Patung Saraswati

QUESTION:

Titiyang mempunyai patung Saraswathi ring Jabe Tengah dan sampun kepelaspas sederhana (ngulap ngambe) kemanten. Untuk HR Saraswathi perlu kami tanyakan sbb:

  1. Banten sederhana yang perlu kami buat apa saja macamnya.
  2. Karena letak patung saraswathi ini berada di jabe tengah pura, apakah perlu warga sembahyang di jabe tengah?
  3. Prosesi upacaranya sapunapi seharusnya (mohon penjelasan singkat)

ANSWER:

  1. Tebasan Saraswati, yaitu sebuah sesayut hanya ditambahi dengan sanganan saraswati yaitu tepung putih berbentuk cecak, dan sanganan lain menurut kemampuan ibu-ibu.
  2. Perlu, lakukan setelah bersembahyang di Utama Mandala
  3. Upacara apa? Kan sudah di plaspas? Jadi kini hanya tinggal menghaturkan banten/ sesajen, lalu sembahyang seperti biasa.

2 comments to Patung Saraswati

  • 1
    K. Undersana says:

    OSA.Berhubung/kebetulan ada orang yg bertanya ttg Patung Saraswati, saya juga punya patung Saraswati dari paras putih yg saya taruh di halaman sbg hiasan dalam konteks taman berkolam. Patung tsb cukup besar yg saya beli di Gianyar. Pertanyaan saya, bolehkan memajang patung demikian dg maksud estetika taman saja? Tidakkah ada risiko niskalanya? Kalau mau terus mempertahankan seperti demikian, adakah solusinya?. Matur suksma, Bapak Bhagawan.

  • 2
    w.nila says:

    Om Suastiastu,
    Pada umumnya kita di Bali sejak dahulu pemujaan terhadap Ida sanghyang Widi, dilakukan tidak terhadap patungnya, tetapi pemujaan dilakukan pada pelinggih yang dibuat khusus. Seperti pemujaan terhadap siwa dilakukan di kahyangan tiga. jadi tak dibuat patungnya. pemujaan terhadap mpu Kuturan dibuat pelinggih, bukan patungnya di puja. Pemujaan patung mungkin umum dilakukan di India ( lihat dari film india) Trend sekarang sudah mulai banyak dibuat patung ganesha, di halaman rumah( Jaba sanggah) lalu dilakukan pemujaan diaturi canang. Kini ada pertanyaan tentang Patung saraswati, banten untuk patungnya apa saja. dll.
    Yang menjadi pertanyaan saya, kemanakah arah sistim pemujaan di Bali diarahkan. Apakah menuju pemujaan patung untuk masing masing dewa dewa/ patung ida batara kawitan atau tetap pada sistem semula, yaitu pemujaan dilakukan pada pelinggih dimana ida distanakan.suksma. Om Santi Santi santi Om

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting