Pelinggih di Sanggah Pamerajan

QUESTION:

  1. Pelinggih apa saja seharusnya ada di Sanggah Pamerajan Perumahan?
  2. Bolehkah pelinggih-pelinggih tersebut diletakkan berjejer dalam satu baris?
  3. Bolehkan diberi atap?

ANSWER:

1. Selain mengacu pada “Trimurti Tattwa” hendaknya juga membaca “Tutur Kuturan”, “Dwijendra Tattwa”, “Gong Besi” dan “Sanghyang Aji Swamandala”. Berdasarkan lontar-lontar itu maka pelinggih di Sanggah Pamerajan Perumahan adalah: Read more » Pelinggih di Sanggah Pamerajan

Jangan Lahir Kembali

Ada keluhan yang “lucu” dari salah seorang rekan, katanya nanti kalau mati lalu menjelma lagi apakah akan jadi orang Bali (yang minoritas, ditekan), mendingan jadi orang Amerika? (yang makmur, tetapi diteror oleh Osama bin Laden). Akhirnya ya takut juga jadi orang Amerika.

Jawaban saya: MAKANYA JANGAN LAHIR KEMBALI MENJADI MAKHLUK APA PUN. Read more » Jangan Lahir Kembali

Manfaat Uang Mekelin

QUESTION:

Pada saat jenasah yang akan dikubur atau diurug dengan tanah, biasanya diberi uang atau “mekelin”. Pertanyaan saya:

  1. Apakah manfaat uang “mekelin” tersebut
  2. Bolehkah uang “mekelin” itu diambil untuk difungsikan ke arah yang benar. Read more » Manfaat Uang Mekelin

Ida Sanghyang Widhi Menciptakan Bumi Untuk Kesejahteraan Manusia

Awalnya bumi diciptakan berupa air. Di atas air Dewa Wisnu beryoga; kemudian dari pusar-Nya keluar bunga teratai. Dari bunga teratai keluarlah Dewa Brahma. Ketika Dewa Brahma bertanya tentang diri-Nya, Wisnu menjelaskan bahwa Brahma dilahirkan oleh-Nya, namun Brahma menyangkal.

Di saat pertentangan Wisnu dan Brahma memuncak tiba-tiba muncul sebuah Lingga yang besar dan sangat tinggi. Wisnu dan Brahma bertarung untuk membuktikan kesaktian masing-masing dengan cara menemukan pangkal dan puncak Lingga.Wisnu mencari pangkal Lingga; untuk itu Ia berubah menjadi seekor babi. Read more » Ida Sanghyang Widhi Menciptakan Bumi Untuk Kesejahteraan Manusia

Sanggah Maperucut dan Sanggah Matudung Pane

QUESTION:

Dari dahulu sekali saya mewarisi Sanggah/ Merajan jajaran dari leluhur dan boleh bilang sudah hampir memadai sesuai dengan bacakan pelinggih pengayengan baik pengayengan Bethara dari sana-sini dan saya sudah percaya betul dengan keadaan tersebut.

Yang sedikit ada rasa keraguan tentang pengayengan:

  1. Sanggah maperucut dari dahulu saya bersama keluarga ngayat Bethara dari Gunung Agung
  2. Sanggah matudung pane pengayatan dari Gunung Batur. Read more » Sanggah Maperucut dan Sanggah Matudung Pane

Galungan dan Kuningan

QUESTION:

Berdasarkan peninggalan/ warisan dari pendahulu kami, selama ini sesajen yang kami haturkan untuk di pelinggih utama maupun beberapa pelinggih yang lebih kecil lainnya pada setiap Hari Raya Galungan adalah: Pejati.

1 soroh pejati ini berisikan: banten Peras, daksina, tipat kelanan, ajuman, canang Buah, canang pesucian dan penyeneng dilengkapi pula dengan banten Lekan (sesajen sebuah tumpeng putih beralas taledan lengkap dengan raka-raka dan sebuah wakul daksina tanpa serembeng yang berisikan jajan sesamuhan 7 macam, antara lain: bungan temu, lawat buah lawat nyuh, simbar, kelongkang, kemimitan, dan saraswati dilengkapi sampiyan sri kekili). Read more » Galungan dan Kuningan

Trisandya

QUESTION:

Mohon penjelasan Ida Pandita mengenai Trisandya

ANSWER:

Menurut hasil Mahasabha PHDI ke-VI/1991, Puja Trisandya dilakukan tiga kali sehari, yaitu: pagi hari menjelang matahari terbit yang disebut surya puja, siang hari ketika saat tajeg surya disebut sebagai rahina puja, dan sore hari menjelang matahari terbenam yang disebut sandya puja. Read more » Trisandya