QUESTION:
Kalau dari pawukon kelahiran kita ada yang tidak baik apakah itu bisa ditebus atau dibayuh dan bagaimana dengan bayuhan untuk pertemuan atau pengantenan apakah ada bantennya juga?
ANSWER:
Sifat, nasib, dan kharisma seseorang dipengaruhi oleh posisi “trilingga” yakni: matahari, bulan, dan bintang ketika kelahirannya.
Misalnya matahari: apakah berada di lintang utara (uttarayana), di khatulistiwa (bajeging surya), atau di lintang selatan (daksinayana); bulan: apakah berada di “kresna-paksa” atau di “sukla-paksa” dan bintang diwakili oleh kedudukan bintang kartika.
Tentu saja pengaruh-pengaruh itu membawa keberuntungan/ kebaikan, dan membawa kesusahan/ keburukan. Sumber sastra: Lontar Jyotisha.
Untuk “mengurangi keburukan dan menambah kebaikan” maka perlu ada upacara “metubah” atau: mebayuh, mebebangan. Upacara itu dilakukan pada saat otonan ybs menurut perhitungan: wuku, sapta wara, dan panca wara.

Saya dmemperingati otonan(di Jkt) selalu kalo tidak sabtu pasti minggu. apapun wukunya, salah satu sabtunya ato minggunya BUKAN PASAH; karena pasah hanya untuk dewa yadnya,maka saya milih yang BUKAN PASAH.Pasalnya tak mungkin bisa otonan (BUKAN HARI SABTU/MINGGU). Dengan sikap MODERAT INI, mohon PETUNJUK BENAR/SALAH. Juga jaman dulu,kita ngotonin TIDAK TEPAT WAKTU (hanya cari hari libur/cuti. Suksma
Om Swastyastu,
Otonan berasal dari kata pawetuan dan lebih mendasar lagi berasal dari kata wetu, yang artinya keluar atau lebih tepatnya dalam kaitan ini : lahir. Jadi otonan adalah upacara memperingati hari kelahiran kita (manusia). Mengapa otonan perlu diperingati melalui pelaksanaan upacara. Ada beberapa hal yang penting dikemukakan :
1. Menyatakan terima kasih kepada Sanghyang Widhi karena roh diperkenankan lahir kembali (re-inkarnasi) menjadi manusia. Kitab suci Sarasamuscaya VI.4 menyatakan : “Apan iking dadi wang, utama juga ya, nimitaning mangkana, wenang ya tumulung awaknya sangkeng sangsara, makasadhanang subhakarma, hinganing kottamaning dadi wang ika”. Terjemahannya : Menjelma menjadi manusia itu adalah sungguh-sungguh utama; sebab demikian, karena ia dapat menolong dirinya dari keadaan sengsara (lahir dan mati berulang-ulang) dengan jalan berbuat baik; demikianlah keuntungannya dapat menjelma menjadi manusia.
2. Dalam Lontar Wrhaspati Tattwa disebutkan bahwa manusia mempunyai tiga “badan” : stula sarira, suksma sarira, dan duta karana sarira. Setiap manusia wajib memelihara ketiga badan ini dengan baik agar dapat mencapai mokshartam jagaditaya ca iti dharmah. Stula sarira dipelihara dengan menjaga kesehatan dan vitalitas. Suksma sarira dipelihara dengan melaksanakan upacara-upacara manusa-yadnya. Dan bila stula sarira dan suksma sarira dalam kondisi “sehat” maka dengan sendirinya duta karana sarira akan sehat pula. Salah satu upacara manusa-yadnya adalah otonan.
Bolehkah upacara otonan dilaksanakan dihari lain (bukan pada hari kelahirannya) ?
Untuk ini perlu ada pengetahuan tentang wariga, khususnya masalah dewasa, lebih khusus lagi tentang makna dari pancawara, saptawara, dan wuku. Ketiga unsur itu berkaitan dengan otonan. Dalam keyakinan beragama Hindu (Bali) dewasa berkaitan dengan Dewa tertentu sebagai utaprota Sanghyang Widhi yang “menguasai” ala-ayuning (keburukan dan kebaikan) suatu kegiatan tertentu di hari tertentu. Bila perayaan otonan tidak dilakukan pada hari yang tepat yakni dewasa milik Dewa tertentu, maka artinya upacara itu sia-sia atau bisa dianggap tidak ada.
