Patung Bhatara Gana dan Tugu Sedaan Karang – The Short Story

1. Patung Bhatara Gana atau Ganapati atau Ganesa yang diletakkan di pekarangan rumah dimaksud untuk menstanakan Bhatara Gana, putra Siwa dan Parvati, yang memberi perlindungan dan pemusnah rintangan bagi umat manusia.

Selain Ganesa, putra Siwa yang lain adalah Karttikeya (Baca: Siva Purana dan Lingga Purana) atau di Bali dikenal sebagai Bhatara Hyang Kumara yang ‘bertugas’ melindungi bayi-bayi kita.

Beliau tidak dibuatkan patung, tetapi distanakan di pelangkiran kamar tidur bayi dengan bentuk bulat yang disebut pelangkiran ingka (acuan: Lontar Kala Tattwa).

Bila si bayi sudah diupacari tiga bulanan maka Bhatara Hyang Kumara ‘menyerahkan tugas ngemban manusia’ kepada ‘Kanda-Pat’.

2. Kanda-Pat yang sudah suci distanakan di pekarangan dalam wujud tugu sebagai Sedahan Karang. Bila di Sanggah Pamerajan distanakan di palinggih Panglurah (acuan: Buku Dharmopadesa, PHDI Kota Denpasar, halaman 44).

20 comments on this post.
  1. adnyana:

    Ida Bhagawan, tiang metaken akidik indik piodalan ring Padmasari lan ring tugu karang, napi dados tegak piodalan Padmasari lan tugu karang sinarengan, seantukan melaspas taler sinarengan. Suksme

  2. Bhagawan Dwija:

    @adnyana: Dados, becik

  3. ayu widia:

    dalam rangka memuja ganesa,disebelah mana sebaiknya mendirikan patung ganesa? apa perlu mencari hari baik? apa perlu diurip?apa saja sarana bantennya?

    Matur suksme

  4. ayu widia:

    Posisi rumah kami dekat dengan pertigaan, menghadap ke utara, utara dan barat adalah jalan. Pertanyaan kami apakah posisi rumah termasuk kurang baik? apa perlu mendirikan suatu pelinggih? pemujaan kepada siapa? dimana letaknya? di pekarangan bagian barat kami sudah mendirikan palinggih sedaan karang.

    Matur suksme

  5. Bhagawan Dwija:

    @ayu widia: Apakah utara itu “Kelod” dan apakah rumah anda “Tusuk Sate” (sandang lawa). Tolong dijawab dahulu

  6. Bhagawan Dwija:

    @ayu widia: Patung Ganesha diletakkan di “hulun karang” yakni arah kaja, kangin, atau kaja-kangin. Posisinya menghadap ke utara, atau ke timur. Pilih mana yang harmonis dengan lingkungan (rumah) dan memudahkan sembahyang. Upacaranya : mecaru ekasata, melaspas, maurip-urip, mepasupati. Bantennya mengikuti upacara. Hubungi Sulinggih terdekat, atau HP saya : o81-338-423-720

  7. ayu widia:

    Om Swastyastu
    Palinggih Ganesa menghadap ke utara atau ke timur maksudnya bagaimana? Berhadapan dengan pemerajan? mengingat pemerajan terletak di (kaja_kangin)

    Rumah kami tidak termasuk tusuk sate, hanya deket dengan pertigaan. Rumah menghadap ke utara(kaja), sebelah utara(depan)rumah dan sebelah barat rumah adalah jalan,

    Om Santi,santi,santi,Om

  8. Bhagawan Dwija:

    @ayu widia: Sebelum membeli/memesan patung Ganesa, baca dahulu buku : Kejayaan Ganesa, Svami Chinmayananda, penerjemah Sri Astiti Spd, Penerbit : Paramita Surabaya, 2002 Disitu diuraikan berjenis-jenis patung Ganesa, dalam posisi duduk atau berdiri, dll. sesuai dengan tujuan anda memasang patung Ganesa yang dipasang dirumah, di Pura, di Apoptik, Rumah sakit, Asrama Tentara, Toko, Pasar, tempat kerja, dll. Tiap-tiap tujuan pemujaan, jenis/bentuk patung dan “Bhiseka”-Nya berbeda. Jadi jangan sembarangan asal beli/bikin patung, bisa-bisa tak berguna. Pelajari juga mantra-mantra pemujaannya. Coba cari di blog ini uraian tt Ganesa. Semua jenis patung Ganesa selalu harus menghadap ke utara atau ke timur. Jadi aturlah teknisnya.
    Kalau rumahnya bukan tusuk sate, ya tidak apa-apa, bukan termasuk “karang panes”

