Masalah-Masalah Keagamaan dan Penyelesaiannya

Sejak dahulu Bali dijuluki sebagai paradise island yang mempesona dunia karena mewarisi nilai-nilai tinggi antara lain: keindahan alam, keunikan tradisi-tradisi ritual agama, keramah tamahan penduduk, dan kreativitas seni yang tiada tara.

Secara tidak disadari, nilai-nilai tinggi itu tahun demi tahun telah dieksploitir dengan giat dan terus menerus untuk imbalan materi baik bagi investor luar Bali maupun bagi penduduk setempat. Read more » Masalah-Masalah Keagamaan dan Penyelesaiannya

Melestarikan Budaya Bali-Utara

Pendahuluan

Budaya Bali Utara adalah budaya campuran, antara budaya yang berasal dari agama-agama Budha (Mahayana), Hindu (Jawa, Bali, India), dan Islam. Selain itu percampuran budaya juga terisi oleh tradisi berbagai etnis yang datang dan menetap di Bali Utara, antara lain: Jawa, Madura, Bugis, Bali (Tengah, Selatan, Timur), Cina, dan Arab. Read more » Melestarikan Budaya Bali-Utara

Perkawinan di Hindu

QUESTION:

Saya ingin bertanya seputar perkawinan di agama hindu. Yang ingin saya tanyakan:

  1. Jika di Bali seorang wanita menikah karena sudah hamil dan anak yang dikandung adalah bukan anak dari pria yang dinikahi, apakah yang akan terjadi yang berkaitan dalam adat dan skala/ niskala di Bali?
  2. Jika seorang istri meminta cerai dari suaminya, apakah baik di mata adat/ dalam agama Hindu? Read more » Perkawinan di Hindu

Pemerintah dan Agama

QUESTION:

Banyak kasus, pemerintah (Gubernur, Bupati, dan sebagainya) ikut mengurusi masalah keagamaan (Hindu) sampai pada pelaksanaan di lapangan. Kasus terakhir, Bupati Jembrana memerintahkan membongkar fondasi Pura Rambut Siwi. Apakah ini betul?

ANSWER:

Dalam tradisi beragama Hindu di Bali, pemerintah disebut sebagai Sang Angawa Rat artinya ‘yang berkuasa’. Sejak zaman dahulu Sang Angawa Rat bersama Sang Wiku (Pedanda) bekerja sama dalam urusan ritual khususnya yang menyangkut kepentingan rakyat/ umat. Pemerintah berkewajiban menyediakan dana, dan Pedanda memimpin ritual. Read more » Pemerintah dan Agama

Bedugulku

Bedugul adalah kawasan sejuk dan indah di tengah perjalanan Singaraja – Denpasar. Mereka yang bepergian baik dengan kendaraan sewa maupun kendaraan pribadi biasanya tidak melewatkan area wisata yang terpusat di pinggir Danau Beratan dan Pasar Candi Kuning.

Kalau ada waktu lebih longgar bisa belok sedikit ke Taman wisata menikmati pemandangan berbagai flora mulai bunga anggrek sampai ke pohon-pohon besar yang kini sudah langka seperti Majegau dan Damulir. Read more » Bedugulku

Gelar Kiyai Mulanya dari Bali

Gelar Kiyai yang kini banyak digunakan oleh pemimpin spiritual dari saudara-saudara kita umat Islam di Indonesia ternyata lebih dahulu atau pertama kali digunakan di Bali.

Ini terungkap dari sejarah yang tercantum antara lain pada ‘Purana Pura Besakih’ di mana pada bulan Juli tahun 1335 Raja Sri Aji Gajah Waktra melantik di Pura Besakih para pembantu Raja yang disebut ‘Manca’ (setingkat Gubernur sekarang) beragama Siwa-Bodha, dengan gelar Kiyai. Read more » Gelar Kiyai Mulanya dari Bali

Perkawinan (Pawiwahan)

PENDAHULUAN

Undang-Undang R.I. No. 1/1974 pasal 1 menyebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang berbahagia dan kekal berdasarkan ke-Tuhan-an Yang Maha Esa.

Keluarga yang berbahagia kekal abadi dapat dicapai bilamana di dalam rumah tangga terjadi keharmonisan serta keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri, masing-masing dengan swadharma mereka. Read more » Perkawinan (Pawiwahan)

Page 1 of 181234510...Last »