Lis

Pendahuluan

Lis adalah salah satu bagian penting dari sekelompok banten karena merupakan alat pensucian. Menurut Lontar Yajnya Prakrti, banten memiliki tiga arti sebagai simbol ritual yang sakral. Kalimat yang dikutip dari lontar itu:

SAHANANING BEBANTEN PINAKA RAGANTA TUWI, PINAKA WARNA RUPANING IDA BHATARA, IAN PINAKA ANDA BHUWANA

Artinya: Semua jenis banten melambangkan diri kita sendiri atau umat manusia secara umum, melambangkan kemahakuasaan Ida Sanghyang Widhi, dan melambangkan alam semesta. Continue reading Lis

Kaki Suki

Kaki (Kakek) Suki tinggal di sebuah desa, lima belas kilometer arah barat Singaraja. Ada yang istimewa pada diri kakek sembilan cucu ini. Dia hidup sederhana, tidak hanya meliputi rumah, pakaian, dan makanannya saja, tetapi juga menyangkut kesederhanaan berpikir, berbicara, dan berbuat.

Walaupun demikian tidak berarti dia miskin, juga tidak berarti dia tidak mengejar pengetahuan dan memperhatikan pendidikan anak-anak dan cucu-cucunya. Continue reading Kaki Suki

Batur

In 1926, during the violent eruption of Mt. Batur, the original village of Batur, at the southern foot of the mountain, was totally destroyed. The villagers, unharmed but homeless, moved up onto the high ridge overlooking their original home, and began the task of rebuilding their temple, Pura Ulun Danu. Work on this temple is still underway, and they are creating one of the most impressive temples on the islands. Its stark meru towers stand out against the backdrop of the smoking volcano. Continue reading Batur

Babad Arya Tegeh Kuri

Arya Kenceng Tegeh Kuri (bukan Kori) adalah anak kandung dari Dalem (Raja). Ada dua kemungkinan ‘Dalem’, yaitu:

  1. Dalem Sri Kresna Kepakisan, raja I setelah pendudukan Majapahit, beristana di Puri Samprangan.
  2. Dalem Agra Samprangan, raja II setelah wafatnya Sri Kresna Kepakisan, juga tetap beristana di Puri Samprangan.

Ketidakjelasan tentang raja yang mana, karena: Continue reading Babad Arya Tegeh Kuri