Sulinggih Sebagai Dhang Upadyaya

PENDAHULUAN

Kata-kata pembukaan dari Lontar Siwa Sasana kiranya perlu diingat kembali oleh para Sulinggih: … “Inilah Sang Sadaka yang patut dijadikan Guru Upadyaya (guru besar) oleh dunia, yaitu:

  1. Acarya Pandita adalah Sadaka yang paling tua termasuk yang umurnya paling tua
  2. Acarya yang pandai mengetahui tentang ilmu suara, tatabahasa, mendalami agama, dan teguh dalam ilmu pengetahuan Continue reading Sulinggih Sebagai Dhang Upadyaya

Penentuan Padewasaan

QUESTION:

Di kampung tiang ada kebiasaan yang menurut tiang sangat bertentangan dengan nilai budaya dan akal sehat, yaitu menaruh mayat di rumah selama berbulan bulan karena alasan belum menemukan dewasa yang tepat.

Ada juga yang menaruh mayat keluarganya sampai lebih dari 1 tahun dengan alasan meningkatkan gengsi. Yang perlu tiang tanyakan apakah hal ini dibenarkan oleh agama. Siapa saja sebenarnya yang berhak menunjukan padewasaan? Continue reading Penentuan Padewasaan

Pelaksanaan Nyepi di Perantauan

QUESTION:

1. Bagaimanakah pelaksanaan Nyepi di perantauan?
2. Adakah di Hindu, doa umum untuk berbagai event?

    ANSWER:

    1. Merayakan Nyepi hendaknya lengkap. Bila di kota anda ada Pura, biasanya terlebih dahulu ada upacara Melasti ke laut, tujuannya adalah mensucikan diri dan symbol-symbol Hyang Widhi (Ida Bhatara).

    Continue reading Pelaksanaan Nyepi di Perantauan

    Kecak

    Coming from the male chorus chant, which produces the trance of the Sanghyang ceremony, a new dance has developed; the Kecak. Usually over 100 men participate. Providing their own orchestration with a counter pattern of vocal sounds that complement their rhythmical movement, they create a living circular stage for re-enactment of an excerpt from the Ramayana story, perfomed by flickering torchlight. Continue reading Kecak