Kebangkitan Nasional Berdasarkan Persatuan dan Kesatuan

Para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia telah merancang Lambang Negara: Garuda Pancasila, di mana kaki-kaki burung Garuda mencengkram kuat sebuah pita yang bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Lambang Negara itu mempunyai arti yang sangat dalam tentang cita-cita kemerdekaan di mana bangsa Indonesia diharapkan bangkit dari berbagai keterpurukan akibat penjajahan, menuju kepada Indonesia merdeka yang rakyatnya hidup makmur, berbahagia, toto tentrem kerto raharjo, gemah ripah loh jinawi, subur kang saro tinandur, murah kang sawo tinuku. Continue reading Kebangkitan Nasional Berdasarkan Persatuan dan Kesatuan

Tirta Pangentas Bukan Oleh Sulinggih

QUESTION:

1. Dalam Lontar Yama Purana Tattwa dijelaskan bahwa yang boleh membuat tirta pangentas adalah Sulinggih; demikian pula yang pernah saya dengar dari beberapa Sulinggih.

Namun di suatu Desa di Kecamatan Banjar ada seorang walaka yang membuat tirta pangentas di mana masyarakat percaya bahwa ia melakukan itu atas penugrahan seorang Sulinggih yang sudah newata. Apakah hal ini dapat dibenarkan? Continue reading Tirta Pangentas Bukan Oleh Sulinggih

Stop Selling Land For Rituals

Bali is living culture rich in traditional and religious ceremonies. Everyday, the island is enriched with colorful and glittering rituals from temple anniversaries to wedding and death rituals; all become attractive for tourist consumption. But to carry out a ceremony, is indeed a complex business.

To hold a cremation for dead family members, especially those coming from wealthy and noble clans, involves all village members and cost from Rp.50 million (US$5,500) for a very modest ceremony to Rp.3 billion for lavish one. Continue reading Stop Selling Land For Rituals

Sing Dot

Gede Madia bekerja serabutan, artinya mau dan mampu bekerja apa saja. Tentu bagi rakyat kecil seperti dia, kalimat bekerja apa saja artinya terbatas pada jenis pekerjaan kasar.

Lebih lugas lagi, jenis pekerjaan yang mengandalkan tenaga dan bukan mengandalkan kepintaran otak. Maklum saja, karena dia hanya sempat menikmati pendidikan formal sampai SD kelas 4 di desa. Continue reading Sing Dot