QUESTION:
Tiyang Mau Bertanya tentang Reinkarnasi, karena tiyang masih bingung. Di Bali sudah umum kita dengar anak numadi/ tumitis/ reinkarnasi/ punarbawa, itu biasa namun ada permasalahan, yaitu mungkinkah sang atman numitis pada saat bersamaan dalam satu waktu dan di dua badan kasar?
Karena banyak masalah seperti ini di masyarakat yang perlu di perjelas kebenarannya… bisakah dipercaya sang balian yang mengatakan anak ini adalah tumitisan kakeknya padahal menurut balian terdahulu kakaknya sang anak adalah tumitisan kakeknya itu juga?
ANSWER:
1. Atma (Roh) yang belum suci/ memenuhi syarat untuk amoring acintya (moksah) akan ‘diperintahkan’ oleh Sanghyang Widhi ‘samsara’ atau re-inkarnasi, dengan tujuan agar di dunia atma bisa/ mempunyai kesempatan untuk menyucikan ‘diri’
2. Atma (Roh) bukanlah ‘personifikasi’ sehingga dalam pengertian ‘diri’ itu bukanlah seperti pandangan kita seorang ke seorang. Bila Atma itu diberikan kesempatan untuk menempuh beberapa ‘alternatif’ dalam re-inkarnasi, maka kemungkinan atma/ roh akan re-inkarnasi ke beberapa person dari garis keturunan yang menjadi ‘hak’-nya.
3. Sumber: Lontar Bhuwana Kosa, dan Wrhaspati Tattwa.

Recent Comments