Sai Baba

QUESTION:

Ini pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saya. Siapakah sai baba? bagaimana menurut ida pandita tentang sai baba? sebegitu pentingkah buat umat hindu?

Kalau saya sendiri tidak sepakat ketika kemampuan yang dianugerahkan Hyang Widhi Wasa dipertontonkan khalayak umum terkesan pamer, bertindak layaknya Tuhan padahal dia hanyalah ciptaannya.

Kemudian, yang saya dengar di bali terbentuk sekte2 yang mengagungkan dewa tertentu misalkan seperti siwa, kemudian ada ajaran tentang khrisna?

Apakah hal ini tidak menimbulkan perpecahan atau perbedaan dengan umat yang tidak mengikutinya? Menurut Ida pandita sendiri bagaimana? Terima Kasih Sebelumnya.

ANSWER:

Prinsip pemikiran seperti itu bagus dan benar. Memang Hindu mengenal banyak sekte. Ini disebabkan karena wahyu Weda tidak diturunkan sekaligus, namun dalam tenggang waktu yang berbeda, bahkan ada yang tenggang waktunya antara 100 – 500 tahun.

Wahyu itu juga diturunkan melalui 7 Maha Rsi. Oleh karena itu setiap Maha Rsi mempunyai perguruan dan pengikut yang menafsirkan Weda menurut pemahamannya masing-masing. Di India ada lebih dari 50 sekte.

Di Bali, yang mengembangkan agama Hindu pertama kali (di Indonesia) adalah Maha Rsi Agastya dari perguruan Agastya di Madya Pradesh (India tengah).

Perguruan ini menganut Hindu sekte Siwa-Siddhanta. Kemudian di Indonesia Hindu sekte Siwa-Siddhanta ini “kawin” dengan agama Budha dari sekte Mahayana, sehingga awalnya dikenal dengan agama Siwa-Boda.

Siwa-Boda ini datang di Bali pada abad ke-8, kemudian berbaur lagi dengan sekte-sekte lainnya yang memang sudah ada di Bali, yaitu: Linggayat, Pasupata, Bhairawa, Sora, Brahma, Wisnu, Siwa.

Kemudian semua sekte-sekte ini disatukan oleh Mpu Kuturan pada abad ke-11 sehingga menjadilah agama Hindu-Bali seperti yang kita warisi dari para leluhur kita, dan diteruskan hingga saat ini dan seterusnya.

Sai Baba, sebenarnya bukan ajaran agama, tetapi ajaran suatu perguruan yang dipimpin oleh Sai Baba. Jadi ajaran-ajaran Sai Baba adalah ajaran-ajaran budi pekerti yang bisa digunakan oleh semua agama di dunia.

Namun di Bali akhir-akhir ini para pengikutnya terkadang berbuat terlalu eksklusif dan seolah-olah menyatakan dirinya sebagai sebuah sekte. Ini sudah menyimpang dari ajaran Sai Baba itu sendiri. Demikian pula aliran-aliran yang lain yang kini marak di Bali.

Seharusnya kita tetap berpegang teguh pada ajaran Mpu Kuturan, yakni agama Hindu-Bali. Karena jika tidak, kita akan terumbang-ambing, tidak mempunyai pegangan yang pasti, dan terkadang bertentangan dengan keyakinan para leluhur kita.

30 comments to Sai Baba

  • 1
    w.nila says:

    Om uastiastu,
    Menyambung masalah Sai Baba, Seringkali, saya mendengar bahwa Sai Baba itu adalah awatara dari Sang Hyang Widi. Tetapi dari literatur yag saya baca, yang memuat nama-ama awatara-awatara dari awal sampai sekarang , tidak ada disebutkan tentang adanya awatara Sai Baba. Awatara yang terakhir disebutkan adalah Kalki.
    Mohon pendapat Ida Pandita. Suksma.

