Jele Melah Gumi Gelah

Setahu saya ada dua tempat di Buleleng yang memampang slogan itu, pertama di Desa Banyuning, kota Singaraja, dekat sekolah teknik, dan di Desa Bungkulan dekat jembatan. “Jele-melah gumi gelah” begitu bunyi slogan yang terpampang gagah, besar, dipahatkan pada tembok batu. Continue reading Jele Melah Gumi Gelah

Bendesa Manik Mas

Ada buku yang bagus, dijual di toko-toko buku: K.G.P. BENDESA MANIK MAS, disusun oleh Rsi Bintang Dhanu Manik Mas I.N. Djoni Gingsir, Penerbit: Yayasan Diah Tantri, Lembaga Babad Bali Agung, Jl. Cinere Raya No. 17.C, Pangkalan Jati, Jakarta 16514.

Pada halaman 90 jelas dinyatakan bahwa Ki Patih Wulung bergelar Kiyai Gusti Pangeran Bendesa Manik Mas. Beliaulah yang mengembangkan keturunan yang sekarang disebut warga Bendesa Manik Mas. Continue reading Bendesa Manik Mas

Tanda-Tanda Alam Menjelang Ledakan Bom di Kuta Tanggal 12 Oktober 2002

Tanda-tanda alam menjelang suatu peristiwa berdarah yang memakan banyak korban disebutkan dalam Kitab Bhisma Parwa dan Lontar Rsi Garga.

Demikian pula halnya dengan peristiwa ledakan bom di Kuta yang membawa korban ratusan jiwa, ada tanda-tanda alam yang dapat dicatat sebagai berikut: Continue reading Tanda-Tanda Alam Menjelang Ledakan Bom di Kuta Tanggal 12 Oktober 2002

Sembahyang di Sanggah Pamerajan Orang Lain yang Tidak Sewarga (Soroh)

QUESTION:

Ida Pandita yang saya hormati, terkadang saya main dan bermalam di rumah sahabat karib saya yang tidak sewarga (soroh) dan bila pada hari odalan di Sanggahnya saya merasa tidak enak kalau tidak turut sembahyang.

Pertanyaan saya, apakah saya boleh bersembahyang di Sanggah Pamerajan orang lain yang tidak sewarga (soroh). Atas jawaban Ida Pandita, saya ucapkan terima kasih. Continue reading Sembahyang di Sanggah Pamerajan Orang Lain yang Tidak Sewarga (Soroh)