Pencarian Kawitan

QUESTION:

Tiang mohon masukan dan petunjuk Bhagawan, kemana tiang harus bertanya (meluasang) untuk pencarian kawitan, adakah nama yang dapat direfrensikan?

Dulu tiang sudah pernah meluasang, hasilnya (katanya) keturunan Arya Kenceng, tetapi kenapa tidak ada perubahan (tidak sreg gitu di hati, masih ada pertanyaan apakah benar keturunan Arya Kenceng), akhirnya tiang mencari sendiri dan tiang mendapat petunjuk ke Klungkung, tepatnya Pura Kubon Tubuh yang merupakan Kawitan Arya Kutawaringin. 

Di Pura ini tiang mendapatkan batu permata (bergambar naga) dan senjata rahasia juga tombak.

Mungkin tiang dapat ceritakan kondisi keluarga besar tiang, dulunya begitu banyak kekayaan dan dekat dengan pejabat pemerintahan, seiring dengan waktu semua itu sudah tidak ada lagi (tiang tidak mengharapkan warisan), apakah semua ini karena kami tidak pernah matur ke kawitan?

Banyak paman (keluarga) yang selalu mendapatkan kesusahan, sering bertengkar, tidak pernah akur (kami sudah ada dadya), kematian yang selalu berentetan, Paman ada yang Dokter, Sarjana, tetapi tidak ada yang tergerak hatinya untuk mencari kawitan ini, jadi tiang ibarat anak yang kehausan tetapi tidak pernah mendapatkan minuman dari mereka mereka yang tiang tuakan.

Mereka tidak dapat memberikan jawaban yang pasti atas semua pertanyaan tiang tentang kawitan ini. Demikian gambaran keluarga besar tiang.

ANSWER:

1. Memang mencari Kawitan memerlukan kesabaran dan keteguhan hati. Pengalaman saya juga demikian. Setelah bertahun-tahun orang tua saya berusaha, akhirnya tahun 1959 barulah terkabul, dan diberikan petunjuk yang jelas.

2. Cobalah lebih sering lagi mebakti, meditasi/ mengheningkan pikiran di kamar suci, serta mohon petunjuk Sanghyang Widhi agar diberikan jalan yang benar menuju ke Kawitan.

3. Anda tinggal di mana? Ada balian/ tapakan yang dikatakan orang sering cocok, yakni di Desa Kayuputih, Banyuatis, Buleleng. Jero Balian saya lupa namanya, tetapi rumahnya dekat pohon beringin di pinggir jalan di Kayuputih. Tanya pada orang-orang di situ, banyak yang tahu.

4. Kalau anda merasa yakin Kawitannya Arya Kutawaringin, karena di pura sana mendapat ‘paica’, coba dilakoni dahulu, misalnya datang mebakti di hari piodalan Ida Bhatara di Merajan Kubon Tubuh di Gelgel, atau di Merajan Kutawaringin di desa Waringin, Suter, dekat Besakih (dari arah Kintamani/ Penelokan). Coba di sana juga melakukan meditasi, mudah-mudahan diberikan petunjuk.

    59 comments to Pencarian Kawitan

    • 11
      I Nengah Rinata says:

      Om Swastyastu,
      ida pandita sane suciang titiang,untuk memperjelas pertanyaan titiang terdahulu,titiang saking Jembrana,kami saat ini punya Kawitan ring Loka Paksa (Kalo Paksa ),Seririt,Buleleng di ” Pura Gede Bading Kayu “.Kata Pengelingsir kami,secara turun temurun punya kawitan di Loka Paksa .Dulu kami di Jembrana ada sekitar 50 an Dadia yang ikut disana.Tapi saat ini hanya tinggal 39 Dadia (masing masing Dadia ada 40 sampai 60 KK ).Dadia yang Lainnya pindah ada yang Ke Songan(Pasek Kayu Selem ),ada juga Dalem Tarukan, dll.Beberapa Pengelingsir di Jembrana, menghubungkan kata “Bading Kayu ” dengan “Kayu Selem”,yaitu Bading = Badeng (Selem ),sehingga Bading Kayu disamakan dengan Kayu Selem.Yang jadi Pertanyaan Titiang, apakah ada sumber Sastra/ Babad yang menjadi bukti bahwa “Pura Bading Kayu ” adalah sama dengan Pasek Kayu Selem.Tolong Singgih Pandita ngicen penjelasan,Suksma.
      Om Santih, santih, santih, Om