    • 1.1
      Bhagawan Dwija says:

      @w.nila: Maaf, karena saya bukan pengikut Sai Baba, maka pertanyaan anda tidak bisa saya jawab. Awatara terakdhir benar Kalki.

    • 1.2
      bravo says:

      @w.nila

      ampura sebelumnya, tetapi saya tidak pernah mendengar Sai Baba mengaku atau mengklaim dirinya sebagai awatara. Jangan2 statement seperti itu dinyatakan oleh pengikutnya. Jadi statement macam begini harusnya minta klarifikasi ke pengikut Sai Baba, menurut saya.

      Tapi dari apa yang liat, Sai Baba sudah mengajari banyak orang didunia. So, Sai Baba juga tidak bisa kita pandang remeh.

      Rahajeng

      Swastyastu Ratu

  • 2
    ngurah says:

    pandangan positif ato negatif seseorang ttg ajaran atau perguruan atau sekte a,b,c dst…itu sah2 saja.tdk ush trlalu diperdebatkan.skrng kembali k diri kita masng2.apakh kt sudh mengenal betul siapa dn apa kt itu.utk apa dn buat ap kt hidup di dunia ini.menjawab sdikit ttg pertanyaan diatas,(maaf IDA BHAGAWAN,tityang sedikit lancang ampura antuk tityang)
    baba tdk prnh menganggap dirinya tuhan,klo anda bs berkata demikian,apakah anda pernah bertemu dgn tuhan?hingga bs mengatakan bhwa “praktek” baba yg adalah sebuah kelebihan semesta,merupakan unjuk kebolehan?trus bagaimana dgn david cofervield si pesulap yg bs terbang dn menembus tembok?ap jg bs dikatakan sebagai unjuk pamer kekuatan tuhan?kemudian mukjisat2 saat yesus msh hidup,hingga kini dia dianggap sebagai tuhannya salah satu agama,ap itu jg diperdebatkan?kembali lg,marilah kt lebih mengenal diri sndiri sbelum kt mengkritisi org lain. suksma..damai damai damai..rahayu..rahayu..rahayu…

  • 3
    wayan wajib says:

    becik patut sane jalaran.

  • 4
    putu says:

    jangan perbanyak pertentangan di interen kita,mari berpikir bagaimana cara memprotec semakin banyaknya umat kita yang pindah kepercayaan karena merasa tidak di perhatikan oleh BIMAS…

    • 4.1
      Bhagawan Dwija says:

      @putu: Kalau pindah Agama, maka Ida Bhatara Kawitan dan leluhur-leluhur anda akan sedih karena beliau-beliau tidak ada yang menyembahnya. Bukankah kita yakin pada Panca-Srada ? Kesulitan apa yang bisa menghadang keyakinan itu ? Goyahkah keyakinan kita hanya oleh masalah-masalah keduniawian ? masalah pangkat, jabatan, harta, dll ? Ketika saya masih bekerja di salah satu BUMN, saya juga merasakan ketidak adilan bagi teman-teman seagama dengan saya, misalnya dalam promosi pangkat/jabatan. Tetapi saya tetap kukuh pada keyakinan spiritual, sehingga kebahagiaan hidup dapat saya rasakan hingga kini. Kebahagiaan tidak diukur dengan kecukupan benda-benda keduniawian, tetapi kebahagiaan terasa di pikiran, puas dengan apa adanya, dan bangga menjadi “kekasih”-Nya.

  • 5
    ngurah says:

    maaf putu,sebuah diskusi bukanlah utk dijadikan pertentangan,tetapi sebuah perdebatan mungkin bs mengarah kesana. klo pindah kepercayaan hny krn tdk diperhatikan bimas,brati kpd siapa sebuah kepercayaan itu kita anut?apakah asas dasar kekuatan BIMAS sajakah atau pilihan hati nurani yg sudah kt gembleng sejak masa kanak2 kita?jangan2 nanti menjadi penganut kepercayaan hanya krn desakan BIMAS…hehe.piss…suksma,damai damai damai, rahayu rahayu rahayu…

    • 5.1
      Bhagawan Dwija says:

      @ngurah: Itulah yang namanya : Igama = Idep = pikiran yang selalu memuja/bhakti kepada-Nya; Agama = Agem = selalu berpedoman/berpegang pada ajaran-ajaran-Nya; dan Ugama = Upacara = ritual/kegiatan dalam mewujudkan bhakti kepada-Nya.

  • 6
    putu says:

    @ngurah: benar agama berdasarkan hati nurani,seberapa besar hati nurani bisa membendung konversi dan lingkungan tanpa ada bimbingan dari tetua2 khususnya BIMAS,di bali krna mayoritas Hindu hal ini tdak terasa,tapi mari kta lihat hindu non bali,khususnya kaharingan,skarang sisa 10% di jmlah yg lalu,itupun sisa orang tuanya yg mngkin gak lma lgi meninggal.marilah kta fikirkan hal ini,alangkah bagusnya bila kta maju bersama,sehingga sanatana dharma bsa lbih brkembang baik kwantitas maupun kwalitas…suksme

    • 6.1
      bravo says:

      @putu dan ngurah, ampurayang tyang menyela sedikit.

      terhadap saudara kita yang pindah agama, atau menjadi atheis sekalipun, itu hak mereka (menurut pendapat saya). tiap orang mempunyai kebebasan berkehendak. mempengaruhi orang untuk menjadi seperti kita itu melanggar kebebasan orang tersebut. Apalgi sampai terjadi pemaksaan kehendak (saya yakin tidak terjadi sampai demikian). Tunjukan saja bahwa kita bisa menjadi lebih baik dan berbuat lebih banyak dengan apa yang kita miliki (ini swadharma kita), orang lain mau mengikuti kita atau tidak itu urusan mereka.

      Rahajeng

  • 7

    Om Swatiastu

    Titiang ikut nimbrung kidik nggih, ampura niki, yening menurut titiang pribadi, agama ( tatwa, susila, upakara ) sangat diperlukan untuk membimbing kita dalam mencari jati diri sampai kita siap untuk menjadi seorang sisia, manakala kita sudah siap, pasti kita dipertemukan dengan seorang Guru seperti kita menemukan jodoh atau pasangan hidup kita. Titiang sangat yakin akan mendapatkan Guru itu yang akan membimbing titiang menuju kesadaran suci dan pencerahan sejati dalam Agama Hindu Bali yaitu satu satunya Agama yang bisa memberhentikan segala aktivitas transportasi darat laut dan udara walaupun hanya 1 hari saat hari raya nyepi. I AM PROUD TO BE HINDU BALI.
    Om Shanti…Shanti…Shanti… Om

    • 7.1
      Bhagawan Dwija says:

      @I Nyoman Gede: Ini juga menjadi keheranan dunia, di Konfrensi UNFCCR Nusadua Bali 2007, si bule-bule heran kenapa kok kita bisa Nyepi (Sipeng) 24 jam yang mereka namakan The Silent Day, saya juga bangga ketika itu. Namun yang menjadi kekhawatiran saya, bisakah ini bertahan dimasa depan ? Terutama tentang pengertian tattwa Nyepi dan aplikasi tattwa itu dalam prilaku (susila) kehidupan kita sehari-hari.

  • 8
    Ngakan Pt Bayu Warasmara says:

    nawegang titiang,sareng para semeton sinamian lan Ida Sang merage Sulinggih sane wangiang titiang. Titiang Menjadi Bakta Sai Baba sudah sejak titiang SMP. Beliau mengajarkan kita untuk saling mengasihi dan “SEVA” yaitu dibali disebut dengan Meyadnya atau mepunia. masalah beliau mengaku Awatar dan menunjukkan Mukjizat beliau itu hanya untuk meningkatkan kepercayaan bhakta beliau akan semua ajaran beliau yang menurut tiang tidak ada salahnya dan perlu semeton ketahui bahwa semua ajaran Beliau berdasarkan Weda, dan Titiang sebagai salah satu orang yang mempercayai beliau sama sekali tidak pernah untuk melupakan sejarah, adat, tradisi dan filosofi yang diturunkan oleh leluhur kita karena memang ditekankan oleh Sai Baba agar jangan sampai kita melupakan Organisasi ataupun tradisi yang telah di wariskan oleh leluhur kita.masalahnya sekarang banyak bhakta Sai Baba terlalu fanatik dan mungkin keluar dari jalur ajaran beliau.

