Sejarah Majapahit

QUESTION :

  1. Di mana saya bisa mendapat buku mengenai sejarah majapahit?
  2. Bagaimana pendapat Ida Bhagawan mengenai kasus larangan kawin keluar soroh?

ANSWER :

1. Sejarah Majapahit dalam bentuk buku Nagara Kartagama dalam bahasa Indonesia, terutama yang menyangkut tata pemerintahan, dan analisis kenapa Majapahit bisa mencapai kejayaan dan menguasai Nusantara. Read more » Sejarah Majapahit

Pelaksanaan Tri Sandhya

QUESTION:

  1. Apa dasar pelaksanaan Tri Sandhya itu? Apakah langsung dari Weda, lontar, atau apapun itu yang tersurat atau tersirat mohon diinformasikan. Dan disampaikan juga kepada saya sumber yang menyatakan untuk melaksanakan Tri Sandhya tersebut.
  2. Waktu Pelaksanaan Tri Sandhya sebaiknya jam berapa saja?
  3. Tata cara pelaksanaan Tri Sandhya? Apakah setiap saya akan Tri Sandhya harus mandi dulu. Bagaimana “wudu” sebelum Tri Sandhya? Bagaimana pakaian yang dianjurkan? Apakah harus menggunakan “senteng”? Read more » Pelaksanaan Tri Sandhya

Nista, Madya, dan Utama Mandala

1. Pembagian ruang Pura menjadi: Nista, Madya dan Utama Mandala adalah pembagian menurut klasifikasi kegiatan di Pura secara keseluruhan, dalam artian untuk kepentingan pemujaan dan aktivitas yang berkaitan dengan persembahyangan/ keagamaan.

2. Seluruh areal yang terbagi tiga itu merupakan satu kesatuan bulat. Read more » Nista, Madya, dan Utama Mandala

Hindu Dharma

Hindu-Dharma is the name of religion in Indonesia. The story began in the 8th century when a great Priest from Madya Pradesh (India) named Maha Rsi Agasteya came to Indonesia teach our ancestor about Veda.

The second pilgrim came in the 10th century also from Uttar Pradesh (India) named Maha Rsi Markandeya. Maha Rsi Agasteya spread Hindu-Siva religion called Siva-Siddhanta in Java, Sumatra, Borneo, Sulawesi islands. Read more » Hindu Dharma

Kerauhan Bhatara

QUESTION:

Bagaimana pendapat Ida Pandita mengenai Kerauhan Bhatara?

ANSWER:

Harap berhati-hati menyikapi orang yang “Kerauhan Bhatara” agar tidak keliru mengambil keputusan.

Pada dasarnya ‘kontak bathin’ antara Hyang Widhi dengan manusia dapat terjadi bila yang bersangkutan telah melaksanakan ajaran agama dengan baik serta memelihara kesucian dalam ‘trikaya’ (pikiran, perkataan, dan perbuatan). Read more » Kerauhan Bhatara