Untuk merangkum jawaban/ penjelasan lebih lanjut mengenai caru yang berkaitan dengan pembunuhan binatang, ada baiknya saya kutipkan beberapa pasal/ sloka dari Manu Smrti (Manawa Dharmasastra).
Sebagaimana diketahui, Manawa Dharmasastra (MD) adalah kelompok Upaweda, sejajar dengan Nitisastra, Usana, Sukraniti, Purwadigama, Sarasamuscaya, dll. Atau dengan kata lain, disebut juga kelompok Raja Dharma.
Buku ke-5 (Pancamo Dhyayah)
Pasal 28:
PRANASYANNAMIDAM SARWAM, PRAJAPATIRRAKALPAYAT, STHAWARAM JANGGAMAM CAIWA, SARWAM PRANASYA BHOJANAM
(Tuhan telah menciptakan seluruh dunia ini untuk mempertahankan kehidupan mahluk yang mempunyai jiwa penting, semua ciptaan-Nya yang bergerak maupun tidak bergerak adalah makanan dari semua mahluk hidup)
Pasal 29:
CARANAMANNAMACARA DAMSTRINAM APYADAMSTRINAH, AHASTTACA SAHASTANAM SURANAM CAIWA BHIRAWAH
(apa yang tanpa kemauan bergerak adalah makanan bagi yang mampu bergerak; binatang yang tanpa taring adalah makanan bagi yang mempunyai taring; mereka yang tak bertangan adalah makanan bagi yang bertangan; mahluk yang pemalu menjadi makanan bagi yang berani)
Pasal 31:
YAJNAYA JAGDHIR MAMSASYETYESA DAIWO WIDHIH SMRITAH, ATONYATHA PRAWRITTISTU RAKSASO WIDHIRUCYATE
(pemakaian daging adalah wajar untuk upacara kurban, hal mana dinyatakan sebagai peraturan yang dibuat oleh para dewa, tetapi jika memaksa memakainya dalam kejadian lain adalah peraturan yang cocok untuk para raksasa)
Pasal 35:
NIYUKTASTU YATHANYAYAM YO MAMSAM NATTI MANAWAH, SA PRETYA PASUTAM YATI SAMBHAWANEKA WIMSATIM
(tetapi seseorang yang memang tugasnya memimpin upacara atau disuguhi makanan daging dalam upacara-upacara suci lalu ia menolak memakannya, malah setelah matinya ia menjadi binatang selama 21 kali putaran kelahiran/ reinkarnasi)
Dan masih banyak lagi, tapi di atas itu sudah dicukupkan dahulu.

adakah ulasan dalam kitab2 mengenai “hewan2 apa saja yg biasa dipakai dalam sesaji suatu upacara serta kenapa hewan tersebut yang dipakai?” terimakasih..
Lihat tulisan saya tentang “Caru” di website ini.
ampura ratu nabe,kalau tidak salah didalam bhagawadgitha disebutkan tentang upakara persembahan dari orang yang berhati suci,yang berupa : palam,puspam,patram,toyam. tidak ada keterangan tentang hewan kurban. dan juga didalam ciwa sesana disebutkan tentang sikap untuk menyayangi binatang,mohon penjelasan ? matur suksme.
Om Swastyastu,
Simak artikel saya diatas, kutipan dari Manawa Dharmasastra.
Om Santih, santih, santih, Om