Dari Saraswati ke Pagerwesi

Saraswati

Hari Saraswati jatuh setiap Saniscara (Saptu), Umanis, wuku Watugunung. Dari Lontar Wariga, diketahui bahwa penetapan hari (dewasa) Saraswati atau di Bali dikenal dengan dewasa Piodalan Sanghyang Aji Saraswati mengandung makna yang sakral sebagai berikut: Saniscara, hari baik untuk mulai memupuk pikiran yang baik, berlaku hati-hati/waspada, dan hari baik pula untuk mohon perlindungan Sanghyang Parama Kawi. Continue reading Dari Saraswati ke Pagerwesi

The Wedding In Hindu (Balinese) Religion

The “Weda” says that marriage in Hindu is a holly act. There are two main reasons. Firstly, God bless man and woman to love each other as what “Dewa Smara” (similar with Adam) and “Dewi Ratih” (similar with Eve) done in the beginning. Secondly, human have to allow their ancestor come to reincarnation through the couple so that the soul be able to reform live in the next born.

Reform to a better and holly live exactly important for every soul than through reincarnation that rolling times to times they hope at one time can be in one with God. That is make children is a need in Balinese couple. Continue reading The Wedding In Hindu (Balinese) Religion

Upacara Tutug Kambuhan

PENDAHULUAN

Upacara Tutug Kambuhan di tempat berbeda di Bali, disebut juga sebagai upacara: Kambuhan, Macolongan, dan Tutug Kakambuhan. Bermakna sama, sebagai suatu upacara yang dilakukan saat bayi berusia 42 hari (a-bulan pitung dina = 1 bulan 7 hari menurut perhitungan Kalender Bali).

Tujuannya adalah: membersihkan jiwa raga sang bayi dan ibunya dari segala noda dan kotoran, dan berterima kasih kepada “Nyama Bajang” si bayi atas bantuannya menjaga si bayi sewaktu masih dalam kandungan dan mohon agar mereka kembali ke tempat asalnya masing-masing. Continue reading Upacara Tutug Kambuhan

Mendirikan Sanggah Kemulan/ Merajan di Rumah

QUESTION:

Titiang bermaksud mendirikan sebuah sanggah kemulan/ merajan di rumah titiang di Denpasar dengan tujuan untuk memuja leluhur. Titiang masih belum jelas tentang mana yang mestinya titiang pakai pedoman, sanggah kemulan rong 3 atau rong 2.

Berbagai informasi yang berbeda yang titiang dapatkan yang membuat titiang bingung. Di pekarangan rumah titiang di Panji, telah berdiri kemulan rong 3. Namun di Merajan Dadia titiang di Panji telah berdiri kemulan rong 2. Continue reading Mendirikan Sanggah Kemulan/ Merajan di Rumah