Ada bermacam-macam bahan untuk ‘Japamala’ (Japa = menyebutkan nama Tuhan/ Sanghyang Widhi berkali-kali; mala = biji; = biji yang digunakan untuk menghitung penyebutan nama Tuhan berkali-kali) namun di masyarakat umumnya dikenal dengan nama ‘ganitri’, yaitu: (menurut Kalika Purana)
- Yang paling utama terbuat dari jalinan rumput kusa (ilalang) yakni dibuat bulat-bulat lalu dirangkai dengan benang, atau dari buah tulasi, atau dari buah rudraksa, dan kayu cendana memberi manfaat tiada terhingga. (biasanya digunakan oleh Sulinggih Siwa) Read more » Japamala
QUESTION:
- Saya sampai sekarang belum pernah membaca Weda, apakah sebaiknya saya harus membaca Weda?
- Di zaman sekarang ini, paling gampang menilai sesuatu dengan membandingkan dengan yang lain. Umat lain sangat mengagung-agungkan Kita Suci-nya. Saya sebagai umat Hindu, punya Weda saja tidak, apalagi pernah membaca, atau menerapkan ajaran Weda?
- Saya ingin membaca Weda, tentunya dengan bahasa yang saya mengerti (terjemahannya ada). Boleh atau tidak? Read more » Membaca Weda
QUESTION:
Apa yang harus diperhatikan pada waktu renovasi Pura atau Sanggah Pamerajan?
ANSWER:
Jika ‘memprelina’ Pura, harus dengan hati-hati karena di pondamen bangunan setiap pelinggih yang lama ada ‘pependeman panca-datu’ yang tidak boleh dihilangkan. Read more » Renovasi Pura/ Sanggah Pamerajan
QUESTION:
- Mawinan sane wenang muput upacara pangabenan, rawuh ring dija kemanten watesan ngamel karya (kaluwan – kateben) sang dados Pamangku di Merajan Siwa.
- Wenten Mantram Siwa stawa, napi mantram punika sane kawejarang rikala ngastawa Ida Bethara Dalem Siwa ring merajan Siwa.
- Kari akeh wargine ngenahang warna-warna upakara antuk uger-uger kaja-kelod sane ngawinang singsal pamargin saking Bali Utara – Bali Selatan. Manahang titiang sane patut kaanggen uger-uger inucap wantah mata angin utawi Utara-Selatan sane ngawinang warna ireng punika satata ring utara. Napi ke patut manah titiang punika. Read more » Wewenang Jero Mangku
QUESTION:
Mohon kiranya berkenan menjawab pertanyaan saya. Sebentar lagi istri saya akan melahirkan anak pertama kami, dan membaca postingan mengenai cara-cara mempersiapkan ari-ari sebelum dikubur dengan disertai beberapa macam banten, timbul pertanyaan dalam diri saya.
Kebetulan saya dan istri beragama Hindu, tapi kami sejak lahir tidak pernah tinggal di Bali, jadi terus terang kami dididik agama Hindu secara moderat, sehingga pengetahuan kami terhadap bermacam-macam banten dan adat istiadat di Bali kurang. Read more » Melahirkan Anak Pertama
QUESTION:
Yening anak istri sedeng ngeraja (sebel di raga/ menstruasi):
- Napi kalugra nguncarang mantram Trisandya
- Mekarya/ menyiapkan banten
- Napi kemanten pekaryane sane nenten kedadosang (dilarang) duaning ipun sedek asapunika. Read more » Istri Menstruasi
Saya mengutip tulisan dari seorang tokoh/ pakar dalam hal ini, yaitu: I Gusti Bagus Sugriwa (alm) di mana beliau merumuskan bahwa “nyanyian” atau “tembang” di Jawa dan di Bali mempunyai kemiripan, dapat digolongkan dalam empat kategori:
- Gegendingan (Bali) atau Dolanan (Jawa).
- Pupuh (Bali) atau Macapat, Sekar Alit (Jawa).
- Kidung (Bali) atau Sekar Madya (Jawa),
- Kakawin (Bali) atau Sekar Agung (Jawa). Read more » Kidung dan Gamelan
|
|
Recent Comments