Search results for ' janji'
Arya Kenceng Tegeh Kuri (bukan Kori) adalah anak kandung dari Dalem (Raja). Ada dua kemungkinan ‘Dalem’, yaitu:
- Dalem Sri Kresna Kepakisan, raja I setelah pendudukan Majapahit, beristana di Puri Samprangan.
- Dalem Agra Samprangan, raja II setelah wafatnya Sri Kresna Kepakisan, juga tetap beristana di Puri Samprangan.
Ketidakjelasan tentang raja yang mana, karena: Read more » Babad Arya Tegeh Kuri
QUESTION:
Ida Pandita, tiang ingin menanyakan tentang perkawinan antar agama, di mana salah satunya masuk menjadi agama Hindu. Tiang wenten rencana menikah.
Kondisi yang tiang hadapi, calon isteri tiang beragama lain. Namun sudah menyatakan kesiapannya/ kerelaannya untuk pindah agama mengikuti tiang (beragama Hindu). Read more » Perkawinan Antar Agama
Kasak-kusuk pemilihan Kepala Desa (kades) makin hari semakin ramai. Ada tiga kandidat yang mengajukan diri. Ketiganya mempunyai track record yang hampir sama. Berpendidikan formal S1, berwawasan luas, bukan PNS, berdedikasi tinggi pada kemajuan Desa, kaya, berusia sekitar 40-45 tahun.
Tak heran maka penduduk bingung mau memilih yang mana. Walaupun demikian dalam pandangan kebanyakan penduduk calon Made Suartana kelihatannya lebih banyak mendapat simpati dan dukungan. Dapat diduga sebabnya, karena ia salah seorang anggota Dadia (paguyuban keluarga) yang besar. Read more » Keto Malu
QUESTION:
Mohon diberi petunjuk tentang bagaimanakah seharusnya umat Hindu di Bali dalam menjalankan ajaran Agamanya tsb.
Seperti diketahui bersama, umat Hindu di Bali menjalankan agamanya yg lebih menonjol adalah aspek Bhakti Marga-nya, terutama hal upakara dan upacara. Read more » Bhakti Marga
Dikutip dan diterjemahkan dari bahasa Jawa-Kuno oleh: Bhagawan Dwija
1. PADA SIRA NGELINGANA
CARITA ING NGUNI-NGUNI
KANG KOCAP ING SORAT BABAD
BABAD NAGRI MOJOPAHIT
NALIKA DUKING NGUNI
SANG-A BRAWIJAYA PRABU
PAN SAMYA PEPANGGIHAN
KALIYAN NJENG SUNAN KALI
SABDA PALON NAYA GENGGONG RENCANGIRA
Read more » Ramalan Sabda Palon Naya Genggong
Allopanishad banyak dibaca, ‘disimpan’ dan disakralkan oleh para Saniasin Hindu, karena ada Wahyu tentang avatara terakhir. Mereka mempelajari, untuk menyebarkannya dan memberikan kesempatan yang luas diperincangkan/ diperdebatkan oleh para rohaniawan Hindu.
Disamping itu metoda pembelajaran agama Hindu pada dasarnya tidaklah seperti doktrin, tetapi diskusi, walaupun diskusi itu bisa membuahkan perbedaan pendapat bahkan pertentangan. Rupanya methoda diskusi ini dimaksudkan oleh-Nya agar Weda itu tetap hidup dan dibicarakan sepanjang jaman. Read more » Allopanishad
|
|
Recent Comments