Ogoh-Ogoh dan Nyepi

QUESTION:

Ida Pandita Nabe yang saya sucikan, sehubungan dengan ritual Nyepi pada bulan Maret ini dan dengan adanya pro dan kontra tentang “Ogoh Ogoh”.

Sehari sebelum Hari Raya Nyepi kami umat Hindu Bintan sebagaimana biasa di setiap perayaan Nyepi selalu membuat Ogoh Ogoh, karena keberadaan Ogoh Ogoh tersebut digunakan sebagai momentum yang baik untuk menarik wisatawan asing agar berkunjung ke Bintan Beach International Resort. Continue reading Ogoh-Ogoh dan Nyepi

Sarasamuscaya dan Manawa Dharmasastra

Kitab Sarasamuscaya adalah tuntunan bagi mereka yang sudah meliwati Grhasta Asrama, atau tepatnya sudah meningkat ke Wanaprasta Asrama, apalagi sudah menjadi Sanyasin/ Bhiksuka.

Khusus mengenai wanita, demikian dianggap ‘berbahaya’ bagi kedua Asrama itu, misalnya seperti apa yang diuraikan dalam pasal 80, 81,82, 83, 84, 85, 86, 87, dst. Continue reading Sarasamuscaya dan Manawa Dharmasastra

Renovasi Tugu

QUESTION:

Sekarang saya sedang memperbaiki rumah, dan akan membangun rumah bertingkat. Saat ini, sebelum renovasi, saya mempunyai dua tugu yang sama-sama letaknya di bawah, yaitu Penunggun Karang dan Padmasari.

Nah, setelah rumah renovasi, Padmasari mau saya pindahkan ke atas, dan akan ditambah lagi dengan tugu Penglurah dan sebagainya.

Continue reading Renovasi Tugu

Upacara Pawiwahan Sadampati

1. TATTWA

Upacara Pawiwahan Sadampati adalah upacara yang sangat sederhana, biayanya sedikit namun makna yang dikandung sangat tinggi, karena banten (upakara) yang digunakan dalam upacara pawiwahan ini mengandung simbol-simbol yang lengkap.

Perkataan Sadampati terdiri dari rangkaian kata-kata: sa-dampa-ti masing-masing kata berarti sebagai berikut: sa = satu; dampa = tempat duduk/ bangku; ti = orang. Keseluruhan berarti: orang-orang yang duduk bersama dalam satu bangku untuk menikah. Acuan upacara ini adalah lontar: Dharma Kauripan. Continue reading Upacara Pawiwahan Sadampati

Yoga: Pranayama dan Kundalini

1. Yoga Pranayama secara singkat:

  1. duduk bersila yang santai/ jangan tegang
  2. tarik nafas melalui hidung sampai rongga dada penuh secara pelan-pelan dalam 7 hitungan/ detik
  3. tahan nafas di paru-paru selama 7 detik
  4. hembuskan nafas keluar melalui hidung pelan-pelan selama 7 detik
  5. demikian berulang-ulang, kalau bisa sampai 108 x putaran Continue reading Yoga: Pranayama dan Kundalini