Kenapa di Hindu Banyak Sekali Melaksanakan Upacara Agama?

QUESTION:

Ida Pandita Sri Bhagawan yang saya hormati, saya ingin menyampaikan pengalaman saya ketika masih bertugas di luar Bali. Banyak teman-teman saya yang non-Bali bertanya, kenapa orang-orang Bali (Hindu) banyak sekali melaksanakan upacara-upacara agama, apakah memang begitu cara mereka beragama.

Jika demikian halnya alangkah banyak uang yang dikeluarkan untuk melaksanakan ajaran agama. Read more » Kenapa di Hindu Banyak Sekali Melaksanakan Upacara Agama?

Satua Base Beleleng: Pesiar

Ade bapa tua madan Pan Serintig. Iya madan keto kerana panakne paling keliha madan Luh Serintig. Di desane nto yen suba tua tur ngelah panak, kone kutang adan terunane, terus nganggon adan pungkusan. Adan pungkusan nuutang adan panake ane pertama. Nah keto suba, i bapa madan Pan Serintig, i meme madan Men Serintig. Nyama berayane ane mecapatan masi nganggon adane anyar nto. Yen nu nyapatin nganggon adane i maluan, oraange sing nawang adat bin sing ngajinin. Terusang  teh malu satuane. Read more » Satua Base Beleleng: Pesiar

Promosi Pariwisata Bali

Bali adalah objek wisata internasional. Nama Bali sudah mendunia. “Bali” di sini menyangkut berbagai aspek: Agama, Budaya, Adat, Panorama, dan lain-lain, yang sangat unik tiada duanya, dan berkaitan erat antara satu aspek dengan aspek yang lain.

Namun potensi yang luar biasa ini belum dipelihara dengan baik. Padahal jika dipelihara dengan baik dapat memberikan manfaat besar yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan orang Bali. Read more » Promosi Pariwisata Bali “Ken-Ken?”

Reinkarnasi

QUESTION:

Tiyang Mau Bertanya tentang Reinkarnasi, karena tiyang masih bingung. Di Bali sudah umum kita dengar anak numadi/ tumitis/ reinkarnasi/ punarbawa, itu biasa namun ada permasalahan, yaitu mungkinkah sang atman numitis pada saat bersamaan dalam satu waktu dan di dua badan kasar?

Karena banyak masalah seperti ini di masyarakat yang perlu di perjelas kebenarannya… bisakah dipercaya sang balian yang mengatakan anak ini adalah tumitisan kakeknya padahal menurut balian terdahulu kakaknya sang anak adalah tumitisan kakeknya itu juga? Read more » Reinkarnasi

Membangun Padmasana Saja

QUESTION:

  1. Bolehkah membangun Padmasana saja untuk di Sanggah?
  2. Sejak kapan penamaan orang Bali menggunakan Wayan, Made, dst?
  3. Sejak kapan ada upacara Pitra Yadnya?

ANSWER:

1. Bila keadaan tidak memungkinkan, boleh membangun Padmasana saja, tetapi bila tersedia ruangan/ lahan yang agak lebih luas, usahakan membangun pelinggih yang lengkap seperti jawaban saya kepada Parta & Dhani dari Lampung Tengah (lihat di atas). Read more » Membangun Padmasana Saja

Ongkara

Ada yang menanyakan bentuk/ gambar simbol Ongkara di India dengan di Bali kok beda? Padahal sama-sama Hindu.

Tentang simbol Ongkara di India saya belum temukan sumber sastranya, tentang bentuk Ongkara di Bali saya dapat jelaskan (sumber: Lontar Krakah Modre Aji Griguh). Read more » Ongkara

Tahun Saka dan Hari Raya Nyepi

Astronomi (Ilmu perbintangan) yang menjadi patokan perhitungan untuk hari-minggu-bulan-tahun bagi umat manusia sebenarnya sudah dikenal di India sekitar 12.000 tahun Sebelum Masehi (SM). Dari India astronomi ini menyebar ke benua Eropa dan Asia.

Weda yang diwahyukan sekitar 3000 tahun SM disebut sebagai Weda Sruti. Sifat-sifat kebenaran Weda Sruti menurut para Maha Rsi adalah:

  1. Pratiyaksa (dapat dirasakan/ diamati),
  2. Adhiyatmika (dapat dipikirkan/ direnungkan), dan
  3. Paroksa (dapat dipelajari/ didiskusikan). Read more » Tahun Saka dan Hari Raya Nyepi