Upacara Bayi Dalam Kandungan dan Setelah Lahir

QUESTION:

Saya tinggal di luar Bali dan telah memiliki seorang anak dan sebagaimana biasanya ketika bayi masih berada di dalam kandungan dan setelah lahir tentu ada upacara upacara tersendiri, begitu pun anak saya.

Namun upacara yang kami laksanakan tidak sama dengan apa yang ada di Bali (Upacaranya sederhana), pertanyaan saya kepada Ida Pandita Nabe, yaitu: Continue reading Upacara Bayi Dalam Kandungan dan Setelah Lahir

A Ceeng

Sebuah alat takar yang digunakan di pasar pedesaan Bali Utara sampai sekarang, ada yang bernama ceeng (e dibaca seperti ‘enak’). Ukuran ceeng beragam mulai dari 1/4 kg, 1/2 kg, dan 1 kg. Bentuknya bulat berpinggiran setinggi 2 – 3 Cm, dari bahan aluminium.

Sebelum ada aluminium yang ringan, dahulu ceeng dibuat dari kuningan atau perunggu. Beras ditakar dengan ceeng, kemudian diratakan sebatas permukaan, maka itulah ukuran yang pasti. Di zaman Belanda kebenaran ukuran ceeng diperiksa oleh Mantri Pasar. Continue reading A Ceeng

Vegetarian

Minggu lalu saya muput ngaben seorang warga Hindu di Singaraja. Sang Lina ketika meninggal baru berusia 43 tahun, usia yang masih sangat produktif. Keluarganya menjelaskan sang lina meninggal karena menurut dokter ‘kekurangan gizi’ karena sang lina melakukan brata sebagai vegetarian terlalu ketat.

Ibunya sambil menangis cerita bahwa anaknya sangat patuh pada brata vegetarian, tidak pernah makan daging sejak SMP. Ada juga keluarga saya tinggal di Denpasar, dulunya bekerja di suatu BUMN, tetapi di usia muda, 35 tahun terpaksa diberhentikan bekerja karena matanya buta, dan telinganya tuli. Continue reading Vegetarian

Cuntaka

Menurut Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu yang disyahkan PHDI, hal-hal yang menyebabkan seseorang cuntaka (sebel) adalah: kematian, menstruasi, bersalin, keguguran kandungan, perkawinan, gamia-gamana (perkawinan yang dilarang Agama misalnya ayah mengawini anak gadisnya sendiri), salah timpal (bersenggama dengan binatang), hamil di luar nikah, mitra ngalang (berzina), kelahiran bayi tanpa nikah, sakit menahun (lepra, aids). Continue reading Cuntaka