Bhineka Tunggalika

Kalimat ‘Bhineka Tunggalika’ yang menjadi kata-kata mutiara melengkapi Lambang Negara Garuda Pancasila, dimaksudkan oleh para tokoh pendiri Republik Indonesia untuk menyatukan Indonesia secara utuh sebagai sebuah bangsa, nusa/ tanah air, bahasa, negara, yang berkedaulatan.

Kalimat ini diambil dari Kekawin Sutasoma, yang lengkapnya berbunyi:

BHINEKA TUNGGALIKA TAN HANA DHARMA MANGRUWA

artinya: Berbeda, tetapi satu, tak ada kepercayaan yang mendua. Continue reading Bhineka Tunggalika

Sorga, Neraka, dan Moksa

Berikut ini kutipan dari buku Pengantar Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi, Cudamani, Yayasan Dharma Sarathi, Jakarta 1990. Intisari Upanisad: Sorga dan Neraka bukan suatu tempat dan bukan pula suatu bentuk yang pasti melainkan suatu “state of mind”, yaitu keadaan pikiran bahagia atau menderita.

Kalau pikiran dalam keadaan senang dan bahagia maka itulah sorga sebaliknya bila pikiran sedih dan menderita itulah neraka. Ukuran senang dan menderita adalah relatif, misalnya ketika hidup pikiran ingin berbuat amoral kemudian tercapai maka manusia puas dan senang; apakah ini juga dinamakan sorga? Continue reading Sorga, Neraka, dan Moksa

Wanita Dalam Pandangan Hindu

Wanita berasal dari Bahasa Sanskrit, yaitu Svanittha, di mana kata Sva artinya “sendiri” dan Nittha artinya “suci”. Jadi Svanittha artinya “mensucikan sendiri” kemudian berkembang menjadi pengertian tentang manusia yang berperan luas dalam Dharma atau “pengamal Dharma”.

Dari sini juga berkembang perkataan Sukla Svanittha yang artinya “bibit” atau janin yang dikandung oleh manusia, dalam hal ini, peranan perempuan. Wanita sangat diperhatikan sebagai penerus keturunan dan sekaligus “sarana” terwujudnya Punarbhava atau re-inkarnasi, sebagai salah satu srada (kepercayaan/ keyakinan) Hindu. Continue reading Wanita Dalam Pandangan Hindu

Penderita Tiga Buta Malu Belajar

“Tiga buta”, meminjam istilah Bapak Romi Sudhita dari Undiksha Singaraja, yaitu: buta aksara/ angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar, terkadang mengherankan sekaligus menggelikan.

Betapa tidak, di zaman milennium ini masih juga ada penderita tiga buta. Apalagi disebut, Kabupaten Buleleng mempunyai penderita tiga buta yang paling banyak di Bali. Continue reading Penderita Tiga Buta Malu Belajar