Guling Pemapag Pada Upacara Tiga Bulanan

QUESTION:

  1. Napi suksman tur falsafah guling pemapag ring upacara tiga bulanan.
  2. Napi wenten suksman bebangkit sareng guling bebangkit; napi falsafahne.
  3. Napi kasuksman Pinandita sedurung nganteb mangda ngajeng sedah/ tampinan.
  4. Napi suksman adigama lan dewagama pada: pamangku waktu nganteb, dan pamangku dengan para pejabat yang datang sembahyang.
  5. Napi hubungan antara banten jejanganan waktu manusa yadnya dengan sok cegceg pada pengabenan. Read more » Guling Pemapag Pada Upacara Tiga Bulanan

Mepetik - The Short Story

1. Mepetik adalah potong rambut dengan tujuan eksistensi dan pensucian. Jadi mepetik pertama adalah ketika upacara tiga bulanan, karena ketika itu si bayi sudah menjadi “manusia” yang punya identitas antara lain: nama, dan disucikan dalam upacara Bajang-Colong.

2. Mepetik dilakukan berkali-kali, yaitu: 3 bulanan, otonan pertama, menek kelih, metatah, pawiwahan, [...]

“Tiga Bulanan” Ceremony

REFFERENCE

There are two manuscripts which tell about “Tiga Bulanan” ceremony, namely Dharma Kauripan manuscript and Tutur Panus Karma manuscript.

Dharma Kauripan says about the Manusia Yadnya ceremonies which are conducted in sequence start from the baby is still in the mother’s womb, such as: garbhadanam or magedong-gedongan which is held when the baby is seven month and still in the mother’s womb. Read more » “Tiga Bulanan” Ceremony

Mantram Pangeramped

QUESTION:

  1. Apakah ada yang disebut mantram pangeramped untuk digunakan ngaturang canang pengrawos pada saat upacara perkawinan.
  2. Mohon penjelasan tentang pengertian destar, ada yang bentuknya biasa ada yang mebongkos nangka.
  3. Pada saat Tumpek Wayang melaksanakan peselatan dengan duri pandan; apa maksudnya.
  4. Tentang upacara magedong-gedongan di Desa kami tidak lumrah, namun ada pelaksanaan nunas pelukatan jika kandungan sudah berumur 6 bulan; dimulai dari mandi di laut, mandi ke sungai suda mala (banyu mala) akhirnya melukat ke Sanggah, Kawitan, Pura. Pertanyaannya: apakah hal tersebut dapat disamakan dengan upacara magedong-gedongan. Read more » Mantram Pangeramped

Upacara Tiga Bulanan dan Otonan

Urutan upacara:

  1. Ayah dan ibu bayi mebeakala dengan tujuan menghilangkan cuntaka karena melahirkan.
  2. Nyama bajang dan kandapat “diundang” untuk dihaturi sesajen sebagai ucapan terima kasih karena telah merawat bayi sejak dalam kandungan sampai lahir dengan selamat. Tattwa yang sebenarnya adalah syukuran kehadapan Hyang Widhi atas kelahiran bayi. Read more » Upacara Tiga Bulanan dan Otonan

Pecolongan">Banten Pecolongan

QUESTION:

Dalam Upacara Tiga Bulanan terdapat banten “Pecolongan”. Mohon kiranya Ida Pandita memberi penjelasan tentang:

  1. Kenapa setiap Upacara Tiga Bulanan terdapat banten Pecolongan dan apa makna dari Pecolongan tersebut?
  2. Apakah arti simbol-simbol yang terdapat dalam banten Pecolongan?
  3. Bagaimana hubungan disahkannya nama si bayi dengan menginjakkan kaki ke tanah dalam Upacara Tiga Bulanan? Read more » Banten Pecolongan

Misteri Tragedi Puri Tarukan

Mudah-mudahan tiada halangan !

Permohonan ampun hamba kehadapan arwah para leluhur yang disemayamkan dalam wujud Ongkara dan selalu dipuja dengan hati suci. Dengan memuja dan memuji kebesaran Sanghyang Siwa semoga penulis terhindar dari segala kutukan, derita, cemar, duka-nestapa dan halangan lainnya. Mudah-mudahan tujuan hamba yang suci ini berhasil serta bebas dari dosa-dosa karena menguraikan ceritra leluhur dimasa lampau, semoga direstui sehingga mendapat kejayaan, keselamatan, keabadian, panjang usia, sampai dengan seluruh keluarga turun-temurun.

Pendahuluan

Berbhakti dan memuja roh leluhur adalah kewajiban kita sebagai pemeluk Agama Hindu (Bali), yang merupakan aplikasi panca srada dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih mantap dalam pemujaan, perlu mengenal dan menghayati sosok leluhur. Salah satu caranya dengan membaca dan mendalami babad kawitan. Read more » Misteri Tragedi Puri Tarukan

Page 1 of 212