      • 11.1

        Om Swastyastu,

        Untuk menjawab pertanyaan Nengah, saya mengambil dua referensi yaitu : (1) Lontar Batur Kalawasan Petak (2) Babad Rsi Markandeya. Ringkasan kedua lontar itu sebagai berikut :

        1. “Bading Kayu” sekarang adalah nama sebuah Banjar yang terletak di Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.
        2. Ida Rsi Bading Kayu adalah nama cucu Ida Maha Rsi Markandeya yang juga bergelar Ida Rsi Madura yang disaat itu beryoga di Gunung Sari.
        3. Setelah beliau moksah, ditempat itu berdiri Pura Bading Kayu, demikian pula menjadi nama Banjar Bading Kayu. Penguasa daerah itu adalah Ida I Gusti Pacung dengan pengiringnya I Pasek Keling dan I Pasek Patiga.

        Jadi penduduk Bading Kayu atau mereka yang menyungsung Pura Bading Kayu “kemungkinan” keturunan Ida Maha Rsi Markandeya, atau yang kini bernama soroh Maha Warga Bhujangga Waisnawa.

        Dalam penelitian saya, disimpulkan :

        1. Belum/tidak ditemukan keterkaitan Bading kayu denghan Pasek Kayu Selem.
        2. Pura Gede Bading Kayu yang ada di Lokapaksa, kemungkinan bukan Pura Kawitan, karena perjalanan Ida Maha Rsi Markandeya tidak sampai ke Lokapaksa. Setelah meninggalkan Taro, beliau lebih banyak menetap disekitar Danau Tamblingan, Sepang (Busungbiu), Gunung Sari, dan Bading Kayu. Kemungkinan pula keturunan beliau ada yang berpindah ke Lokapaksa dari Bading Kayu, bukan sebaliknya.
        3. Saya lebih cenderung menduga bahwa Pura Bading Kayu di Desa Pengeragoan sebagai Pura Kawitan. Selanjutnya Pura-Pura yang berkaitan dengan Bading Kayu adalah Pura Gunung Raung di Taro, dan Pura Bukit Bujangga di Sepang.

        Namun untuk memastikannya perlu penelitian yang lebih dalam lagi.

        Om Santih, santih, santih, Om

    • 12
      dewa putu eka rama putra says:

      om swastiastu,tiang ingin bertanya di manakah tiang bisa mencari tau tentang wit tiang?kawitan tiang SATRIA DALEM KABETAN…namun tiang masih bingung menbcari dasar tiang,dalam hal niki kemana seharusnya tiang?suksma

    • 13

      Om Swastystu,

      Silsilah leluhur anda, Satria Dalem : Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan (1250-1380) – Dalem Ketut Ngulesir (Dalem Sri Semara Kepakisan : 1380-1460) – Dalem Waturenggong (1460-1550) – Dalem Segening (1550-1665) – I Dewa Kabetan, dst

      Pura Pedarman di Pedarman Dalem Besakih. Pura Kwitan di Pura Dale Segening, Banjar Sengguan, kota Klungkung.

      Baca : Babad Satria Dalem.

      Om Santih, santih, santih, Om

    • 14
      wayan mustika says:

