Nyepi vs The Silent Day

Short article from UNFCCC – Bali 2007

Dalam sidang-sidang UNFCCC, terminology ‘Nyepi’ tidak diterima oleh peserta, tetapi disetujui ‘The Silent Day’ (TSD) yakni tgl 21 Maret setiap tahun.

Memang sejak awal saya juga sudah hati-hati, karena memang benar antara Nyepi dengan TSD beda. Nyepi dalam rangka tahun baru saka di Bali berkaitan dengan agama Hindu, ritual, tattwa, dan susila.

Tetapi TSD tidak ada kaitan dengan agama Hindu-Bali, karena TSD tidak mengenal catur berata penyepian. Yang diadopsi hanya mati gni dan amati lelungaan saja. Memang TSD tercetus dari inspirasi Nyepi, tetapi akhirnya berbeda.

Tujuan utama TSD:

  1. Menurunkan emisi carbon
  2. Behaviour Change

Ini perlu disebarluaskan agar tidak ada kesalahpahaman seolah-olah kita ingin meng-Hindu-Bali-kan dunia. Sesuatu yang tak mungkin, bahkan dapat menimbulkan antipati dengan kesan ‘bodoh’.

Hal lain yang membedakan Nyepi dengan TSD adalah: Nyepi tgl-nya tak tetap, karena mengikuti sistem kalender Saka-Bali, sedangkan TSD tanggalnya tetap: 21 Maret.

TSD sudah di dudukung:

  1. Dalam Negeri: DPD-RI
  2. Luar Negeri: World Council Churses

Republik Indonesia perlu segera mensahkan usul ini serta melaksanakannya lebih dahulu (kalau bisa mulai 21 Maret 2008), agar bisa ditiru oleh negara lain/ dunia.

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting