QUESTION:
Saya ingin bertanya tentang pikiran dan ketenangan jiwa. Apakah benar dosa yang paling berat adalah dosa pikiran?
Ketika sembahyang pikiran saya sering ga nyatu, saya juga sering berpikiran negatif dalam banyak hal, saya mohon bantuannya kepada bhagawan bagaimana cara menenangkan pikiran dan menyatukannya, adakah puasa atau mantramnya, mohon bantuannya terima kasih.
Bagaimana cara menuju ketenangan jiwa agar hidup dapat berjalan dengan baik, saya akhir2 ini merasa ga tenang dan cenderung menyakiti diri melalui pikiran, adakah puasa atau mantramnya, mohon bantuannya. terima kasih
ANSWER:
Pikiran yang kacau disebabkan karena pengaruh panca indria yang dalam bahasa sastra disebut panca-tan-matra, yakni pengaruh dari indra pendengaran, penglihatan, hidung/ penciuman, rasa lidah, dan rasa kulit/ kelamin.
Pengaruh itu akan menjadi besar dan menyebabkan hidup manusia tidak tenang, bila tidak dikendalikan.
Dari kelima panca tanmatra itu, yang paling berpengaruh adalah dari rasa lidah, atau nafsu makan.
Maka cara untuk mengendalikan panca indria adalah puasa. Lakukan puasa secara teratur, misalnya setiap hari minggu, dan setiap bulan purnama/ tilem, dan hari-hari tertentu seperti nyepi, siwa ratri, dll.
Selain itu belajar berjapa sambil bersamadhi akan banyak membantu. Maka lakukan japa dengan mantram gayatri kalau bisa sebanyak 108 kali dalam sehari.

Yang terasa bulan ini adalah bulan sial aku, selalu mendapat-kan segala sesuatu yang lewat menjadi bumerang untuku, padahal kenyataannya bukanlah aku yang telah membuat bumerang itu … ketakutan itu yang bisa membuatku tidak bisa apa2… menjadikanku orang yang paling takut dari semua kesalahanku, karena tidak bisa mempertanggungjawabkan kejadian itu.
Saya membaca tulisan diatas kenapa puasanya harus hari minggu terimakasih.