Not Religion but Sanatana Dharma

Someone once asked me :  “Are you a Hindu?”

I : Do you have some time ?
He : Why do you ask ?

I : If you are in a hurry, I will say that I am a Hindu. But if you have some time then I will say that I am not a Hindu.
He : You are trying to confuse me !

I : You see, my friend, there is no religion called Hindu religion. But what the majority of the people of Bali believe in is called Hinduism by people of other faiths. In reality, we in Bali do not have any concept of religion. There is no word in our vocabulary for religion. Continue reading Not Religion but Sanatana Dharma

Perkawinan (Pawiwahan)

PENDAHULUAN

Undang-Undang R.I. No. 1/1974 pasal 1 menyebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang berbahagia dan kekal berdasarkan ke-Tuhan-an Yang Maha Esa.

Keluarga yang berbahagia kekal abadi dapat dicapai bilamana di dalam rumah tangga terjadi keharmonisan serta keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri, masing-masing dengan swadharma mereka. Continue reading Perkawinan (Pawiwahan)

Upacara Pengabenan Swasta Agni Nandang Mantri

1. PENDAHULUAN

Pengabenan Swasta Agni adalah pengabenan sederhana dengan biaya rendah yang sangat dianjurkan kepada masyarakat dewasa ini.

Dalam menyelenggarakan upacara yadnya dikenal ada tiga tingkatan upacara, yaitu: Utama, Madya, dan Kanista; masing-masing tingkatan itu dibagi lagi menjadi tiga tingkatan sehingga menjadi: Kanistaning Utama, Madyaning Utama, dan Utamaning Utama, demikian seterusnya sehingga sebenarnya seluruh tingkatan itu menjadi sembilan. Continue reading Upacara Pengabenan Swasta Agni Nandang Mantri

Quo Vadis Sampradaya

Sampradaya, bila dilaksanakan sesuai dengan tujuannya, menurut beberapa upanisad, bertujuan baik, yakni mencerdaskan dan menguatkan pengetahuan spiritual para anggota kelompoknya sehingga mereka menjadi manusia yang taat melaksanakan ajaran agama.

Namun demikian, sampradaya bisa mengarah ke hal negatif bilamana dipimpin oleh rohaniawan yang mempunyai misi dan visi menyimpang, misalnya: Continue reading Quo Vadis Sampradaya

Kebangkitan Nasional Berdasarkan Persatuan dan Kesatuan

Para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia telah merancang Lambang Negara: Garuda Pancasila, di mana kaki-kaki burung Garuda mencengkram kuat sebuah pita yang bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Lambang Negara itu mempunyai arti yang sangat dalam tentang cita-cita kemerdekaan di mana bangsa Indonesia diharapkan bangkit dari berbagai keterpurukan akibat penjajahan, menuju kepada Indonesia merdeka yang rakyatnya hidup makmur, berbahagia, toto tentrem kerto raharjo, gemah ripah loh jinawi, subur kang saro tinandur, murah kang sawo tinuku. Continue reading Kebangkitan Nasional Berdasarkan Persatuan dan Kesatuan