      Om swastiastu
      terimakasih yang sebesar besarnya saya haturkan kepada ratu bhagawan atas website nya sehingga kami kami yang masih kebingungan / kepetengan atas pencarian jati diri ( trah , soroh , kawitan ) sangat sangat membantu sekali bagi kami yang masih buta akan silsilah keturunan kami.
      Ratu bhagawan yang saya hormati , saya dan keluarga masih kebingungan dengan wit/soroh keluarga besar tyang . Dari nunas bawos ke beberapa tapakan dapat saya katakan hasilnya berbeda beda , ada yang menyebutkan kami keturunan Arya kepakisan , pasek kayu selem , dan menyebutkan kawitan tyang ring Pura dalem dasar .
      Terakhir yang kami lakukan adalah nunas bawos ring mrajan tyang , dari sini kami mendapatkan bawos bahwa kami ini berasal dari trah/soroh/kulit “BADUNG GAWA” yang dadya nya ada di desa ulakan karangasem , sedangkan kawitan kami di “PURA PENATARAN AGUNG JEMBRANA BATANNYUH” dari hasil nunas bawos ring merajan , kami sekeluarga mencoba mencari keberadaan pura yang di maksud , Tetapi hasilnya nihil pura yang dimaksud tidak ada di wilayah jembrana.
      Untuk itu kami berharap di website stiti dharma online yang ratu bhagawan asuh bisa memberikan kami sedikit gambaran tentang silsilah keturunan kami sebaigaimana yang tyang jelaskan diatas.
      Atas jawaban dan masukan Ida bhagawan tityang sareng keluarga haturkan banyak terimakasih
      Om Shanti shanti Shanti Om.

      • 14.1

        Om Swastyastu,

        Hingga kini saya juga belum pernah mendengar atau membaca adanya Pura Agung Batan Nyuh di Jembrana. Yang ada, di Menguwi, dan di Badung. Demikian pula dengan nama kawitan Badung Gawa, belum pernah saya ketahui. Mungkin ada teman-teman blogger yang mengetahui, mohon memberi info.

        Saran saya, cobalah meminta bantuan paranormal yang sudah sering membantu umat dalam kesulitan ini. Salah seorang adalah : Ir. I Putu Indra Antara. Alamat beliau : Toko Mekarsari, Jalan Kebo Iwa 108X, Denpasar.

        Om Santih, santih, santih, Om

    • 15
      Ketut Arthayasa,Siangan says:

      Om Swastyastu,
      Ratu beghawan,titiang ngantos mangkin sareng keluarga besar durung prasida manggihin ne kabawos KAWITAN,titiang sareng keluarga sampun taler naenan memargi mepinunas,kemawon dagingne pisan nenten manut ring unteng manah titiang taler keluarga titinang,titiang ring siangan kocap kasengguh Pasek Padang Subadra,nah ring dija manawi kesujatianipun Kawitan Pasek Padang Subadra,nika sane banget tunasang titiang ring ratu singgih beghawan,suksma..

      • 15.1

        Om Swastyastu,

        Yening soroh Pasek Padang Subadra, kawitan Idane pateh sekadi semeton Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi sane lianan, ring Pura Lempuyang Madya. Pedarmaan ring Besakih, Pura Ratu Pasek, lan Pamerajan Agung ring Padangbai (Silayukti).

        Sakewanten yening jagi mastikayang indik kawitan/soroh duwene, indayang nunas bawos ring Bapak Ir. I Putu Indra Antara, sekadi kauningang ring duwur punika.

        Om Santih, santih, santih, Om

    • 16
      komang sudiarta,klungkung says:

      om swastyastu
      Ratu Bhagawan,wenten jagi takenang titiang indik kaluarga tyg soroh Sangging Prabangkara,ring Pura Besakih genah pedarman tyg ring pura napi?taler ring pura siosan pura napi manten wenten iketan sangging prabangkara?napi wenten soroh tyg kari hubungan sareng soroh pande?ampura yening tyg iwang matur santukan tyg kari alit taler bingung jagi mastiang jatidiri.
      suksma
      om santih santih santih om

      • 16.1

        Om Swastyastu,

        Referensi saya tentang Sangging Prabangkara kurang, jadi saya tidak dapat memberi jawaban yang akurat. Namun saya menyarankan sebagai berikut :
        1. Tangkil ke Pura Kawitan Ida Bhatara Sangging Prabangkara yang terletak di Jalan Ngurah Rai, Bangli. Tanyakan disana kepada penglingsir atau Jero Mangku.
        2. Tangkil ke Pura Penataran Sangging Prabangkara yang ada di Banjar Sema, Payangan. Tanyakan hal yang sama
        3. Hubungi Bapak Wijana Sangging, Direktur PDAM Gianyar
        4. Hubungi Bapak Ir I Ketut Wijana Sangging, SH Alamat beliau tanyakan kepada Bapak Wijana Sangging.

