Perbedaan Konsep Hindu Dalem Waturenggong dengan Hindu Putih Mayong

QUESTION:

Apakah ada perbedaan antara Hindu konsep Dalem Waturenggong dengan Hindu Putih Mayong, misalnya dalam upacara atau bebantenannya?

Saya liat setiap upacara, yg mimpin upacara/ muput, selalu sama orangnya/ 1 orang, dari upacara 3 bulanan, otonan, metatah, nganten, ngaben. Apakah boleh seperti itu atau apakah sudah sesuai dengan ajaran hindu? Read more » Perbedaan Konsep Hindu Dalem Waturenggong dengan Hindu Putih Mayong

Pemakaian Weda atau Veda

QUESTION:

Sebelumnya saya minta maaf pada Ida Bhagawan, atas ketidakmampuan saya untuk berbahasa yang baik, untuk itu saya memilih menggunakan bahasa Indonesia. Sebelum lebih jauh dengan segala pertanyaan dan permasalahan, saya hendak bercerita sedikit tentang asal usul subjek pertanyaan (Pemakaian Weda atau Veda).

Beberapa waktu lalu, saya menjelajah ingin tau banyak tentang hal yang berkaitan dengan Hindu dan Agama. Akhirnya saya ketemu dengan Wikipedia (dalam bahasa inggris) yang kemudian menuntun saya pada wikipedia indonesia. Read more » Pemakaian Weda atau Veda

Galungan Nara Mangsa

PENGERTIAN

Galungan Nara Mangsa adalah hari raya Galungan yang mempunyai semangat agak bertentangan dengan hari raya Galungan biasa. Kata “Nara” dalam Bahasa Sanskerta berarti: orang (laki-laki); dan “Mangsa” artinya: memakan (daging). Jadi “Nara Mangsa” artinya: Pemakan daging manusia. Dalam mithologi, pemakan daging manusia adalah raksasa atau bhuta kala.

Jadi Galungan Nara Mangsa, dapat juga disebutkan sebagai Galungan Raksasa atau Galungan Kala-Rau. Pengertian yang lebih jauh adalah hari yang sebenarnya lebih cocok untuk melaksanakan Bhuta Yadnya dan bukan untuk merayakan kemenangan Dewa seperti hari raya Galungan biasa. Read more » Galungan Nara Mangsa

Manyi

Kokok ayam bersahut-sahutan menyongsong terbitnya sang surya di pagi yang dingin membangunkan seisi rumah keluarga petani Pan Geredeg. Istrinya yang dipanggil lebih akrab dengan nama Kelepon dari pada nama aslinya Luh Sukaesih, sudah terbangun sejam lalu.

Ia sudah menyelesaikan tugasnya sebagai istri, memasak nasi serta lauknya, serta menyediakan kopi buat suaminya. Hari itu ia akan bekerja keras, manyi (panen padi) di sawahnya, Subak Bedugul. Read more » Manyi

Arga Patra

Ada beberapa Lontar dan Buku yang membahas tentang Arga Patra, namun terasa sulit bagi seorang pemula yang hendak belajar sendiri tanpa bimbingan guru atau setidak-tidaknya ingin mempunyai pegangan yang pasti tentang tata-cara Surya Sevana yang rumit itu.

Tahap awal dengan memberikan pengertian mendalam tentang Tirtha dan Pola Dasar Pemujaan. Hal ini dianggap penting agar penghayatan pernujaan kepada Hyang Widhi serta konsentrasi pikiran ke alam Nirwana dapat terwujud sejak dini. Read more » Arga Patra