Puasa

1. Puasa (Upawasa) yang wajib (diharuskan) adalah:

  1. Siwaratri (lihat kalender) jatuh pada panglong ping 14 Tilem ke pitu, yaitu sehari sebelum tilem. Untuk y.a.d. jatuh pada Hari Rabu, tanggal 21 Januari 2004. Puasa total tidak makan dan minum apapun dimulai sejak matahari terbit pada hari Rabu tanggal 21 Januari 2004 sampai dengan matahari terbenam tanggal 22 Januari 2004. Continue reading Puasa

Deluang Sari Turtle Farm

This farm’s goal is to promote the survival of the green turtles, which are an endangered species. The farm is located next to Tanjung Benoa, near Nusa Dua and Jimbaran Bay. The shy turtles are kept in bamboo fences, so that they are safe from poachers. People are now encouraged not to kill the turtles for food, in order to ensure the survival of these creatures. Continue reading Deluang Sari Turtle Farm

Seputar Kandapat

Manut ring Lontar Kandapat, lan Tutur Panus Karma

Kandapat artinya teman yang jumlahnya empat. Dalam bahasa kedokteran disebut plasenta. Teman maksudnya yang menemani manusia sejak embrio dalam kandungan ibu sampai meninggal dunia dan rohnya ke nirwana dalam bahasa Bali disebut: mantuk ring sunia loka. Nama kandapat berubah-ubah menurut usia bayi/manusia sebagaai tertera dalam tabel berikut ini. Nama yang dicetak tebal pada kolom 1, 2, 3, 4 adalah nama yang dikenal secara umum oleh masyarakat. Continue reading Seputar Kandapat

Astha Brata

Om Awignamastu namo siddham. Astha Brata menurut Lontar Dharmasastra Raja adalah pedoman bagi seorang Kesatrya, pemimpin yang bertanggung jawab pada kelancaran jalannya pemerintahan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Butir-butir Astha Brata adalah:

  1. Indra Brata, berpikir, berbicara dan bersikap adil, tanpa melihat factor-faktor hubungan kekeluargaan, kekerabatan, atau hubungan kepentingan pribadi lainnya. Ia hendaknya berpegang teguh pada peraturan dan perundangan yang berlaku serta melaksanakan kewajiban sesuai dengan sumpah jabatan. Continue reading Astha Brata

Bolehkah Kita Berbohong?

Berbohong adalah dosa bagi umat Hindu, karena dalam Trikaya Parisuda, pada wacika parisuda, umat Hindu diharuskan melaksanakan ‘satya wacana’, artinya satu kata, pikiran, dan perbuatan.

Tetapi tengoklah Bharata Yuda pada parwa ke-7 yang mengisahkan gugurnya Bhagawan Dorna. Di suatu hari ketika ia menjadi panglima perang di pihak Korawa, tak ada pendekar Pandawa yang bisa mengalahkannya. Sri Kresna menasihati Arjuna bahwa Bhagawan Dorna harus mati hari itu, karena bila tidak, esok Pandawa akan hancur lebur. Continue reading Bolehkah Kita Berbohong?