QUESTION:
Ida Pandita, saya ingin menanyakan kenapa pada suatu waktu sembayang di Pura Singosari – Malang ada salah seorang umat tidak mau diketis tirta oleh pemangkunya?
Umat tersebut meminta tirta lalu meketis sendiri. Saya tanyakan pada teman yang ada sering bertemu waktu sembayang tersebut, dia memiliki nama Ida Bagus. Read more » Diketis Tirta
QUESTION:
Mohon kepada Ida Bhagawan, kiranya dapat memberikan penjelasan kepada saya.
Pertama, doa permohonan untuk mendapatkan keturunan (anak). Dan apa pula dan syarat-syarat yang harus dijalani supaya doa bisa terkabul. Lalu doa-doa itu dapat dibaca dan dipelajari dalam kitab apa. Mohon petunjuk.
Kedua, saat ini, walaupun saya telah mengadopsi anak (perempuan) dan telah ditetapkan melalui keputusan pengadilan/ kantor catatan sipil. Lalu bagaimana dengan tradisi budaya Bali, apakah anak tersebut mempunyai kewajiban yang sama dengan orang tuanya, bagaimana menyangkut hak-haknya? Read more » Doa Untuk Mendapatkan Keturunan (Anak)
QUESTION:
- Berapa lapisan Atma itu
- Apa maksudnya dengan ngasturiang sesayut sidakara, sesayut prastista, sesayut wirata, kaitannya dengan Atma
- Apa maksudnya Nyekah: daun beringin, ratna putih, tiying gading, dll, kaitannya dengan Atma
ANSWER:
1. Lapisan Atma dipahami oleh Sang Dwijati sebagai ageman Pangili Atma ketika beliau melakukan proses itu. Read more » Lapisan Atma
1. Ini adalah perjalanan roh yang sudah diupacarai Pitra Yadnya: ngaben – nyekah – mepaingkup.
2. Roh baru bisa ‘bergerak’ menuju sunia loka bila roh sudah terbebas dari ikatan-ikatan berupa:
1. Pohon Tulasi di India disakralkan karena di hutan pohon Tulasi (dekat sungai Yamuna) itulah Sri Krishna sebagai avatara remaja sangat senang bercengkrama dengan teman-teman beliau.
Buah Tulasi digunakan juga sebagai ganitri. Pohon Tulasi di India, tinggi-tinggi bisa mencapai ketinggian lebih dari 4 meter. Read more » Tulasi dan Beringin
Salah satu filsafat yang berkaitan dengan pola hubungan antara manusia dengan alam (bagian dari Trihitakarana) adalah konsep keadaan alam yang bertingkat, yaitu “Alam Atas” (Swahloka), “Alam Tengah” (Bhuahloka), dan “Alam Bawah” (Bhurloka).
Masing-masing mempunyai sifat: Swahloka adalah Utama, Bhuahloka adalah Madya, dan Bhurloka adalah Nista, dan dikaitkan dengan “stana”, yaitu Swahloka adalah alam Dewa, Bhuahloka adalah alam manusia, dan Bhurloka adalah alam mahluk rendahan. Read more » Konsep Alam Bertingkat
|
|
Recent Comments