Cara bersembahyang

QUESTION:

Setiap hari saya melaksanakan Puja Trisandya 2 (dua) kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari, setiap kali mengucapkan bait pertama dan terakhir saja. Bait pertama saya ucapkan tiga kali disusul bait ke-6 (terakhir).

Kemudian sebelum berangkat kerja saya maturan canang di Kemulan, Surya, Hyang Kompiang, Kawitan, Taksu, Paruman, Jero Gede, Pelangkiran di kamar (penyungsungan Betari Melanting). Read more » Cara Bersembahyang

Toleransi

Ada beberapa tuntunan dalam Agama Hindu agar umatnya memegang teguh sifat-sifat toleransi.

Pertama, filosofi Tattwamasi yang menyatakan bahwa dalam diri setiap manusia berstana Atman atau Brahman yang merupakan serpihan-serpihan Siwa (Ida Sanghyang Widhi Wasa). Read more » Toleransi

Kenapa di Hindu Banyak Sekali Melaksanakan Upacara Agama?

QUESTION:

Ida Pandita Sri Bhagawan yang saya hormati, saya ingin menyampaikan pengalaman saya ketika masih bertugas di luar Bali. Banyak teman-teman saya yang non-Bali bertanya, kenapa orang-orang Bali (Hindu) banyak sekali melaksanakan upacara-upacara agama, apakah memang begitu cara mereka beragama.

Jika demikian halnya alangkah banyak uang yang dikeluarkan untuk melaksanakan ajaran agama. Read more » Kenapa di Hindu Banyak Sekali Melaksanakan Upacara Agama?

Penggalian Dana

QUESTION:

1. Apakah dibenarkan dalam penggalian dana untuk biaya pembangunan tempat suci atau untuk biaya piodalan dengan melaksanakan judi seperti tajen dan sejenisnya.

2. Titiang mohon sesontengan-sesontengan agar mudah diucapkan, dapat dimengerti serta tepat pada tujuan:

  1. Pada waktu meseh lawang
  2. Pada waktu mapepegat dengan benang tridatu
  3. Pada waktu pelaksanaan maperas Read more » Penggalian Dana

Bobabe Perlu Juarine Kanggo

Kesadaran manusia telah memasuki zaman edan (zaman kali) mungkin awalnya dirasakan tahun enam puluhan oleh maman Wirya, penjual daging babi keliling asal Banjar Jawa, Singaraja. Sambil bernaung dari terik matahari siang yang menyengat tengkuknya, maman Wirya duduk setengah bersender di sebatang pohon singapur di tepi jalan Giri Putri.

Dia memikirkan pasang surut usaha kecil-kecilan yang ditekuninya sejak lima tahun lampau. Dengan rajin mulai jam empat dini hari maman Wirya naik sepeda gayung dari rumahnya ke Kampung Tinggi menemui jagal cina bernama Babah Leong. Read more » Bobabe Perlu Juarine Kanggo