  9. adi:

    om swastyastu…ratu
    tyang mau tanya..kebetulan tyang sudah menstanakan patung
    patung ganesha,posisi di timur menghadap ke barat,di depan
    sanggah.kalau dihadapkan ke utara( kaja versi denpasar),
    berhadapan dgn tembok penyengker pembatas gang,sangat sulit
    untuk sembahyang,jika di hadapkan ke timur,bertolak belakang
    dgn pelingggih sanggah…yang tyang tanyakan ;
    1.apakah ada efek negatif jika patung tsb menghadap ke barat
    yang,sudah tentu tdk sesuai arahan dari ratu..
    2.patung yang tyang stanakan,posisi duduk,kaki kanan naik
    setengah bersila,tangan kanan atas memegang kapak,kanan
    bawah,menghadap ke depan,tangan kiri atas memegang tunjung
    kiri bawah,memegang makanan..mhn dapat dijelaskan makna dari
    patung tsb..
    3.kenapa ganesha pake kalung bunga gumitir..??
    4.persembahan yang di persembahkan adalah,: setiap hari susu
    ,hari rerainan tyang tambahkan madu,saibannya nasi kepel
    putih,disamping banten tanpa daging pada rerainan..
    apakah persembahan tsb sdh benar ?? mhn dikoreksi jika ada
    kurang/lebih..suksma

  10. Bhagawan Dwija:

    @adi: 1. Efek negatifnya, Bhatara Ghana tidak melinggih di patung itu, tetapi digunakan stana oleh wateking bhuta cuil. 2. Lihat uraian di blog. Tergantung dari tujuan anda menstanakan Bhatara Gana (Ganesa) 3. Tidak harus pakai kalungan bunga gemitir. 4. Gunakan sesajen/banten menurut tradisi beragama Hindu di Bali.

  11. adi:

    ratu …untuk meminimalisir efek negatif,adakah upaya/upacara
    yng bisa ditempuh selain memindahkan patung ke posisi yng benar
    suksma.

  12. Bhagawan Dwija:

    @adi: Tidak, karena kedudukan patung sudah diwahyukan kepada para Maha Rsi, memang harus demikian.

  13. made arya:

    saya ingin bertanya, saya akan menempati sebuah rumah dinas dan posisinya katanya tusuk sate, kira-kira bagaimana cara membuatnya agar lebih baik secara niskala?..
    ataukah memah sangat buruk secara mutlak tinggal di rumah tusuk sate?..dan wajib dihindari?..

    suksma..

  14. made arya:

    oh iya maaf, posisi rumah menghadap ke barat dengan kamar mandi utara-timur rumah bertempat di jakarta..
    dan dapur rencana di timur selatan rumah..
    mohon pencerahannya..

  15. Bhagawan Dwija:

    @made arya: Adakan pecaruan Rsi Gana, dan didepan rumah (dipinggir jalan/diluar pagar) dirikan bangunan padma capah untuk pelindung.

  16. agung wira:

    Om swastytu. tityng mtaken akidik. Tyang rencananya mau membeli ptung ganesha anggen aling2 ring dpan pintu gerbang masuk. nike patut napi nenten? 2. ptung ganesha punika hrus menghadap utara dan timur. sdangkan pintu gerbang saya wenten dselatan. rencananya ptung punika jagi menghadap kselatan.punika dados napi ten?suksma

  17. bhagawan dwija:

    Usahakan menghadap ke utara atau timur.

  18. rita pebriyani:

    ida begawan,, tiang metaken akidik,, apa perlu merajan kemulan ada piodalannya napi ten,

  19. bhagawan dwija:

    Tidak perlu ada odalan, karena menurut Lontar Tutur Kuturan, pamerajan alit di paumahan hanya terdiri dari 3 pelinggih saja : Kemulan rong-3, taksu, padmasari (setelah abad ke-14). Maka ketika upacara ngelinggihang tidak menggunakan banten bagia-palakerti. Oleh karena itu tidak perlu ada odalan khusus. Cukup dengan mebanten menurut rerainan saja.

  20. Yogi Sukmana:

    Om swastyastu….
    Mohon maaf Bhagawan ada yang tiang ingin tanyakan sedikit..
    Kalau patung ganesha diletakkan menghadap ke utara atau ke timur, berarti kita melakukan pemujaan menghadap ke barat atau ke selatan? Setahu saya arah yang baik untuk sembahyang yaitu menghadap ke utara atau ke timur..
    Suksma.

Leave a comment