Evolusi Hindu

QUESTION:

Mohon penjelasan mengenai 1) Manu, 2) Apakah Hindu mengenal evolusi?

    ANSWER:

    1. ‘Manu’ diciptakan oleh Hyang Widhi dari pikiran-Nya (Swayambhu/ lahir sendiri) bersumber dari unsur-unsur semesta yang disebut sebagai Bhuwana Agung, yaitu unsur-unsur: Apah (air), Pertiwi (tanah), Bayu (udara), Teja (matahari), dan Akasa (angkasa/ ether). Continue reading Evolusi Hindu

    Panak Dia-Diu

    Istilah ‘anak haram’ dalam tradisi beragama Hindu di Bali, menurut Lontar Men Brayut, disebut: PANAK DIA-DIU, yaitu kelahiran anak tanpa melalui pawiwahan yang ditandai dengan upacara mabeakala antara pasangan suami/ istri.

    Jadi kalau anak lahir tanpa upacara beakala terlebih dahulu, itulah panak dia-diu. Contoh lain, baru me-beakala setelah si wanita hamil, anak dari kandungan ini juga termasuk panak dia-diu. Continue reading Panak Dia-Diu

    Legong Keraton

    Perhaps the most exquisite of Balinese dances is the classical Legong, a dance traditionally perfomed as entertainment for the King. Young girls wrapped from head to ankle in hand-painted gold mirrored headdresses topped with trembling frangipani flowers, glide and sway in a pantomime of delicate movements, which portray the ancient story of King Lasem and his unsuccessful love suit. Continue reading Legong Keraton

    Ngaben, Nyekah, dan Mepaingkup

    1. Ini adalah perjalanan roh yang sudah diupacarai Pitra Yadnya: ngaben – nyekah – mepaingkup.

    2. Roh baru bisa ‘bergerak’ menuju sunia loka bila roh sudah terbebas dari ikatan-ikatan berupa: