Kawin Lari

QUESTION:

Saya berencana melangsungkan pernikahan. Rencana saya menikahi gadis beda wangsa (soroh Kesatrya). Hanya saja orang tuanya tidak memberi ijin secara terbuka (pura-pura tidak tahu padahal tahu).

Masalahnya kemudian adalah, bagaimana nanti kalau kami jadi menikah, sehingga calon istri tiang tidak bisa mepamit di merajannya melalui ritual yang telah pakem. Karena nantinya tentu ‘kawin lari’. Read more » Kawin Lari

Pelaksanaan Hindu Ribet

QUESTION:

Ida Pandita yang tiang muliakan. Saya melihat kok pelaksanaan agama Hindu ribet sekali. Saat ini saya lagi mengikuti persembahyangan odalan purnama kapitu di Pura Payogan Agung Kutai.

Suasananya kok kurang harmonis, ada pentas topeng sidakarya tapi suara ga jelas. Kulkul bulus. Di jeroan wenten pedanda “ngeleneng”. Pemedek ga teratur kesannya. Read more » Pelaksanaan Hindu Ribet

“Potong Gigi” Ceremony (Mepandes)

REFERENCE

The references about Potong Gigi ceremony are Kala Pati Manuscript, Kala Tatwa Manuscript, Semaradana, and Sanghyang Yama. The Kala Pati states that Potong Gigi is the sign of the human status changing to be a holy human with good manner so that when he/ she dies, the spirit will be in unity with the ancestors in heaven.  Read more » “Potong Gigi” Ceremony (Mepandes)

Sungai Gangga

Sejak jaman purba terdapat keyakinan bahwa air sungai Gangga itu mempunyai kekuatan melebur dosa dan kenodaan rohani dan jasmani.

Di dalam Veda-Veda, kemudian di dalam Mahabharata, mulai dan ceritera pertama sampai terakhir, kesucian dan sifat melebur dosa air sungai Gangga itu selalu disebut-sebut. Read more » Sungai Gangga

Makna Banten Bagi Umat Hindu di Bali dan Masalahnya Kini

Pada Mahasabha VIII PHDI yang digelar di Hotel Radison Denpasar bulan September tahun 2001 yang lalu, saya sempat berbincang dengan saudara kita umat Hindu asal Banten utusan Jawa Barat.

Dia mengatakan bukti kita bersaudara sangat kuat, karena upakara yang dikatakan di Bali sebagai “Banten”, di Banten disebut sebagai “Bali”. Dalam Bhuwana Tattwa Maha Rsi Markandeya, disebutkan bahwa Maha Rsi bersama pengikutnya membuka daerah baru pada Tahun Saka 858 di Puakan (Taro – Tegal Lalang, Gianyar, sekarang) . Read more » Makna Banten Bagi Umat Hindu di Bali dan Masalahnya Kini