Sejarah dan Silsilah Raja-Raja Warga Prebali

Pada abad ke-10 terjadi migrasi penduduk dari Thailand ke Indonesia. Mereka berasal dari Kerajaan Champa, dengan Rajanya dari Dinasti Warman. Di Indonesia mulanya mereka menetap di Kutai Kartanegara (Tenggarong), Kalimantan Timur. Sebagian berpindah ke Palembang (Sumatra Selatan) dan ke Bali (Buleleng). Yang di Buleleng mendirikan Kerajaan Singhadwala dengan istananya di Penyusuan (sekarang berdiri Pura Penegil Dharma, Kubutambahan). Raja pertama adalah Sri Kesari Warmadewa (913M – 955M). Read more » Sejarah dan Silsilah Raja-Raja Warga Prebali

Trihitakarana

Relevansinya pada antisipasi perubahan iklim dunia — World Climate Change

Makalah yang disampaikan pada Focus Group Discussion di Sekretariat Bali Climate Change, Kuta – Bali, 18 Oktober, 2007

PENDAHULUAN

Mpu Kuturan yang datang di Bali pada abad ke-11 atas permintaan Raja Udayana dan Gunapriadharmapatni tidak hanya berhasil menyatukan berbagai sekte agama Hindu yang ada ketika itu dalam wadah kepercayan Trimurti, tetapi juga telah meletakkan dasar-dasar kehidupan sosial religius dalam bentuk tatanan Desa Pakraman. Read more » Trihitakarana

Upacara Pindah Rumah (Menempati Rumah Baru)

QUESTION:

1. Beberapa waktu yang lalu Titiang pernah bertanya ke Ratu Bhagawan dan memperoleh jawaban, bahwa untuk upacara pindah rumah atau menempati rumah baru, upacaracaru saat Pengeruwak dan Pemakuhan bisa diwakili oleh satu caru pengeruwak saja, apakah benar demikian?

Jadi pada saat Memakuh, tidak menggunakan caru pemakuhan lagi, hanya menghaturkan banten pemakuhan Apakah bisa demikian ratu Bhagawan? (perlu kami sampaikan bahwa seluruh rangkaian upacara rencana diselesaikan 1 hari saja) Read more » Upacara Pindah Rumah (Menempati Rumah Baru)

Pura Dalem

Status Pura Dalem dan Pura Mrajapati memang berbeda dengan status Pura Kahyangan lainnya, karena Pura Dalem dan Pura Mrajapati ya memang Pura yang berkaitan dengan ‘kematian’.

Dalam paham ini tidak selamanya kematian dan stula sarira yang mati dipandang sebagai ‘leteh’ dengan pengertian bahwa stula sarira juga adalah ‘milik’ Sanghyang Widhi, yang tidak digunakan lagi oleh roh/ atman. Read more » Pura Dalem

Astha Brata

Om Awignamastu namo siddham. Astha Brata menurut Lontar Dharmasastra Raja adalah pedoman bagi seorang Kesatrya, pemimpin yang bertanggung jawab pada kelancaran jalannya pemerintahan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Butir-butir Astha Brata adalah:

  1. Indra Brata, berpikir, berbicara dan bersikap adil, tanpa melihat factor-faktor hubungan kekeluargaan, kekerabatan, atau hubungan kepentingan pribadi lainnya. Ia hendaknya berpegang teguh pada peraturan dan perundangan yang berlaku serta melaksanakan kewajiban sesuai dengan sumpah jabatan. Read more » Astha Brata

Hindu Dalam Wacana Bali Centris

Centris dari kata Centralize berarti memusatkan sehingga Bali centris dalam tulisan ini diartikan sebagai suatu pandangan yang menempatkan budaya dan tradisi Hindu di Bali sebagai pusat/ acuan pelaksanaan dan tatanan hidup beragama bagi pemeluk Hindu di Indonesia. Di Bali budaya dan Agama telah menyatu karena keduanya saling mendukung.

Keinginan mengadakan reformasi di segala bidang akhir-akhir ini menimbulkan wacana yang berkembang, antara lain tentang Bali centris yang ditolak oleh beberapa kalangan baik yang tinggal dan berasal dari Bali maupun yang di luar Bali. Hal ini sebaiknya dikaji lebih dalam agar reformasi dilaksanakan dengan tepat dan berdampak positif bagi umat Hindu di tanah air. Read more » Hindu Dalam Wacana Bali Centris

Jepang, India, dan Indonesia

1. Kondisi sosial ekonomi Jepang memang berbeda dengan Indonesia. Pribadi orang Jepang sejak dahulu kala adalah pekerja giat,ulet, pantang menyerah, dan rasa malu yang tinggi bila gagal dalam bekerja.

Kita lihat semangat ‘bushido’ dan kebanggaan menjadi seorang samurai (pelayan terhormat). Contoh lain: tradisi hara-kiri, dan ketika PD-II ada penerbang ‘kamikaze’. Read more » Jepang, India, dan Indonesia

Page 20 of 111« First...101819202122304050...Last »