        OmSantih, santih, santih, Om

    • 17
      tomi says:

      Om swastiastu
      terimakasih yang sebesar besarnya saya haturkan kepada ratu bhagawan atas website nya sehingga kami yang masih kebingungan atas pencarian jati diri ( trah , soroh , kawitan ) sangat sangat membantu sekali bagi kami yang masih buta akan silsilah keturunan kami.
      kawaitan kami di Br.Celuk, menguwi,bali, kira kira apa benar kami keturunan arya kepakisan. atas penjelasan Ratu Bhagawan saya ucapkan terima kasih.
      Om Santi, Santi, Santi, Om

    • 18
      Nengah Rinata says:

      Om Swastyastu,

      Singgih Bhagawan sane suciang titiang,
      Titiang ucapkan banyak terimakasih atas referensi No.11.1 tentang kemungkinan Kawitan Kami.Untuk menindak lanjuti referensi tersebut titiang sudah berusaha menanyakan kepada tokoh masyarakat yang ada di Br.Bading Kayu, Desa Pengragoan, Jembrana.Menurut beliau, di wilayah Br. Bading Kayu tidak ada Pura Kawitan, yang ada hanya Pura Kahyangan Tiga Desa Pakraman.Semua masyarakat yang tinggal di Bading Kayu Kawitannya adalah berasal dari daerah Karangasem.Mereka bilang Kata ” Bading Kayu ” artinya ” Balik Kayu “. Daerah itu dulu hutan belantara, dengan pohon (Kayu ) yang besar -besar.Karena mereka tinggal di Balik Kayu maka dinamakanlah daerah itu ” Bading Kayu “.
      Kami juga sudah menemukan di google tentang isi: Lontar Batur Kalawasan Petak dan Babad Rsi Markandeya.Titiang tertarik dengan isi Lontar tsb yaitu pada kalimat : ” Hana Pura Bading Kayu ngiring Kakyang Ida Rsi Madura sane malinggih ring “Gunung Sari”. IdaGusti Pacung dadi pacek ring “Bading Kayu” kahiring antuk Pasek Keling muang Pasek Patiga”.
      Dan Juga kalimat : “Ida Rsi Madura jumeneng ring Dap-Dap Putih ngardi TAULAN pinggir ring tukade, irikaIda Rsi Madura mahyang hyang “Pangyangan” nga tukad iki”.

      Menurut ceritra pangelingsir kami, Ida Ratu Gede Bading Kayu punya istri bernama : Dewa Ayu Dapdap Putih. Terbukti dulu Nenek saya semasih hidup, pernah jadi balian ngiring Dewa ayu Dapdap Putih, dan saat ini ada sebilah Keris peninggalannya.

      Dari paparan diatas yang jadi Pertanyaan titiang :

      1. Mungkinkah Desa Kalapaksa(Loka Paksa ) dulu pernah bernama “Desa Bading Kayu” ?.sehingga Pura Bading Kayu tsb. adalah Kawitan Kami.
      2. Di Pura Bading Kayu (lokapaksa) ada pelinggih Rsi Madura.
      Apakah Pelinggih Rsi Madura tersebut bisa dipakai acuan bahwa Pura Bading Kayu tersebut sama dengan yang ada di Lontar Batur Kalawasan Petak.
      3. Adakah di Bali nama “Pura Bading Kayu” selain di Lokapaksa.

      Atas jawaban dan masukan Ida bhagawan tityang sareng keluarga haturkan banyak terimakasih
      Om Shanti shanti Shanti Om.

    • 19
      Yogi swara says:

      Osa Ratu Bhagawan,
      tyg jagi menanyakan kawitan tyg dmn nggih tp katanya dulu leluhur tyg tinggal di doho,Kediri Jawa_timur.
      Mohon bantuan, jika ada informasi lain yg dibutuhkan tyg akan berikan.
      Suksme

    • 20
      Yogi swara says:

      Osa Bhagawan Dwija yth,
      sy ingin menanyakan history leluhur daha yg pindah ke Lombok, dan mudah2an ini bs sebagai acuan saya utk mencari soroh/Kawitan sy, suksme

    Leave a Reply

      

      

      

    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Subscribe without commenting