Pura Jagatnatha

Pura Jagatnatha yang ada di setiap Kabupaten adalah jenis Pura “penyungsungan jagat” yang dibangun dengan pertimbangan mula-mula agar “kaum pendatang” yang tidak “mekrama desa” di kota itu mempunyai tempat bersembahyang.

Hal ini disebabkan karena Pura-pura Kahyangan Tiga yang sudah ada sebelumnya (dari zaman Mpu Kuturan) adalah bagi penduduk desa pakraman yang bersangkutan.

Pura Jagatnatha pertama dibangun di Denpasar sekitar tahun 1970-an, kemudian disusul oleh Kabupaten lainnya, bahkan oleh beberapa Kecamatan tertentu yang memerlukan.

Kemudian berkembang bahwa Pura Jagatnatha “seolah-olah” di-empon oleh Pemerintah Daerah Kabupaten, sehingga Pura Jagatnatha tidak hanya disungsung oleh kaum pendatang saja, melainkan juga oleh para karyawan-karyawati, sekolah-sekolah, dll.

Dilihat dari konsep Trimurti, Pura Jagatnatha dapat merupakan Pura Kahyangan bagi para kaum pendatang dalam artian dapat nunas tirta bagi segala keperluan upacara Panca Yadnya.

Beberapa Sulinggih berpendapat, alangkah baiknya bila di Pura Jagatnatha diadakan juga pelinggih Trimurti dalam bentuk Bhatara Hyang Guru, agar konsep “vertikal” dan “horizontal” terpenuhi.

Sebagaimana diketahui bahwa pelinggih Padmasana yang ada di Pura Jagatnatha, adalah pelinggih Sanghyang Widhi dalam prabawa sebagai Tripurusha yakni : Siwa, Sadasiwa, dan Paramasiwa, dalam konsep vertikal. Yang horizontal Trimurti : Brahma, Wisnu, Siwa, belum ada.

Selain adanya Pura Jagatnatha, perlu juga dipikirkan adanya kuburan bagi kaum pendatang, sehingga bila ada kematian, almarhum tidak perlu jauh-jauh dibawa pulang ke desanya untuk dikuburkan atau diaben.

Di Singaraja (Desa Adat Buleleng) sudah ada kuburan seperti itu, yakni di Kuburan Kayubuntil. Bagi kaum pendatang boleh menggunakan kuburan itu dengan dimintai sumbangan sukarela untuk kebersihan/ pemeliharaan/ odalan di Mrajapati.

Published by

Bhagawan Dwija

Bhagawan Dwija dari Geria Tamansari Lingga, Singaraja, lahir di Singaraja tanggal 13 Maret 1945. Pendidikan dimulai di Sekolah Rakyat No. 1 Singaraja, dilanjutkan ke SMP No. 1 Singaraja, SMEA Singaraja, FE UniBraw Malang, Sekolah Kader Pimpinan I BRI Jakarta, Univ. of Phillippines, Los Banos, dan SESPIBANK Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *