Patung Bhatara Gana dan Tugu Sedaan Karang - The Short Story

1. Patung Bhatara Gana atau Ganapati atau Ganesa yang diletakkan di pekarangan rumah dimaksud untuk menstanakan Bhatara Gana, putra Siwa dan Parvati, yang memberi perlindungan dan pemusnah rintangan bagi umat manusia.

Selain Ganesa, putra Siwa yang lain adalah Karttikeya (Baca: Siva Purana dan Lingga Purana) atau di Bali dikenal sebagai Bhatara Hyang Kumara yang ‘bertugas’ melindungi bayi-bayi kita.

Beliau tidak dibuatkan patung, tetapi distanakan di pelangkiran kamar tidur bayi dengan bentuk bulat yang disebut pelangkiran ingka (acuan: Lontar Kala Tattwa).

Bila si bayi sudah diupacari tiga bulanan maka Bhatara Hyang Kumara ‘menyerahkan tugas ngemban manusia’ kepada ‘Kanda-Pat’.

2. Kanda-Pat yang sudah suci distanakan di pekarangan dalam wujud tugu sebagai Sedahan Karang. Bila di Sanggah Pamerajan distanakan di palinggih Panglurah (acuan: Buku Dharmopadesa, PHDI Kota Denpasar, halaman 44).

20 comments to Patung Bhatara Gana dan Tugu Sedaan Karang – The Short Story

  • 11

    Tidak perlu ada odalan, karena menurut Lontar Tutur Kuturan, pamerajan alit di paumahan hanya terdiri dari 3 pelinggih saja : Kemulan rong-3, taksu, padmasari (setelah abad ke-14). Maka ketika upacara ngelinggihang tidak menggunakan banten bagia-palakerti. Oleh karena itu tidak perlu ada odalan khusus. Cukup dengan mebanten menurut rerainan saja.

  • 12
    Yogi Sukmana says:

    Om swastyastu….
    Mohon maaf Bhagawan ada yang tiang ingin tanyakan sedikit..
    Kalau patung ganesha diletakkan menghadap ke utara atau ke timur, berarti kita melakukan pemujaan menghadap ke barat atau ke selatan? Setahu saya arah yang baik untuk sembahyang yaitu menghadap ke utara atau ke timur..
    Suksma.

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting