Upakara (Banten) Untuk Upacara Makingsan di Gni

1. Nuwur tirta wangsuh-pada di Sanggah Pamerajan dan Kahyangan Tiga

  • Pejati

2. Ngulapin di Pura Dalem.

Padmasana - Rewriting Version

1. Sejarah Padmasana

Pemujaan Sanghyang Widhi Wasa sebagai Bhatara Siwa berkembang di Bali sejak abad ke-9. Simbol pemujaan yang digunakan adalah Lingga-Yoni. Keadaan ini berlanjut sampai abad ke-13 pada zaman Dinasti Warmadewa.

Sejak abad ke-14 pada rezim Dalem Waturenggong (Dinasti Kresna Kepakisan), penggunaan Lingga-Yoni tidak lagi populer, karena pengaruh ajaran Tantri, Bhairawa, dan Dewa-Raja. Lingga-Yoni diganti dengan patung Dewa yang dipuja sehingga cara ini disebut Murti-Puja. Read more » Padmasana – Rewriting Version

Pelangkiran

QUESTION:

Saya senang sekali bisa membaca Web Stiti Dharma secara on line, sehingga saya bisa membaca berbagai pertanyaan dan jawaban dari Ida Bhagawan. Seolah-olah saya mempunyai seorang Guru, yang bisa saya tanya bila saya mengalami kebimbangan dan ketidaktahuan.

Saya ada beberapa pertanyaan sbb.:

  1. Sebaiknya di rumah ada pelangkiran apa saja? Apakah setiap pelangkiran atau pelinggih memerlukan daksina? Apa mantram ngunggahang tegteg daksina tsb? Read more » Pelangkiran

Sai Baba

QUESTION:

Ini pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saya. Siapakah sai baba? bagaimana menurut ida pandita tentang sai baba? sebegitu pentingkah buat umat hindu?

Kalau saya sendiri tidak sepakat ketika kemampuan yang dianugerahkan Hyang Widhi Wasa dipertontonkan khalayak umum terkesan pamer, bertindak layaknya Tuhan padahal dia hanyalah ciptaannya. Read more » Sai Baba

Banten

Bhagawadgita Bab IX tentang Raja Vidyaraja Guhya Yoga, Sloka ke 26 menyatakan:

PATTRAM PUSHPAM PHALAM TOYAM, YO ME BHAKTYA PRAYACHCHHATI, TAD AHAM BHAKTYUPAHRITAM, ASNAMI PRAYATATMANAH

artinya: Siapa yang sujud kepada-Ku dengan persembahan setangkai daun, sekuntum bunga, sebiji buah-buahan, atau seteguk air, Aku terima sebagai bakti persembahan dari orang yang berhati suci. Read more » Banten

Seda Raga

Tanggal 05 Nopember 1999 saya melakukan upacara Seda-Raga, yaitu suatu upacara yang dilakukan sebelum “me-Diksa” menjadi Brahmana (Pandita).

1. Prosedur mati seperti wafatnya Panca Pandawa: mulai dari kaki (Nakula-Sahadewa), suhu badan menurun-dingin (Arjuna), tenaga (Bima), terakhir: Atman(Yudistira). Read more » Seda Raga

Page 1 of 161234510...Last »