Perkawinan (Pawiwahan)

PENDAHULUAN

Undang-Undang R.I. No. 1/1974 pasal 1 menyebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang berbahagia dan kekal berdasarkan ke-Tuhan-an Yang Maha Esa.

Keluarga yang berbahagia kekal abadi dapat dicapai bilamana di dalam rumah tangga terjadi keharmonisan serta keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri, masing-masing dengan swadharma mereka. Continue reading Perkawinan (Pawiwahan)

Pola Hidup Bersih dan Sehat Ditinjau dari Perspektif Hindu

Kehidupan manusia yang tidak lepas dari pengaruh kemahakuasaan Hyang Widhi, dalam ajaran Hindu terdiri dari dua aspek, yaitu aspek nyata atau “skala” dan aspek tidak nyata atau “niskala”.

Aspek skala adalah sesuatu yang jelas dan langsung dapat dilakukan melalui hasil berpikir (cognitive) yang juga menghasilkan emosi dan perilaku, kemudian dapat dirasakan melalui pengindraan. Continue reading Pola Hidup Bersih dan Sehat Ditinjau dari Perspektif Hindu

Batu Pulaki

QUESTION:

  1. Titiang punya batu permata, warnanya putih susu bercampur agak kuning, dulu batu niki diberikan oleh seorang Mpu saking desa banjar, singaraja, sekarang beliau sdh almarhum. Menurut beliau batu ini disebut batu pulaki, apa sebenarnya batu pulaki puniki, napi wenten kegunaannya?
  2. Kocap wenten batu kresna dana, batu permata macam apa niki, napi kegunaannya? napi wenten sane ngadol? Continue reading Batu Pulaki

Mencakupkan Tangan

1. Ke sepuluh jari tangan adalah simbol ‘dasa-aksara’ atau 10 aksara suci perlambang dari Sanghyang Widhi dalam kedudukan-Nya di semua penjuru mata angin, dimulai dari timur dengan aksara Sa (Sang).

2. Buka telapak tangan (menghadap ke atas) mulai dari ibu jari kiri, berturut-turut ucapkan: SA BA TA A I terus ke jari kelingking tangan kanan dst: NA MA SI WA YA. Continue reading Mencakupkan Tangan