Tentang “pasah” tidak ada kaitannya dengan otonan, karena pasah adalah triwara, sedangkan untuk otonan menggunakan pancawara, selain saptawara dan wuku. Dengan kata lain, walaupun pasah, kalau itu otonannya, ya jalan terus upacaranya.
Om Santih, santih, santih, Om
Om Swatyastu,
Ratu Sri Bhagawan,
1. Ada beberapa orang pintar “Balian” yang mengatakan tyang “kesenengan” Ida Bhatara Kawitan/Kemulan, haruskah tyang mempercayai/meyakini pernyataan itu?
2. Apakah penjelasan tentang pernyataan tersebut?
3. Kalau benar adanya menurut Ratu Sri Bhagawan, apa tata laksana yang harus dilakukan?
Suksama, Om Santih, Santih, Santih Om
Om Swastyastu,
1. Masalah “kesenengan” itu patut, karena kita toh keturunan Ida Bhatara Kawitan, dalam artian darah-daging kita dari beliau.
2. Namun dalam bahasa sehari-hari istilah “kesenengan” artinya diminta menjadi jan banggul (pemangku Ida Bhatara Kawitan).
3. Bila benar demikian, rundingkan dengan anggauta penyungsung (dadia) dan apakah mereka setuju bila anda menjadi pemangku (tambahan, bila sudah ada pemangku lain). Bila disetujui, mewinten.
Om Santih, santih, santih, Om
om swastiastu
nawageng tyang ratu bhagawan
tyang jagi metaken indik otonan tyang ,, tyang lahir tgl 12 desember 1979 nanging tyang ten uning jatuh tegak pioton tyange ,, inggih asapunika pitaken tyange mangda ledang ratu singgih bhagawan nyawis pitaken tyange
matur suksma om santi santi om
Om Swastyatu,
Jam berapa lahirnya ?
1. Kalau diantara jam 00.00 – 06.00, hari kelahiran anda : Anggara, Kliwon, Medangsia
2. Kalau jam diluar itu, hari kelahiran anda Buda, Umanis, Medangsia.
Altermnatif itu disebabkan karena “pergantian hari” menurut Hindu (Bali) dan penanggalan internasional berbeda, yaitu kalau Hindu (Bali) prgantian hari adalah jam 06 pagi, sedangkan internasional, jam 00.00. Dalam kasus ini anda mengatakan tanggal 12 Desember 1979, saya khawatir bila anda lahir diantara jam 00.00 – 06.00 anda menganggap pergantian hari sudah terjadi jam 00.00 dengan kata lain mengira sudah berganti hari, padahal belum, jadi masih hari Selasa (Anggara)
Om Santih, santih, santih, Om
Om swastiastu
Nawegang tyang ratu BHAGAWAN iwang tyang nulis tahun sane patut tanggal 12 desember 1980 jam 9 pagi, ampurayang antuk keiwangan tityang mangda RATU singgih bhagawan ledang malih nyawis pitaken tityange, matur suksma om santih santih santih om
tiang cumpu sareng bawos ratu bhagawan indik pergantian rahina.
Om swastyastu,
saya ingin bertanya saya lahiir hari sabtu, tanggal 23 april 1994 jam 10 pagi, tapi saya tidak tahu apa wuku saya. jika bhagawan tau mohon di jawab.
dan saya ingin bertanya apakah makna banten bayuhan?
apa sajakah isinya? dan apakah makna dari setiap isinya?
matur suksme
om santi, santi, santi om.
Om Swastyastu,
Kelahiran (otonan) anda : Saniscara, Paing, Langkir. Banten bayuhan diwaktu otonan (kali ini akan jatuh pada tgl 13-04-2013) : maulu pejati (tegteg daksina peras ajuman) sebagai pemujaan kepada Sanghyang Siwagamana, tumpeng putih 2, raka-raka, sega palupuhan, lelampadan, be celeng ebat jangkep, jejatah lembat asem 5 katih, jangan sakwali, tuak, pisang kembang, sukla pawitra, pisang payasan, panyeneng, benang pipis, sesagi genep, untuk dihaturkan kepada Sang Kala Durga-Biru, dan Sang Kala-Wiku. Selanjutnya isuh-isuh, pelukatan : susu 5 canting, toya kelebutan 12 jenis, jerimpen, kampuh putih-kuning, pengulapan, pengambean, beakala, teterag, api takep untuk pebersihan kepada yang diupacarai.
Bila sulit, saya bisa bantu melakukan pebayuhan di Gerya, biayanya sekitar Rp.2 juta. Hubungi 087-762-986-438
Om Santih, santih, santih, Om
Om Santih, santih, santih, Om