Pemahaman Tentang Tuhan dan Dewa

QUESTION:

1. Dalam kisah Ramayana dan Mahabrata atau kisah-kisah lainnya, sering tersirat bahwa di antara Dewa seperti ada hubungan yang terpisah… seperti pada bagian Dewa Indra berusaha membantu Arjuna dengan meminta pusaka yang dimiliki Karna sejak lahir, di mana Karna merupakan keturunan dari Dewa Surya…

Seolah-olah dalam cerita ini Dewa-Dewa tersebut memang berbeda, sedangkan keyakinan dalam agama Hindu bahwa Tuhan hanya satu tetapi disebut dengan banyak nama. Continue reading Pemahaman Tentang Tuhan dan Dewa

Banten Caru Eka Sata

QUESTION:

1. Selama ini di Pura yang kami sungsung, setiap Tilem Kesanga selalu menghaturkan banten Caru Eka Sata (Caru Ayam Brumbun) untuk ke Bhuta Yadnya, disertai runtutan banten lain yang melengkapinya seperti pengulapan, pengambean, sorohan, peras, daksina, suci alit, Beakaonan, sesayut Durmenggala, dan prayascita dll sesuai yang tertulis di Buku Panca Yadnya.

Sedangkan untuk ke Dewa Yadnya kami hanya menghaturkan Pejati (Peras, daksina, tipat kelanan, ajuman, penyeneng alit, pesucian) dan soda/ ajuman untuk pelinggih yang keci-kecil. Continue reading Banten Caru Eka Sata

Pengertian Purusha Dalam Hindu

QUESTION:

Saya menanyakan masalah pengertian Purusha dalam Agama Hindu.

ANSWER:

Purusha, berasal dari kata bahasa Jawa Kuno, artinya ‘penerus’. Dalam kaitan ini, purusha artinya garis keturunan dari pihak lelaki atau patriarchat system.

Sesuai dengan hukum adat di Bali, maka warisan orang tua berupa hak dan kewajiban keluarga, jatuh kepada anak lelaki, bukan kepada anak perempuan.

Makna Banten Bagi Umat Hindu di Bali dan Masalahnya Kini

Pada Mahasabha VIII PHDI yang digelar di Hotel Radison Denpasar bulan September tahun 2001 yang lalu, saya sempat berbincang dengan saudara kita umat Hindu asal Banten utusan Jawa Barat.

Dia mengatakan bukti kita bersaudara sangat kuat, karena upakara yang dikatakan di Bali sebagai “Banten”, di Banten disebut sebagai “Bali”. Dalam Bhuwana Tattwa Maha Rsi Markandeya, disebutkan bahwa Maha Rsi bersama pengikutnya membuka daerah baru pada Tahun Saka 858 di Puakan (Taro – Tegal Lalang, Gianyar, sekarang) . Continue reading Makna Banten Bagi Umat Hindu di Bali dan Masalahnya Kini

Panca Sembah

QUESTION:

Bagaimana sikap kita ketika melakukan Panca Sembah yg dipimpin oleh Pemangku/ pemuput karya, apakah kita juga ikut mengucapkan mantra Panca Sembah berbarengan dgn Pemangkunya (walau dalam hati ) atau boleh dgn doa permohonan sesuai keinginan masing-masing.

Saya biasanya mengikuti sesuai mantra Panca Sembah, walau berbisik/ dalam hati saja, sekaligus supaya bisa hafal mulai sembah Puyung (tangan kosong) sampai Puyung kembali/ penutup (menghaturkan suksma/ terimakasih). Continue reading Panca Sembah