    Shri Krishna mengangkat Govardhan , Ida Dhang Hyang Nirartha menyebrangi selat Bali dengan Buah yang di belah dan Beliau meninggalkan sesuatu dan memberikan obat atau kemukjizatan di setiap Pura yang Beliau Bangun, apakah itu tidak ada tujuannya???

    yening manah titiang, margiang tata laksana lan tata cara meagama Hindu sesuai dengan dimana kita di lahirkan dan berpijak.

    Tiang polih meburuh ring kapal pesiar, pada saat nike kapal bersandar di afrika selatan, lalu tiang berkunjung ke Hindu Temple yang ada, yening laksanayang titiang tradisi di bali, Dije rerehang tiang Arak Tabuh, canang sari,daksina, segehan.

    Inggih sapunike atur titiang ring Semeton sareng sinamian, yening nenten manut ring manah durus anggen sareng-sareng, yening nenten manut ring manah semeton sareng sinamian durus kutang ring margine. ring I Ratu sang Sulinggih titiang nunas geng rena sinampura.

    Bayu Warasmara
    I Jadma tambed lan nista

    • 8.1
      Bhagawan Dwija says:

      @Ngakan Pt Bayu Warasmara: Inggih nika kewastanin : Manut Desa – Kala – Patra. Yening semeton irage ring Sumatra Barat ngerawesang : Dimana tanah dipijak, disitu langit dijunjung. Ring Padang Pariaman naler wenten bebawos : Masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang harimau mengaum.

  • 9
    putu ebit says:

    om swastyastu..
    ampure tyang nyelang galah ikut komentar….
    semua ajaran agama sudah bagus termasuk sub-sub kecil/aliran/sekte dari masing-masing agam tersebut. namun ada kalanya untuk menguaatkan pengikutnya, ditampilkan bahwa jalan yang mereka tempuh itu lebih baik dan oleh pengikutnyalah hal-hal tersebut dibesar-besarkan ,dipertentangkan ,dijadikan study banding seolah olah itu sebagai sebuah riset.Keangkuhan spiritual justru lebih muncul dikalangan para pengikutnya….
    Tyang pernah ikut Baba selama 3 tahun, semua etika,filsafat ajaran-Nya tyang pelajari dan semuanya sesuai dengan etika universal namun ada yang tidak bisa saya lakukan yaitu “vegetarian” ( maklum tyang kari demen ngajeng “be” dan suasana ngelawar saat penampahan galungan – yg juga sebuah tradisi budaya agama hindu-bali)
    Nika kemanten dumun ..ampura yen wenten iwang..

  • 10
    waykres says:

    say Baba merupakan guru spiritual yang mengajarkan filsafat, budi pekerti untuk semua umat, namun bagi sebagian pengikutnyakhususnya di Indonesia bahwa ajaran Sai Baba merupakan pengejawantahan dari kitab suci Weda sehingga mereka menganggap bahwa mereka merupakan bagian dari hindu sejati, sementara agama hindu yang tdk mengikuti ajaran Saibaba dianggap telah menyimpang dari ajaran Weda…………

    • 10.1
      Bhagawan Dwija says:

      @waykres: Itu pandangan keliru. Maka ikuti saja ajaran-ajaran para Maha Rsi dari Bali : Rsi Markandeya, Mpu Kuturan, Danghyang Nirartha, dll.

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting