pertama kalinya; yang lelaki suaranya parau, puting teteknya sakit, dan di kerongkongannya mengeras ‘batun salak’. Upacaranya disebut ‘ngeraja sewala’.
  2. Betul, namun memperingati otonan tetap berlanjut semasa hidup.
  3. Ya, khususnya umat Hindu-Bali, karena berhubungan dengan ‘srada’ (kepercayaan), yakni panca srada, butir kedua: atma tattwa, dan butir ketiga: punarbhawa.
  4. Biasanya upacara ini disatukan dengan upacara ‘mepandes’ (potong gigi). Bila belum, laksanakan. Better late than never!
  5. ‘Manusa Yadnya’, yakni kewajiban orang tua kepada anak. Bila sampai wafat tidak dipenuhi, si ortu punya hutang kepada si anak, dan ini menghalangi perjalanan roh/ atma menghadap-Nya.
  6. Lihat website saya: http://stitidharma.org

3 comments to Menek Bajang

  • 1
    Komang Armawan says:

    Om Suastiastu Ratu Bhagawan,
    Mohon kemurahan hati Ratu Bhagawan untuk memberikan pencerahan lebih lanjut terkait jawaban nomor 3 mengenai atma tattwa dan punarbhawa, apa kaitannya dengan upacara potong gigi? begitu juga terkait jawaban nomor 5, kenapa dikatakan menghalangi perjalanan roh / atma menghadap-Nya? jika sampai meninggal belum diupacarai potong gigi apakah bisa diaben, dan apa yang akan terjadi?
    Om Shantih Shantih Shantih Om

  • 2

    Om Swastyastu,

    Nomor 3 : Upacara potong gigi (mepandes) adalah upacara manusa yadnya. Upacara manusa yadnya dilakukan karena adanya “pitra-rnam” atau hutang kepada leluhur. Kaitan antara srada punarbhawa dengan atma tattwa adalah : roh/atma leluhur yang menjelma kembali menjadi manusia (anak-cucu kita) wajib dihormati, disayang, dipelihara, baik secara skala maupun niskala. Secara skala : membesarkan, menyekolahkan, dll, Niskala : upacara-upacara manusa yadnya (a.l. mepandes)

    Nomor 5 : Ortu yang lalai memenuhi kewajiban menjadikan anak-anaknya “manusia” (artinya melakukan secara skala dan niskala) dinilai negatif oleh Bhatara Yamadipati. Oleh karena itu, disaat upacara pitrayadnya (ngaben) bagi ortu-ortu yang lalai itu (dan sudah meninggal dunia) perlu dibantu menebus kesalahannya dengan mengadakan upacara mepandes untuk dan atas nama si ortu (walaupun kenyataannya dibiayai oleh anak-anaknya sendiri)

    Om Santih, santih, santih, Om

  • 3
    I MAMO says:

    OM Swastyastu Sri Beghawan,

    Saya ingin bertanya do,a apakah yang sebaiknya diucapkan ketika memulai senggama dengan pasangan…?

    Mohon penjelasnnya dan bagaimana mantramnya ?
    Suksma.

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting